
🦋🕊...
"Ayo,,, Hafal sekarang, pasti selama kakak ngk ada hafalannya ngk pernah dilanjutin yah? " Tanya Hafiz melihat Zahra yang hanya diam.
"Anu kak,, Zahra" ucap Zahra yang mencoba berfikir alasan apa yang bisa membuat suaminya itu percaya padanya.
(Hmm aku punya ide) batin Zahra.
"Zahra kan sekarang Hamil jadi Zahra ngk boleh stress dan banyak fikiran kata dokter" ucap Zahra dengan yakin.
"Owh Iyah yah, kalau begitu Murajaah Hafalan rara yang rara Hafal" ucap Hafiz datar.
(Aduh kalau gini mah mati deh Zahra, senjata makan tuan. Ya Allah Tolong Zahra) batin Zahra.
"Kenapa diem ayo Cepat, Ar-rahman yah, kalau ada yang salah kak harus dapat jatah malam ini" ucap Hafiz yang sedang duduk didepan Zahra.
"Ok,,... " jawab Zahra
Zahra memulai dari Surah Ar-Rahman dengan begitu lacar mulai dari Tajwid dan Makhroja
Mulai dari Tajwid dan Makroja Huruf yang sangat Pasif.
(Wah,, hampir ayat terakhir bisa-bisa ngk dapat jatah malam ini) batin Hafiz yang mulai khwatir.
(Kasiaan juga sama raut wajah suami gue kek tertekan banget yah, yaudah deh gue salahin satu huruf) batin Zahra.
"Ayat terakhir ada Salah sedikit yah"
"Ah masa sih kak"
"Iyah,,, ayo cepat kita tidur"
(Terimakasih ya Allah kamu telah menyelamatkan hamba mu ini yang paling ganteng) batin Hafiz yang sudah berjalan lebih dulu.
"Sayang boleh minta sesuatu gak?? " ucap Zahra manja.
"Boleh donk, apapun untuk istri ku yang tercinta, my love, my wife, dan My,, my,,, my,, lagi" jawab Hafiz bangkit berjalan menuju Zahra yang duduk di bibir Kasur.
"Apaan sih, Gombal" lirih zahra yang memutar bola matanya.
"Emang,, Anak Daddy mau apa? " ucap Hafiz yang mengelus perut Zahra yang mulai membesar.
"Mau,,, itu,, " ucap Zahra ragu, sebenarnya Zahra tadi hanya menarik perhatian Hafiz yang terus sibuk dengan laptopnya, sampai lupa kalau dia punya Istri. sekarang Zahra bingung mau bilang Apa
(Ah.. Apa aku minta dibawa ke Gramedia aja kali) batin Zahra.
"Aku mau ke Gramedia beli Novel" ucap Zahra dengan menatap suaminya yang terus mengelus perutnya.
"Boleh.. " Jawab Hafiz mendongak menatap Zahra.
"Beneran,,,, Asikkk... " ucap Zahra kegirangan,, sampai hampir jatuh karena berlompat untung Hafiz sigap melindungi Zahra dan Calon buah Hatinya.
"Sayang,,, bisa lebih hati-hati yah,, kamu kan sekarang berbadan dua jadi harus hati-hati" ucap Hafiz menasehati Zahra.
"Berbadan duan? " tanya Zahra yang sedih Loading
"Iyah Sayang,, Kan Ada dede di perut kamu" jawab Hafiz dengan mencium perut Zahra.
"Owh,, iyah yah... Maaf yah nak, Mami sedikit loading hari ini hehhe" ucap Zahra dengan mengelus perutnya.
"Kalau gitu aku mau siap2 dulu yah kak" ucap Zahra bangkit tanpa menunggu jawaban dari suaminya itu.
"Tapi.... " pelan Hafiz. Membuat langkah Zahra terhenti
"Tapi.. Apa Kak,, " tatapan Sinis Zahra
"Tapi itu.. Jangan berdandan berlebihan"
"Emang kenapa, kalau dilihat orang trus dipuji pasti mas juga yang bangga punya istri Cantik"
Hafiz bangkit menuju Zahra yang sedang duduk dimeja Rias "Buka begitu sayang, Kak lebih bangga jika tak ada memujimu karena bagi mas kecantikan istri mas itu hanya boleh dilihat oleh mas seorang"
"kak tidak butuh pujian dari seorang manapun karena bagi mas kamu akan tetap Cantik sampai kapan pun. Kak tidak rela jika Harus berbagai kecantikan dengan orang diluar sana Sama Hanya dengan Ali yang tidak rela bayangan Sayyidina Fatimah dinikmati oleh orang lain. Walaupun hanya bayangan Ali tidak rela membaginya Apalagi Kak yang terlihat jelas orang seseorang yaitu wajah kamu sayang"
"Sungguh kecantikan mu hanya boleh dinikmati oleh Kak seorang"
Zahra hanya bisa diam, "baiklah Zahra ngk bakalan dan atau Tab---Tab apa yah?
