
Sudah 3 hari Zahra dirumah sakit dan sekarang Zahra sudah bisa pulang di jemput oleh Ayah dan Kak Fitri. Saat ini kondisi zahra masih sedikit lemah ditambah lagi Zahra trauma dengan kejadian yang menimpanya.
"Zahra bagaimana kalau kita liburan bareng Ayah, Zahra mau kemana ke Paris, London, Swiss atau ke Bukit biar Zahra dapat menghirup udara segar" tanya fitri yang bersemangat menghibur Adek kesayangannya, namun dihiraukan dengan Zahra yang posisinya menghadap keluar jendela.
Pak Abdul hanya memberi kode kepada Fitri di job belakang untuk tidak terlalu berbicara kepada Zahra dan Fitri hanya bisa menganggu setelah itu membuang muka.
Di tempat lain...
Hafiz baru saja selesai melaksanakan sholat Dhuha, setelah itu menelpon Umi membicarakan tentang pernikahannya dengan Zahra...
Tringgg...
"Assalamu'alaikum Umi"
"Waalaikumsalam nak"
"Hafiz ingin bicara sesuatu sama Umi, Hafiz ingin menikah dengan wanita pilihan hafiz"
"Alhamdulillah, ternyata anak Umi sudah dewasa, dengan siapa kamu ingin menikah? "
__ADS_1
"Dengan putri dari pemilik pondok tempat mengajar hafiz Umi, Maaf Umi tapi bagaimana dengan perjodohan yang pernah dikatakan Abi? Hafiz takut Abi marah dengan Hafiz karena menolak wanita pilihan Abi"
"Hafiz tenang yah Nak Umi nanti bicara sama Abimu dari hati kehati, insyaallah Abi ngerti kok dengan pilihan Hafiz"
Setelah Anak dan seorang ibu itu berbicara lalu melepas kangen mereka masing-masing Hafiz menutup telpon dan tak lupa mengucapkan Salam kepada uminya.
Sekitar 20 Menit menuju rumah pak Abdul kini Zahra pun sampai dirumah tempat Zahra mengukir banyak kenangan.
Zahra beristirahat dikamar merebahkan sedikit tubuh yang lelah, Non Zahra minum obat dlu yah. Baik Bi Terimakasih. Ucap Zahra.
***Tok...
Zahra Apa Ayah boleh masuk? ucap Pak Abdul di Ambang pintu. Iyah Ayah masuk saja Zahra nggakk kunci pintu. Pak Abdul membuka pintu dan melihat Putrinya sedang membaca buku.
"Wah Anak Ayah serius banget yah bacanya, hmm nggk kok yah ini lagi ngilangin Gabut aja. Owh Iyah Ayah ada perlu apa kekamar Zahra. Hmm pasti ada sesuatu nih."
"Ayah hanya melihat kondisi putri kesayangan Ayah apakah sudah baikan atau makin layu. ihk Ayah dikira Zahra Bunga Apa" jawab Zahra ketus
"Iyah Ayah Minta maaf deh" ucap pak Abdul sambil mengeluus kepada Zahra. Zahra Ayah ingin bicara sesuatu kepada Zahra. Bicara Apa yah, tuh kan Zahra juga bilang apa pasti ada sesuatu deh."
__ADS_1
Ayah ingin Zahra menikah Dengan Ustadz Hafiz, Zahra Harus mau yah. ucap Pak Abdul
Zahra terdiam dengan mencerna perkataan Ayahnya.
(Hmm ternyata Tuhan berpihak kepada Zahra, dengan ini Zahra dengan mudah balas dendam kepada si pembunuh itu. Apapun Zahra akan lakukan walaupun masa depan Zahra taruhannya)
"Baiklah dengan Izin ayah Zahra mau menikah dengan Ustadz Hafiz" jawab Zahra dengan senyuman.
"Alhamdulillah Ayah kira kamu tidak setuju dengan pilihan Ayah, setuju ataupun tidak Ayah pasti menikahkan mu dengan Hafiz. Karena Hafiz berjasa dengan keluargan kita"
"Maksud Ayah Apa yah? Ustadz hafiz berjasa di kelurga kita" tanpa Zahra dengan penuh penasaran.
"Ok mungkin saatnya kamu tau Nak, Dulu Bunda Saat melahirkan kamu Perusahaan Ayah Bangkrut dan Ayah bingung harus dapat biaya untuk ibu kamu lahiran. ditambah ibu kamu harus diCesar. Ayah Saat itu Tidak tau Harus pinjam uang dimana."
"Sampai ketika Ayah bertemu dengan Abi Ustadz hafiz dan Abi ustadz hafiz dengan suka rela meminjamkan uang untuk Ayah. Jika bukan karena bantuan dari Abi Ustadz Hafiz mungkin kamu tidak akan ada didunia ini nak"
Tanpa Sadar Zahra menjatuhkan Airmatanya Zahra bimbang dengan dendamnya sendiri apakah lanjut atau hanya sampai dsini. Zahra dengan Cepat menghapus Air matanya.
Bagaimana nih guys..
__ADS_1
akankah Zahra luluh...