
Bunda,,,,,
hekss
hekss
Bibi,,,,,,,, Kakak Fitri,,,,,,,, Ayahh,,,,,,,,
Tolong.....
Semua seisi rumah Khawatir dan panik atas Bunda Anaa yang tiba-tiba pingsan di kamar mandi, kebetulan Zahra lewat depan kamar Bunda nya jadi Zahra berinisiatif untuk mampir ke kamar bunda Anaa, Namun apa yang terjadi Bunda Anaa sudah terbaring di toilet dengan keadaan tidak sadarkan diri.
Keluarga Abdul Imran Isra sedang berada di depan UGD, Pak Abdul sedang mondar-mandir di depan pintu UGD dengan perasaan khwatir kepada istri tersayang nya.
Sedangkan Zahra dan Zafitri tidak henti hentinya menangis sambil berpelukan.
Pak abdul lalu memilih untuk duduk di sampai putrinya.
"Sayang jangan menangis lagi, sekarang bunda butuh doa dari kita, semoga bunda cepat sembuh" ucap Ayah Zahra sambil menenangkan kedua putrinya.
"Emangnya bunda sakit apa Ayah" tanya Kak Fitri.
(Ya Allah apakah aku harus jujur dengan kedua putriku, bahkan aku sudah berjanji dengan istriku bahwa penyakitnya di rahasiakan dari mereka)
"Ayah kok bengong, bunda sakit apa yah? " Tanya Zahra sambil memandang Ayahnya.
(lambat laun kalian berdua berhak tau tentang penyakit bunda Kalian, jdi Ayah akan jujur kepada kalian).
Pak Abdul ingin memberi tau kepada kedua putrinya tentang penyakit bunda mereka, namun tiba-tiba saja pintu UGD terbuka dan menujukan seorang dokter yang sering mengatasi Bunda Anaa.
"Pak Abdul, boleh kita bicara diruangan saya? "
tanya pak dokter
"iyah baik dok" jawab pak Abdul
"Dok apakah saya bisa menemui bunda Saya" tanya Zahra
"Tentu saja, tpi jangan berisik yah dan biarkan bunda kalian istirahat dulu" jawab pak dokter
__ADS_1
"Baik Dok, terimakasih" ucap kompak Zahra dan Kak Fitri
Betapa perihnya bagaikan di iris pisau tajam, Seorang panutan dan yang kita sayang sedang terbaring dirumah sakit, Zahra masih dibalik pintu menatap bundanya, entah mengapa kakinya sulit untuk melangkah menuju tempat Bunda Anaa terbaring. Rasa sedihnya sangat menusuk dadanya.
Seorang putri adalah orang pertama yang bisa merasakan sakit yang diderita oleh seorang ibu, karena ibu adalah orang yang paling terdepan dalam hal kasih Sayang yang tulus.
Zahra mulai melangkahkan kakinya dan berjalan menuju Bunda Anaa, Sambil diiringi dengan tangisan yang tidak bersuara. Namun jelas ada rasa sakit yang terdalam. Zahra pun duduk di sampai ibunya.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Sudah 2 hari bunda Anaa belum siuman
Namun seorang anak tidur pernah meninggalkan ibunya bahkan dia memiliki untuk absen dari sekolah.
"Bunda harus kuat yah, bunda kan sudah janji ingin melihat Zahra dan kak Fitri menikah dan memberikan bunda cucu yang banyak" ucap Zahra sambil membasuh tubuh Bunda Anaa dengan Kain.
Seorang suster pun masuk
"Maaf mak, stok Darah B+ Habis dirumah sakit ini jadi mbak harus ke Rumah sakit B untuk mengambil nya dsna, secara tubuh bunda mbak memang baik tpi dia sangat membutuhkan darah saat ini, Dan Mbak harus cepat-cepat kesana" ucap suster
"Owh Iyah baik Suster, saya titip bunda saya yah" ucap Zahra
Hanya membutuhkan 10 menit untuk kerumah sakit B, setelah Zahra sampai disana Zahra langsung memarkirkan motornya di sembarang tempat dan berlari ke rumah sakit.
"Misi Mbak saya diutus dari rumah sakit A untuk mengambil 4 kantong golongan darah B+".ucap Zahra.
" Maaf mbak golongan dara B+ baru saja habis, mbak terlambat", ucap salah satu suster.
"Bagaimana bisa mbak, saya kan diutus kesini, bagaimana mungkin stok dsini juga habis," ucap Zahra
" Terakhir Golongan darah di diambil oleh seorang pemuda ,"
ucap suster
"Pemuda yang mana, suster? " tanya Zahra
"Itu yang baru saja keluar" ucap suster sambil menunjukkan seorang pemuda yang baru saja melewati pintu utama rumah sakit.
Tunggu........
__ADS_1
Saya Mohon Tunggu.....
"Pak itu Darah untuk ibu saya, jadi berikan kepada saya" ucap Zahra
"Maaf ini darah untuk Ibu teman Abi saya, mungkin kamu salah orang, " ucap seseorang dengan Cuek dan tinggi
"Tpi itu punya ibu saya, saya di utus darii... " ucap Zahra belum selesai dan seseorang itu sudah memasuki mobilnya.
Heyyyy,,,
Tunggu....
Zahra berlari menuju motornya dan berniat untuk mengikuti pemuda itu, berusaha untuk mengambil golongan darah itu.
Tiba-tiba telponnya berdering
" Hallo Assalamu'alaikum Ayah"
"Waalaikumsalam nak, cepatlah kembali nak bunda ,, bunda hekss hekss" telpon pun dimatikan.
"Ayah bunda kenapa yah Halo Ayah " tanya Zahra Panik.
"Bunda, bunda yang kuat. Zahra pasti bisa selamatin bunda"
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Dirumah sakit....
"Maaf Pak Abdul saya tidak bisa menyelamatkan Istri bapak, saya sudah berusaha keras untuk menyelamatkan nya, Namun ini kehendak sang kuasa."
Seorang putri sedang berlari dengan menuju ruangan ibunya, dengan rasa pedih dan sakit yang memompa di hatinya, berusaha kuat untuk bertemu dengan ibunya.
...****************...
Terimakasih sudah membaca..
Maaf ya baru Update sekarang soalnya banyak teman ana yang lagi nikah jdi sibukk hehhe...
Mohon support dan dukungan nya yah
__ADS_1
Maaf jika alurnya ada yang kurang sesuai 🙏🙏