" Tabarruj sayang "
__ADS_1
"Iyah itu maksud Zahra"
"Kenapa Istri masa lucu banget sih"kekehan Hafiz diikuti dengan mencubit pipi Chubby Zahra.
" Iyah dong siapa dulu,, Istri Kak Hafiz "
Sekarang Zahra sudah rapih dan Siapa menuju ke Gramedia dengan berbagai Macam Novel yang ia beli. Bahkan Zahra sudah menlist akan membeli apa hari ini.
"Tara,,,, Istri Kak yang Cantik, dan Gemoy sudah siap"
Hafiz masih terdiam menatap Zahra "Sayang ini benar kamu ngk dandan sama sekali? " tanya Hafiz
"Iyah,,, sesuatu perintah Kak"
Hafiz menarik Zahra kedepan Cermin dengan posisi Zahra didepan Hafiz "Liat deh,, Kamu ngk dandan Aja Udah Cantik, Apalagi kalau dandan"
"Iyah juga yah kak, Jadi Zahra harus bagian mana?, Owh Iyah bagaimana kalau Zahra pakai Helm aja! "
"Iyah juga sih sayang" ucap Hafiz serius.
"Ih kak Hafiz, padahal Zahra tadi hanya bercanda" ucap Zahra yang kesal.
"Tapi Kak serius"
"Bisa-bisa,,, Zahra dikira Capung masuk Gramedia lagi kak"
Hafiz sudah tidak tahan menahan tawanya, ternyata sangat mudah membuat kacau mood bumil."Iyah sayang maafin kak yah"
Hafiz memeluk Zahra dari belakang melihat pantulan mereka didalam Cermin Aesthetic didalam kamar. "Kamu adalah wanita yang dikirim Allah untuk Kak, dan telah menghadirkan buah hati didalam rahim kamu. Sungguh Allah dan Rasul sangat memuliakan seorang wanita sehingga rahim dititipkan kepada perempuan bukan kepada laki-laki"
"Lagian sih kak Zahra berfikir bagaimana jadinya kalau Allah menitipkan rahim kepada laki-laki" tanya Zahra
"Bisa-bisa remuk tuh bayi. Tau ngk sayang kenapa seorang perempuan yang harus memiliki rahim"
"Ngk tau kak"
"Karena hati seorang perempuan sangat lemah lembut, Penyayang dan mudah menagis. Selain bayi perempuan adalah makhluk yang paling mudah menangis, paling peka hatinya"
"Owh begitu yah kak. Terimakasih kak Zahra mecintai kak karena Allah" ucap Zahra yang kecium pipi suaminya.
"Kak Juga mencintai Zahra karena Allah" jawab Hafiz membalas ciuman Zahra. Tapi ciuman dari Hafiz mendarat di kening Zahra. Itu karena Hafiz pasrah soalnya istrinya sudah memakai cadar jadi ciumannya mendarat di kening Zahra.
Mall Date,, itulah kira-kira pandang orang-orang yang melihat Zahra dan Hafiz berjalan beriringan dengan tanya yang saling menggenggam dan memakai baju Couple Ala orang yang baru kasmaran. Dan emang iyaa sih mereka lagi kasmaran,, Tapi ingat Zahra dan Hafiz dah Halal. Bukan kyk mereka yang couple-an tapi belum Halal..
Seperti sekarang ini susah 2 jam Hafiz mencari Novel entah Novel apa yang Zahra Cari,, "Sayang Cari Apa sih" ucap Hafiz diambang kelelahan.
"Cari masalah,, yah Cari Novel lah kak" jawab Zahra yang terus berjalan.
"Hadapi bumil harus Sabar 2x lipat,,, Sabar Fizz" ucap Hafiz mengeluh dadanya.
Zahra berjalan sesungguhnya Zahra juga sangat lelah mencari novel yang iah beli sampai bertemu dengan salah satu petugas disana.
"Maaf,,, Novel Karya JhumMw yang berjudul : HIJRAHKU MENEMUKAN CALON IMAMKU belum terbit yah kak" tanya Zahra
"Iyah kak belum terbit kak, Do'ain aja yang kak supaya cepat terbit dan kak bisa beli"
"Baik Terimakasih"
Zahra berjalan menuju suaminya yang sedang membaca salah satu buku
"Eh istri kak kok mukanya kusut banget, pengen disetrika yah? " ucap Hafiz. Hafiz bukannya menenangkan Zahra malah membuat Zahra kesal.
"IHK KAK NYEBELIN BANGET SIH.. AYO KITA PULANG,, NGK MOOD" ucap Zahra mempercepat langkahnya.
"Sayang kenapa"
"Udah ngk mood, dijailin sama kak"
"Iyah kak minta maaf yah,,mana novelnya udah ketemu ngk?" tanya Hafiz berusaha mengalihkan pembicaraan
"Belum terbit"
Hafiz tak kuasa menahan tawa, yang bercampur kesal, karena sudah 2 jam mereka menelusuri setiap inci Gramedia Alhasil Novel yang mereka Cari belum terbit.
