
Karena Arshen terus berlari, dia tidak memperhatikan keadaan jalan, hingga akhirnya ada sebuah mobil yang hampir saja menabrak dirinya. Karena rasa shock, Arshen pun jatuh pingsan. Tentu saja dengan Arshen pingsan membuat sang pengendara mobil merasa sangat ketakutan. Karena tidak ingin terjadi sesuatu kepada bocah yang sedang tergeletak di depan mobilnya sang pengendara mobil yang segera mengangkat teguh arsen untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Apakah dia mati, Dadd?"
"Dia masih bernapas. Kita harus segera membawanya ke rumah sakit. Semoga saja dia tidak apa-apa."
Tanpa berpikir lama mobil pun melesat untuk menuju ke rumah sakit, berharap tidak terjadi sesuatu kepada Arshen.
***
Katakan saja saat ini Arga sangat egois karena memilih untuk menikahi Shereena daripada harus menuju ke tempat yang telah dikatakan oleh sang penyanderaan anaknya.
Setelah sah meminang Shereena, Arga merasa sangat lega. Cinta dan penantiannya selama ini bisa terwujud, meskipun tak berjalan sesuai dengan rencana awal. Namun, setidaknya saat ini dia ia sudah sah menjadi suami Shereena, wanita yang telah melahirkan anaknya.
"Ayah, titip Reena sebentar, karena Arga Ingin menyusul Arshen. Semoga anak itu bisa melarikan diri dengan baik," ucap Arga setelah acaranya ijab kabulnya selesai.
Shereena yang mendengar ucapan Arga langsung menolak dengan keras. "Aku enggak mau pulang. Aku ingin ikut Kak Arga untuk mencari Arshen. Dia anakku dan aku juga berhak tahu atas keadaannya."
"Tapi itu bahaya, Reen!" timpal bunda Vie.
"Tidak, Bunda. Bagi Reena, Arshen adalah segalanya. Reena tidak akan pernah bisa untuk memaafkan diri sendiri jika sampai terjadi sesuatu kepada Arsen."
__ADS_1
Vie, yang saat ini berstatus sebagai mertuanya, tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena apa yang dikatakan oleh Shereena ada benarnya. Seorang ibu tidak akan pernah bisa untuk memaafkan dirinya sendiri jika sampai terjadi sesuatu hal buruk kepada anaknya. terlebih selama ini mereka berdua berjuang sendirian.
"Baiklah. Ayah tidak bisa melarang kamu untuk bersama kami. Yang penting kalian hati-hati di jalan. Jangan sampai terjadi sesuatu hal yang buruk juga terhadap kalian. Ingat ini adalah pertama kalian menjabat sebagai pasangan suami istri yang sah. Jangan sampai kalian melewatkan malam panjang kalian."
"Mas!" sentak Vie. "Bisa gak sih dijaga mulutnya. Ini lagi keadaan genting, lho! Sempat-sempatnya kamu berpikir sampai ke sana. Dasar otak messum!"
Karena tidak ingin membuang waktunya lagi, Arga langsung bergegas untuk melanjutkan usahanya untuk mencari Arshen. Namun, baru saja Arga hendaknya itu mobilnya, tiba-tiba ponselnya berdering. Arga pun segera mengangkat panggilan tersebut, karena panggilan itu dari anak buah yang diutus untuk mencari keberadaan Arshen.
"Apa?!" Arga langsung melebarkan bola matanya. "Cari sampai ketemu, kalau tidak kalian tidak usah kembali!" ancam Arga pada anak buah yang sedang meneleponnya.
"Kak, ada apa?" tanya Shereena setelah panggilan terputus.
"Tidak! Ini tidak mungkin! Kita harus segera mencari Arshen, Kak. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada Arshen, Kak!" rengek Shereena.
"Kamu gak usah khawatir. Diluar sana anak buahku dan juga anak buah Ayah sudah diturunkan. Bahkan saat ini mereka sudah menuju ketempat bos mereka berada. Aku yakin mereka bisa membawa Arshen pulang secepatnya."
Meskipun telah mencoba untuk tetap tenang, tetapi rasanya begitu sulit. Ibu mana yang akan tenang saat anaknya diculik. "Jika sampai terjadi sesuatu kepada Arshen, Kak Arga harus bertanggung jawab!" kata Shereena di tengah-tengah perjalanan mereka.
Arga yang mendengar ucapan Shereena langsung menautkan kedua alisnya. "Kok jadi aku yang harus bertanggung jawab. Kan bukan aku pelakunya!"
"Tapi jika Kak Arga enggak pulang dan memilih menikah, pasti Arshen saat ini sudah Kak Arga temukan."
__ADS_1
Arga hanya mendengus dengan kasar. Apakah semua wanita akan selalu menyalahakn seorang pria jika sedang ada masalah?
Karena tak ingin memperkeruh keadaan hati Shereena, Arga pun hanya pasrah saat dirinya menjadi pelampiasan atas perasaan Shereena saat ini.
Disisi lain ...
Arshen yang dinyatakan baik-baik saja membuat seorang Keanu Wijaya merasa sangat lega. Beruntung saja Arshen hanya mengalami shock sehingga ia tak perlu bertanggung jawab. Namun, karena saat ini dirinya juga mempunyai kepentingan yang sangat urgent, ia pun meminta seorang perawat untuk menunggu Arshen hingga siuman.
"Dadd, aku tidak ingin ikut untuk melihat kakek uyut. Aku ingin disini untuk menunggu anak kecil ini hingga siuman," ucap Kenza, anak dari Keanu.
"Tidak bisa, Sayang. Kamu harus ikut! Saat ini kondisi Kakek uyut sedang memburuk. Sudahlah, nanti kalau anak ini sudah siuman, kita kesini," ujar Keanu.
Dengan rasa berat Kenza pun akhirnya mengikuti langkah Daddy-nya untuk meninggalkan kamar rawat Arshen. Namun, sebelum Kenza keluar, ia menyempatkan diri untuk melihat Arshen dengan seksama.
"Nanti aku kesini lagi," ucap Kenza sambil mengelus rambut Arshen dengan pelan.
#BERSAMBUNG#
tes ... mana suaranya 🙄 Selagi nungguin novel ini update kembali, mampir dulu ke Novel baru othor dong 😀 Judulnya CINTA UNTUK AISYAH. mampir dong! yang gak mampir entar dicium kambing, lho 🤣
__ADS_1