Hidden Baby 2

Hidden Baby 2
Hidden Baby 2 | Bab 22


__ADS_3

Terkadang cinta itu buta tak bisa melihat warna. Rasa yang terabaikan mampu membuat hati seseorang berubah gelap hingga menimbulkan pemikiran yang kotor. Rasa sakit yang tak mampu disembuhkan oleh dokter adalah sakit hati. Tidak terlihat, tetapi Sangat menyakitkan.


Hubungan yang telah di gantung selama 6 tahun juga kepastian. Sebenarnya tanpa meminta penjelasan seluruh dunia juga udah tahu jika cinta Alexa kepada Arga hanya bertepuk sebelah tangan. Seberapa pun Alexa bersabar untuk menunggu waktu, tetap tak akan mengubah perasaan Anda kepada dirinya. Karena saat ini hati Arga telah ia cintai. Bahkan Arga juga rela untuk menukar hidupnya demi wanita pujaan hatinya.


Bukan bukan salah Arga jika ia menggantung status pertunangannya dangan Alexa, karena Arga tak pernah mencintai Alexa. Cinta dan hati telah Arga persembahkan hanya untuk Shereena seorang. Terlebih saat telah ada Arshen sebagai pengokoh hubungan Arga dan Shereena. Sekuat apapun badai, semua pasti akan berlalu.


Karena Alexa tidak terima dengan keputusan Arga, dirinya terus mencari celah untuk bisa melumpuhkan Arga karena tidak akan pernah rela jika Arga menjadi milik orang lain.


Disebuah restoran, Alexa sengaja mengundang orang tuanya Arga untuk membahas masalah pertunangan yang sudah digantung oleh Arga selama enam tahun lamanya.


"Om, Tante. Enam tahun bukanlah waktu yang sebentar. Alexa rasa sudah lebih dari cukup dan usia kita berdua juga sudah matang. Apa tidak sebaiknya hubungan ini berlanjut pada pernikahan? Selama enam tahun saya sudah sabar untuk menunggu Arga. Sampai kapan lagi Alexa harus sabar, Om, Tante?" tanya Alexa pada kedua orang tua Arga.


Vie hanya bisa menatap sendu kearah suaminya. Sifat kerasnya tak bisa dikalahkan, padahal sudah jelas Arga tidak pernah menginginkan bertunangan dengan Alexa, tetapi tetap saja dipaksa.


"Sayang, bagaimana? Apakah kamu sudah memberitahu Arga tentang masalah ini?" tanya Dirga—ayahnya Arga.


Dengan gelengan kepala Vie menjawab. "Belum, Mas. Saat aku ke kantornya, Arga masih sibuk jadi belum sempat memberitahu tentang masalah ini padanya. Tapi Arga berjanji lusa akan pulang," ucap Vie—Bundanya Arga.


Dirga hanya mengangguk dengan pelan. Kali ini dirinya tak akan memaksakan diri lagi untuk menekan Arga menikahi Alexa setelah ia melihat wajah anak yang mirip Arga muncul di televisi.


"Lexa, untuk kali ini Maafkan Om yang tidak bisa berbuat apa-apa dan melimpahkan semua keputusan pada Arga. Pernikahan itu adalah ikatan yang sakral. Dua orang yang saling mencintai untuk membangun mahligai cinta yang sejati. Jika tak ada cinta dalam pernikahan, untuk apa menikah? Lexa, jika kelak Arga bukanlah jodohmu, Om berharap kamu bisa berlapang dada untuk menerima kenyataan ini. Mungkin mulai saat ini kamu harus mencari pengganti Arga, karena Om tidak bisa memaksakan keinginan Om yang tak bisa diterima oleh Arga," jelas Dirga panjang lebar.


Vie terkejut dengan ucapan suaminya yang kini sudah sadar jika Arga tak akan pernah menikahi Alexa. Sungguh dirinya terkagum dengan penjelasan suaminya saat ini.


Namun, tidak dengan Alexa yang terkejut liar biasa dengan penjelasan calon ayah mertuanya itu.

__ADS_1


"Gak bisa gitu dong, Om! Selama enam tahun aku sudah sabar menunggu Arga dan digantung dengan status tunangan. Lucu kalau tiba-tiba pertunangan ini dibatalkan, Om. Apa kata orang diluar sana?" protes Alexa tak terima.


"Tapi Lex, cinta itu tidak bisa paksaankan. Om sadar, seberapapun Om menyuruh Arga menikahimu, dia tidak akan bisa karena dia tidak mencintaimu. Sekali lagi Om minta maaf atas perlakuan Arga kepadamu selam enam tahun ini. Semua salah Om. Tak seharusnya Om dulu memaksakan keinginan Om tanpa mengerti akan perasaan Arga." Dirga kembali berucap panjang lebar, berharap jika Alexa bisa berlapang dada.


