
Fatimah dan Zahra kini menjadi teman baik, Fatimah adalah sosok akhwat yang baik hati, mudah berbaur kepada akhwat yang lain dan Fatimah juga telah menjadi salah satu pemimpin keamanan dalam pesantren.
"Oiyah kalau boleh tau, Kak Fatimah sudah berapa lama " tanya Zahra
"Alhamdulillah sudah 10 tahun"
"Zahra jangan panggil kak dong, panggil Fatimah aja" ucap Fatimah sambil mengelus pundak Zahra.
Fatimah memang lebih tua daripada Zahra, jarak umur mereka mungkin sekitar 5 tahun. Takkala itu Fatimah masih kelihatan umur 19 tahun, dengan kulit yang tidak terlalu putih dan mata cantik aurat nya tertutup dengan jilbab, tutur kata yang lembut mampu membuat ikhwan mana pun ingin meminangnya.
Fatimah memang sudah cukup umur untuk menikah, namun Fatimah belum ingin menikah karena suatu alasan. Tak lagi Abi dan Uminya bercerai waktu Fatimah masih umur 12 tahun. Mungkin itu adalah salah satu trauma yang sulit dia lupakan.
"I-yah Kk, eh Fatimah maksudnya" ucap Zahra sambil memeluk Fatimah.
"Oiyah Zahra nanti kita sholat berjamaah di masjid dan kamu nggak boleh telat yah, Karena siapa pun santriwati yang terlambat sholat magrib pasti akan dapat hukuman dari Ustadz Hafiz" ucap Fatimah.
"U-stadz Hafiz?? " tanya Zahra terbata-bata
"Iyah, dia Itu Ustadz paling muda disini posisinya lebih tinggi daripada saya. Ustadz Hafiz berjadwal jadi Imam sholat di waktu subuh dan Magrib. Karena dia jadi keamanan sekaligus , jadi akhwat yang lain tidak mau terlambat sekaligus cari perhatian sih sama ustadz Hafiz, Secara kan hampir semua akhwat tergila-gila padanya. Dengan suaranya yang syahdu pokoknya itu deh. ucap Fatimah
" Ihk Amit-amit klw a idaman gue, secarakan dia pembunuh " Batin Zahra.
"Oiyah Zahra aku pamit dulu yah, aku masih ada urusan nih. Semoga kamu betah yah disni, Daaa Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
Waktu magrib sekitar 10 menit lagi.
Zahra pun bersiap-siap untuk ke masjid.
__ADS_1
Zahra sudah sampai dimasjid dan memilih saf paling depan.dengan styles mukena putih dan Cadar berwarna hitam.
"Aduh kok perut gue sakit begini yah" Batin Zahra.
Zahra memilih ke toilet sebentar, setelah Zahra keluar dari toilet salah satu santriwati melihat bercak merah di mukena Zahra.
"Ihk apaan tuh, mbak klw haid jangan maksain ke Masjid donk hanya karena jadwal ustadz Hafiz jadi imam" kata santriwati 1
"Malu - maluin banget sih jadi akhwat, Najis tau" Ucap santriwati 2
Salah satu santriwati mendorong Zahra hingga terpeleset, dan Seseorang Ustadz sedang melihat perlakuan santriwati itu.
Ingin sekali Zahra menjambak mulut mereka yang bicara tanpa asal itu, padahal Zahra nggak lakuin apa-apa, Zahra juga baru dsini. Tapi Zahra mengurungkan niatnya karena Zahra tidak mau membuat keributan di hari pertanyaan di pesantren.
Seseorang langsung membantu Zahra dan melingkarkan sarung ketubuh Zahra untuk menutup bercak darah haid Zahra, dan Langsung menggendong Zahra ke kamar khusus Santri.
Zahra yang mendapat perlakuan yang tak biasa hanya bisa membulatkan matanya. Zahra telah berlalu dari santriwati yang telah menuduhnya dan beronta-ronta minta diturunkan.
Ustadz itu langsung menurunkan Zahra dan hanya terdiam lalu kembali ke masjid.
"Masih untuk saya tolongin klw tidak mungkin dia sudah sudutkan sama mereka, Astagfirullah ya Allah Ampuni hamba telah menyentuh seseorang yang bukan mahram hamba.Hafiz low kok bisa gini. Batin ustadz Hafiz"
Tak Cukup waktu lama setelah sholat magrib seisi pesantren pun di hebohkan dengan berita hoaks antara Zahra dan Ustadz Hafiz.
Cery dan Nia sebagai penyebar gosip itu.
"Jangan - jangan ustadz Hafiz sudah menikah lagi sama cewek itu" ucap salah satu santriwati.
"Bukan, Akhwat bercadar itu yang cari muka sama ustadz Hafiz, dia itu baru di pesantren ini jadi kita harus beri dia pelajaran" Ucap Ceri
"Iyah waktu akhwat bercadar itu datang dia langsung berduaan sama Ustadz Hafiz di koridor pesantren tidak tau malu banget kan" ucap Nia.
__ADS_1
Flashback on
waktu Zahra dan Hafiz sedang berada di koridor, Nia melihat Zahra dan Hafiz saling mengobrol dan nia beranggapan Zahra menggoda ustadz Hafiz dengan menggendong kucing kesayangan ustadz Hafiz. Nia pun membesar-besarkan Cerita Ustadz Hafiz dan Zahra.
Flashback Off
"Owh begitu yah ceritanya, Astagfirullah percuma bercadar jika menjadi wanita penggoda" ucap salah satu santriwati.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
Zahra didalam kamar tak mampu menahan sakit, Apalagi Zahra lupa membawa obat untuk menahan perih dikalah Zahra sedang haid.
Zahra Ingin meraih minum yang ada di meja, namun terlambat Zahra pingsan dan kaca yang berisi air pun Zahra senggol hingga terjatuh dan berbunyi suara pecah di dalam kamar.
Ustadz Hafiz yang tidak sengaja lewat di depan kamar Zahra mendengar suara pecah itu, dan langsung mendobrak Kamar Zahra.
Ustadz Hafiz melihat Zahra sudah terbaring lemas.
Tanpa pikir panjang ustadz Hafiz langsung menggendong Zahra...
Bersambung...
...****************...
Assalamu'alaikum
semoga Episode ini kalian suka yah, Maaf baru update sekarang 🙏🙏
Terimakasih yang sudah Vote. jangan lupa Komen dan Saran kalian akan selalu saya tunggu..
Wassalamu'alaikum
__ADS_1