Hijrahku Menemukan Calon ImamKu (END)

Hijrahku Menemukan Calon ImamKu (END)
Ingin Mondok


__ADS_3

Sudah 1 Minggu Zahra tidak keluar rumah dan Masuk sekolah. Apa karena gara-gara kejadian kemarin.


Kegiatan Zahra hanya berdiam diri di kamar sambil memeluk foto Bundanya, sesekali Zahra tertidur saat sholat mungkin karena kelelahan dalam menangis.


Seorang Ayah berjalan masuk kekamar putrinya.


Tok tok tok tok...


"Assalamu'alaikum apa ayah boleh masuk nak". Salam Pak Abdul.


"Wa'alaikumussalam yah silahkan masuk kamarnya tidak dikunci ".


" Anak ayah kenapa, kata bibi Zahra sudah 1 minggu nggak masuk sekolah?" Tanya seorang Ayah Antusias


"Zahra hanya mengangguk kan kepada sambil memeluk ayah, Yah Maafin Zahra yah dengan kelakuan Zahra yang jail dan sering buat onar disekolah."


"Iyah ayah sudah lama maafkan Zahra"


"Pasti Zahra masih sedih yah atas kematian bundaa, ayah juga merasa terpukul atas kematian bunda."


"Sekarang ini bunda hanya butuh doa kita, do'a dari putri putrinya yang sholehah agar bunda mendapat tempat yang lebih baik dsini Allah."


"Yah Zahra pengen Mondok, Zahra tidak mau kesekolah lagi"


"Maa syaa Allah, sayang kamu beneran mau mondok? "

__ADS_1


Dulu memang Zahra ingin didaftarkan Mondok di pesantren Ayahnya oleh bunda Anaa, tapi karena Zahra terus menolak dan memilih untuk sekolah di SMK Garuda Muda.


Pesantren Ayahnya sangat terkenal, bahkan sudah banyak melahirkan Hafiz dan Hafizah.


namanya "Pondok pesantren Isra Mi'raj"


"Tapi yah, orang disana nggk perlu tau bahwa Zahra Ini putri Ayah" pinta Zahra.


"Kenapa Sayang, kamu kan memang putri Ayah" Jawa pak Abdul.


"Zahra nggk mau kalau nanti Zahra diperlakukan spesial disana. Zahra ingin belajar mandiri, Zahra masuk sebagai Santri biasa saja" pinta Zahra


"Baik sayang jika itu keinginan mu. Ayah akan kabulkan" Jawab pak abdul.


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


Sedangkan di tempat lain...


" Siapa gadis itu yang teriak tadi, bilang aku seorang pembunuh, bahkan aku menyentuh perempuan pun belum pernah selain Umi. Kenapa bisa diduga jadi Psikopat. Ada-Ada saja dunia ini Ya Allah. " ucap Hafiz.


Hafiz masih kepikiran dan mencoba mengingat ingat kesalahan apa yang pernah dia perbuatan pada gadis itu, sehingga berteriak di depan orang banyak, bahkan ketika Hafiz sedang mengisi Kajian.


(*Ya Allah jika memang hamba mempunyai salah yang tidak hamba sengaja kepada gadis itu, Maka ampunilah hamba. setidaknya berikanlah hamba petunjuk agar hamba bisa meminta maaf kepada gadis itu) "Batin Hafiz".


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...

__ADS_1


"Kalau begitu Ayah akan telpon paman mu disana yah untuk menyediakan berkas pendaftaran mu"


"iyah baik yah, Makasih Ayah"


Pak Abdul mencium kening Zahra dan bangkit untuk menelpon paman Zahra sekaligus dia Adalah Salah satu pemimpin Pondok disana.


"Ya Allah semoga ini Adalah pilihan yang terbaik untuk hamba , menjadi hamba yang lebih taat kepada mu, dan balas dendam kepada Ustadz itu" ucap Zahra.


( Ah ternyata Zahra ada udah dibalik batu Eh salah. Ada Tujuan dibalik niatnya)


Pak Abdul baru saja menelpon paman Zahra, dan tiba-tiba saja bunyi dering menunjukkan pesan masuk, pak Abdul sedang membuka isi pesan tersebut menunjukkan nomor silvi.


Terlihat dalam video itu silvi menggunakan pakaian seksi seolah-olah sedang menggoda pak Abdul, Namun pak Abdul cepat menutup video itu lalu menghapus nya.


"Astaghfirullah kenapa silvi mengirim video itu, Ah mungkin saja salah kirim" ucap pak Abdul bertanya tanya.


Namun pak Abdul tidak memikirkan itu terlalu panjang, pak Abdul hanya fokus dengan putrinya yang mau masuk pesantren.


...****************...


Maaf yah jika Alur ceritanya agak berantakan,


Mohon Saran dari kalian juga.


Semoga Zahra Juga betah di Pesantren dan Suasana barunya. Aamiin

__ADS_1


__ADS_2