"Yah udah istri kak sabar yah, Do'ain juga supaya Novel yang Zahra cari cepat terbit dan banyak peminatnya"
"Aamiin,, kak ayo makan Zahra lapar"
"Baru juga kak mau ajak makan, eh si dede sudah lapar juga. Ayoo lest Go " jawab Hafiz berjalan merangkul Zahra.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
"MAAF TAPI SAYA TADI PESAN JUS MANGGA, BUKAN JUS JERUK"
"Udah lin,,, malu diliat orang.. Mbak maafin teman saya yah,, Jus jeruknya taro disini aja mbak bikinin teman saya Jus Mangga"
Pelayanan itu hanya menganggu dan berlalu pergi.
"Lin low lagi datang bulan yah, marah-marah gitu" tanya uni.
"Iyah" jawab uni singkat.
"Gue udah duga"
"UNI.... LINA!!! Ini kalian kan? "
Uni dan Lina saling melemparkan pandangan, berubah mengenali seseorang yang mengenalinya.
"Ni.. Teman low? " bisik Lina namun bisa didengar oleh Zahra.
"Ok gue salah orang" Zahra memilih pergi namun langkah Zahra terhenti ketika seseorang memeluknya dari belakang.
"Raa loh kok gituh sih, kita itu kangen banget sama low, Hilang entah kemana bagian ditelan bumi" ucap Lina.
"Iyah Ra,, low baik2 aja kan" Uni dan Lina menyadari perut buncit Zahra.
"Tunggu-tunggu low Hamil Ra... Low ngk Hamil diluar nikah kan? " ucap Lina.
"Astagfirullah Lin nggak lah"
"Itu anak Saya" seketika seseorang muncul entah dari asal mana dan mengalihkan pembicaraan Zahra dan Sahabatnya.
"Owh..Emji hay low.. Ganteng banget"
"Eh.. Eh.. Suami gue tuh" ucap Zahra
"SUAMI!!! " UCAP LINA DAN UNI BERSAMAAN.
Zahra terkekeh "Udah santay aja kali"
"Lin Itu Ustadz Hafiz yang sering Ceramah kan, yang selebgram, Youtubers, Tiktokrs" ucap uni.
"Iyah Nii...Copyan dari suami low ada ngk ra" tanya Lina mengalihkan pandangan Hafiz dan Zahra.
"NGK ADA!! " jawab Zahra dan Hafiz kompak.
"Aduh jawabannya kompak banget lagi, membuat para jomblo kebelet nikah dengarnya" lirih Uni dengan muka kusut.
Setelah berbincang-bincang dan makan bersama tak lupa Zahra dan Hafiz menebar kemesraan tanpa sadar kehadiran kedua para jomblo disampingnya.
"Lin kayaknya Hari ini kita salah masuk Mall deh"
"Betul banget Nii,, tapi kalau kita ngk kesini ngk bakalan ketemu Zahra donk".
" Kalian Ambil Hikmahnya saja, bersyukur masih bisa dipertemukan sama sahabat kalian, setelah sekian lama" ucap Hafiz dengan lembut.
"Maa syaa Allah,, pengen yang kayak gini satu, yang ini janji gak bakalan Nolak" ucap Lina yang terkagum-kagum.
"Udah Ganteng,Lembut, Sholeh, sopan dan tidak sombong" ucap Uni.
"Mandangin suami orang secara berlebihan juga dosa low" ucap Zahra dengan Nada yang menyindir.
Uni dan Lina saling melempar pandangan seperti bermain Volly "KAYAKNYA ADA YANG CEMBURU NIH" ucap Kompak uni dan Lina membuat Hafiz terkekeh.
"Ihk apaan sih"
"Udah raa.. Kita ngk bakalan rebut Ustadz Hafiz kok, tapi kalau low mau bagi juga ngk papa" ucap Lina dan berkedip kepada Uni.
"Itu kalau kak Hafiz mau sama kalian" ucap Zahra datar.
Muncul ide jail "Mau kok Sayang"
"ihk kak apa-Apaan sih,, " Hafiz berhasil membuat Zahra kesal.
"Ngk kok sayang,,, Sampai kapanpun kak akan hanya mencintai kamu saja ZAHRA ZULAIKHA IMRAN!!! "
"UDUHHH MELOWWW GUYSSS" ucap Uni dan Lina.
"Udah yah,, Ustadz Hafiz dan Zahra nanti bucin nya dirumah jangan disini. Kasihan Lina tuh, takutnya besok langsung meluncur ke KUA padahal belum punya Calon" ucap Uni yang membawa-bawa nama Lina.
"Ihk Apaan sih low,, jual nama gue... Sebut nama low aja kali yang kebelet nikah liat Rara.. "
"Owh Iyah,,, berhubung ZAHRA ZULAIKHA IMRANA ISTRINYA USTADZ HAFIZ disini jadi kita mau undang ke Acara Alumni Sekolah kita" ucap Lina.
__ADS_1
**Bersambung....
Maaf yang Guys Baru Update 🙏🙏**