
Zahra yang dari tadi masih menunduk mulai mengangkat pandangan nya dan Tatapan Ustadz Hafiz pun berpindah kepada mata Zahra. Sehingga tatapan mereka pun bertemu.
"Maa syaa Allah, Mata yang indah teduh. Pasti Zahra sangat cantik" Batin Hafiz.
"Maa syaa Allah, Ustadz hafiz begitu tampan. Kenapa jantung gue kek ada yang aneh yah."
Pak Ali yang melihat fenomena yang langkah itu hanya bisa terdiam dan sedikit tersenyum. Secara Ustadz Hafiz sangat dingin, cuek dan tidak pernah bertatapan seperti ini pada Akhwat yang lain.
" Bagaimana jadi terimakasih g nih" tanya paman Ali untuk sedikit menyadarkan mereka dari tatapan yang tidak halal itu.
Ustadz Hafiz dan Zahra pun mulai tersadar dari lamunan mereka.
"Astagfirullah hafiz apa yang kamu lakukan, batin hafiz"
"Low Apa-apan sih Zahra jangan sampai low tertarik atau jatuh cinta sama orang yang sudah bunuh Bunda" batin Zahra.
"Ustadz Hafiz Terimakasih ya, sudah mau bantuin Zahra"
"Iyah Sama-sama"
"Dasar sok dingin banget" batin Zahra.
"Zahra juga harus minta maaf pada Ustadz Hafiz" ucap pak Ali.
__ADS_1
"Maaf untuk apa, Zahra kan nggk salah" jawab Zahra.
"Yakin Zahra nggk punya Salah sama Ustadz Hafiz" tanya paman Ali serius.
" iyah Zahra yakin" jawab Zahra dengan penuh keyakinan.
"Jadi kelakuan dari jam 03 apa yah? " ucap paman Ali seolah-olah sedang berfikir.
(Jangan-jangan Paman Ali liat lagi kelakuan Zahra, aduhh bagaimana nih bisa bisa Zahra di Cincang klw nggk minta maaf).
"Baik Zahra minta maaf"
"Tapi atas dasar apa Zahra minta maaf kepada saya" tanya Ustadz Hafiz bingung.
(Bagaimana Saya mau maafin orang saya nggk tau kesalahan dia dimana, Ya Allah kenapa ada Akhwat yang aneh kek dia. yang bisa masuk dipesantren ini)
Setelah Zahra pergi Paman Ali pun memilih untuk mengobrol di kamar Ustadz Hafiz tentang kelakuan Zahra karena Paman Ali takut ada orang lain yang mendengar dan Salah paham.
Ustadz Hafiz pun kini tau siapa dalang dari hilangnya sandal dan terpaksa nyeker ke Masjid.
(Wah Zahra ternyata jail juga yah, Ok baik nanti kita liat Next siapa yang paling Jail)
...πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ...
__ADS_1
Di Hotel seseorang baru saja terbangun. perlahan membuka mata dan melihat disekelilingnya.
"Kenapa aku tidur dihotel ini, dan kepala ku juga sedikit pusing"
Tak lama pun Chat via Whatsapp pun masuk. Tertera kiriman dari Silvi video dan Foto apa yang di lakukan silvi semalam kepada pak Abdul hanya karena ingin menjadi nyonya di keluarga pak Abdul. Tak lupa pula silvi memberikan Ancaman kembali pak Abdul.
"Astagfirullah kenapa bisa seperti ini, Kenapa Silvi setega ini kepada atasannya sendiri" ucap pak Abdul sambil memegang kepalanya yang masih pusing.
Pak Abdul pun memilih untuk pulang kerumah terlebih dahulu karena sudah 2 pekan dia berada di luar kota. dan selama dia pulang dari 2 pekan itu, dia belum mengunjungi putrinya di rumah.
Pak Abdul pun keluar dari hotel dan berjalan santai serta berwibawa seolah-olah tidak terjadi apa. Padahal di dalam otaknya sedang bercabang-cabang memikirkan Ancaman Silvi.
...****************...
...****************...
Maaf jika Alur cerita tidak sesuai.
Mohon Saran dan Support kalian
Terimakasih ππ
Happy Weekend di Awal Desember π
__ADS_1