Mendengar jika ayahnya Arga menyerah untuk mendukungnya, Alexa hanya bisa tersenyum sinis kepada orang tua Arga.


"Gak bisa gitu dong, Om! Aku sudah menunggu enam tahun masa iya aku harus menyerah begitu saja. Aku tidak mau menyerah dan akan tetap mempertahankan hubungan ini agar bisa ke jenjang pernikahan," ucap Alexa dengan sorot mata tajamnya.


"Maaf Lex, untuk kali ini Om tidak bisa memaksakan kehendak untuk memaksa Arga menikah denganmu. Sebagai gantinya Om akan carikan pengganti Arga untukmu."


Lagi-lagi Alexa hanya tersenyum kecut dengan calon ayah mertuanya yang sudah tak berpihak lagi padanya. Saat menatap kearah calon ibu mertuanya, Alexa hanya bisa mende.sah dengan kasar. Ia tak mungkin untuk meyakinkan pada wanita itu, karena dia tidak akan bisa membuatnya.


Karena sudah tak ada yang ingin dibahas lagi akhirnya Dirga mengajak istrinya untuk pulang.


"Sial! Ternyata pria itu sudah tidak bisa diandalkan. Tidak mungkin aku mengadu juga pada orang tuaku. Bisa-bisa aku hanya akan ditertawakan oleh mereka. Pertahankan enam tahun ini hanya sia-sia," batin Alexa setelah kepergian orang tua Arga.


Setelah menghabiskan waktu bersama dengan wanita yang disebut Grandma, bukan berarti Arshen merasa bahagia. Bocah itu merasa jika ada rahasia besar yang sedang disembunyikan oleh Mommy-nya.


"Hai, my boy! Ayo, makan! Malah bengong!" ujar Arga yang melihat Arshen hanya melamun di meja makannya.


"Kamu lagi mikirin apa? Bukanya kamu kemarin sangat semangat untuk menerima tawaran kontrak ini? Lalu mengapa saat ini kamu seperti sedang banyak beban? Kamu masih kecil! Jangan memaksam diri jika tidak sanggup. Daddy bisa mencari penggantimu," ujar Arga.


"No Daddy. Aku tidak apa-apa, hanya saja aku sedang berpikir bagaimana caraku bme habiskn uang, karena tanpa aku menjadi model, uangku sudah banyak," celoteh Arshen.


Arga mengernyit. "Waow hebat. Masih kecil sudah punya anu banyak," puji Arga.

__ADS_1


"Iya. Karena saat ini uang Daddy adalah uang Arshen juga kan?"


Arga dan juga Shereena hanya tertawa saat mendengarkan celotehan Arshen yang tidak salah. Jika orangtuanya kaya, sudah jelas anaknya ikut kaya. Akan tetapi jika anaknya yang kaya belum tentu orang tuanya akan ikut kaya.


"Kamu memang hebat. Jadi bagaimana, apakah kamu akan tetap menjadi bintang iklan atau mundur, karena besok kamu sudah harus menjalani syuting dan pemotretan?" tanya Arga saat menatap Arshen.


Arshen masih terdiam. Sebenarnya tak ada lagi tujuannya untuk melanjutkan menjadi bintang cilik karena sekarang dirinya telah menemukan Daddy-nya.


"Baiklah. Arshen akan tetap melanjutkan untuk menjadi bintang cilik biar bisa masuk televisi lagi," celotehnya.


Setelah makan malam saat Shereena sedang merapikan tempat tidurnya, ia langsung menghentikan tangan Shereena.


"Momm, kita tinggal bersama dengan Daddy, tetapi mengapa kita tetap tidur berdua? Mengapa tidak bertiga dengan Daddy? Bukankah kita adalah keluarga?" tanya Arshen pada Mommy-nya.


Shereena tercengang dengan pernyataan Arshen. Mungkinkah Arshen menginginkan tidur bersama dengan Arga lagi?


"Momm, jawab!" pinta Arshen yang melihat Mommy-nya hanya membisu.


"Karena kalau kita bobok bersama, Mommy takut kalau Arshen akan dapat adik. Makanya untuk saat ini Daddy tidak boleh bobok bersama kalian," celetuk Arga yang tiba-tiba sudah muncul di belakang Shereena.


"Benarkah?" tanya Arshen dengan alis yang menaut.


...🌸🌸🌸...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


...Terima kasih yang masih setia untuk menantikan cerita receh ini 🥰...


__ADS_2