
Di tempat lain....
Seseorang di sambut dengan meriah, semua orang saling berjabat tangan. seseorang itu terlihat gagah dan tampan meskipun hanya memakai kemeja panjang setelan celana kain jam tangan Ala kepribadiannya dan tak lupa memakai masker tak lupa pula dengan tataan rambut yang rapih dan sedikit kesamping.
Selain masih menjadi seorang mahasiswi Hafiz juga terkadang mengisi kajian online ataupun offline, dan kesempatan hari ini Hafiz mengisi kajian di tempat kelahirannya. dan membawakan tema yang berjudul.
...******Berhijrah itu indah******...
Para kau hawa sangat kagum dengan Hafiz yang mereka sebut sebagai ustadz muda, Mereka banyak melihat vlog Hafiz di YouTube maupun di instagram.
Hafiz memang orang yang cuek dan dingin, tpi Hafiz sangat suka membagikan ilmunya lewat vlog pendek ataupun konten youtube miliknya, apalagi ilmu itu dapat bermanfaat bagi banyak orang "HafizbinMalik".
Hafiz duduk di bagian depan bersama dengan orang orang terpenting, hafiz memulai membawa kajian, kaum hawa di bawa tak henti-hentinya memotret muka Hafiz, yah meskipun tertutup dengan masker namun tetap saja ketampanan tidak berkurang. Apalagi saat masuk materi yang ia bawakan Hafiz melepas Masker yang ia kenakan. Supaya terlihat Sopan.
Seorang wanita dengan tatapan penuh kebencian menatap hafiz.
Bagaimana mungkin orang yang kalian idolakan itu dan kalian bangga-banggakan telah menjadi penyebab kematian ibuku " Batin Zahra "
Zahra memang sengaja mengikuti kajian itu, Zahra ingin balas dendam atas kematian ibunya, di sebabkan oleh seorang ikhwan yang bernama Hafiz. Namun Uni meminta untuk ikut dengan Zahra.
Uni takut jika Zahra melalukan apa-apa yang lewat dari batas dirinya sendiri, karena kebenciannya.
"Zahra kamu tenang yah, ini tempat kajian tolong tahan emosimu," Ucap Uni sambil memenangkan Zahra.
Zahra sudah lewat batas, kesabarannya sudah habis melihat Seorang lelaki yang sok suci itu di atas panggung dengan perasaan tidak bersalah, kepada Zahra sedikit pun
Zahra pun berdiri dan berteriak....
"DASAR PEMBUNUH,,,,SOK SUCI GW BENCI SAMA LOW"
__ADS_1
"Zar low tentang yah"
"NGGAK NI...DIA PENYEBAB MATINYA BUNDA GW"
"Low sabar dulu liat orang pada liatin kita" lirih Uni yang berusaha menenangkan Zahra.
Uni langsung menyeret Zahra keluar dari keramaian, dari tadi Zahra terus saja di bicarakan oleh kaum hawa yang ada di tempat kajian, untung Zahra memakai masker jadi wajahnya sulit dikenali.
"Zarr.. low malu maluin diri sendiri" ucap Uni yang mulai kesal.
"gue nggak bisa tenang Uni" lirih Zahra
"iyah gue tau, gue juga rasain apa yang low rasain, tapi caranya nggk kek gini. bunda klw liat low kek gini pasti dia nangis dan nggak tenang di sana" saran Uni.
"Jdi gue harus gimana niii" tanya Zahra suara lesuh
"Zar kamu harus bisa ikhlasin bunda dan dekatkanlah diri kamu kepada Allah agar jiwamu merasa tenang dan tentram, Allah tidak akan mengambil sesuatu dalam hidupmu jika itu terbaik untukmu mu dan sudah waktunya." saran unii.
*jika kalian merasa punya dendam kepada seseorang maka buanglah jauh - jauh karena itu hanya merugikan dirimu sendiri dan salah satu sifat yang di benci Allah
jadi balas dendam terbaik bagi orang yang beriman ada menjadikan dirinya lebih baik lagi.
(When Ustadz Hafiz Said*)
Flashback Off
Zahra terdiam dan mencerna saran Uni sambil mengingat kata-kata dari Ustadz Hafiz pada Saat kajian tadi.
"Kita pulang saja"
__ADS_1
"Acaranya kan belum selesai Zarr"
"Kalau kamu mau tinggal disini, tinggal aja. aku bisa pulang sendiri"
"Ok aku ikut sama kamu"
...🌺🌺🌺🌺🌺🌺...
Sesampainya Zahra dirumah, Zahra langsung membersihkan tubuhnya dan melakukan sholat isya'.
Duduk di sajadah dan menagis sejadi-jadinya serta curhat kepada sang Maha Kuasa adalah aktifasi yang dibutuhkan Zahra untuk sekarang ini.
"Yah Allah maafkan lahh hamba mu ini yang mungkin banyak dosa, Ya Allah sungguh hamba belum ikhlas sepenuhnya atas kepergian bunda yang sosok aku cintai. Ya Allah berikanlah hukum yang setimpal untuk orang yang telah menyebabkan kematian bunda ku, hanya engkau hamba memohon pertolongan.
“Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiro, waliljamii'il muslimiina walmuslimaati, walmu'miniina wal mu'minaati Al ahyaa'i minhum wal amwaati, wataabi' bainanaa wa bainahum bil khoiraati, robbighfir warham wa annta khoirur roohimiin, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil adhiimi.”
Aamiin aamiin ya rabbal alamiin.....
Setelah selesai sholat dan berdoa kepada sang Pencipta diiringi dengan Tadarus, Zahra memilih membaringkan tubuhnya dan tak butuh waktu lama Zahra pun tertidur dengan mukena yang belum di lepas dari tubuhnya.
seorang wanita cantik pun masuk di kamar Zahra dengan pakaian piamanya.
" Adekku yang tersayang kak tau apa yang kamu rasain, Kak juga sangat terpukul atas kepergian bunda. tapi untuk balas dendam yang Uni ceritakan ke kakak semoga kamu tidak melanjutkan dendam itu. Sungguh Allah tidak suka pada Hamba yang pendendam" ucap kak fitri sambil mengusap kepada Zahra lalu memilih untuk tidur di sampai adek nya dengan posisi memeluk Zahra.
Bersambung.....
...****************...
Terimakasih sudah setia membaca novel "Hijrahku menemukan Calon Imam ku".
__ADS_1
Sedikit bocoran Eps selanjutnya akan Saya ubah Zahra menjadi cewek yang lebih baik dan lebih taat kepada Allah.
Mohon Saran dan Support yah, biar saya semngat updatenya 🙏🙏.....