
🦋🌻
"Kak,,, ini kak Hafiz kan?" Tanya Zahra yang masih didepan pintu Utama.
"Iyah,, Humaira" jawab Hafiz
"Bi..... Ini Zahra ngk mimpi kan, Kalau Zahra mimpi tolong jangan bangunkan Zahra bi.. " Ucap Zahra dengan Airmata yang sudah mengalir dibalik Cadar nya.
Hafiz langsung memeluk Zahra dengan Erat dan terdengar lah suara Tangis bahagia "Hikss,, Kak,,, Zahra kangen sama kak"Lirih Zahra yang masih dalam pelukan suaminya.
" Hmmm" jawab Hafiz
"Kak,,,, Kak masih hidup kan? " Tanya Zahra yang mencoba melepas pelukan dari Hafiz.
"Jangan dilepas ra,, Kak rindu kehangatan darimu" jawab Hafiz.
"Kak ini kita masih di Depan pintu Utama low, Nanti ada yang liat gimana" Lirih Zahra
"Oiyah,,, Kak kebawa suasana heheh,, Yuk kita kekamar" Ajak Hafiz.
"Tunggu dulu,, Kak Sudah makan kan? " tanya Zahra dengan dahi yang berkerut.
"Iyah udah tadi sama Abi" jawab Hafiz dengan terus melangkah.
"Abi... Abi yang mana?"
"Abi kamu sayang" jawab Hafiz dengan menarik hidung Zahra, Sungguh istrinya ini makin menggemaskan setelah lama tidak bertemu.
(Bukannya Abi ke Eropa yah,,,, berarti selama ini kak Hafiz di Eropa dong) batin Zahra
Hafiz yang melihat Zahra sedang melamun entah memikirkan apa, Langsung menggendong Zahra Ala Koala.
Sontak Zahra Kaget Tapi bahagia sih "Ihk kak Gendong ngk bilang2" tanya Zahra.
"Habisnya kamu lama banget sih, Kak udah kangen banget low sama kamu, pengen langsung makan" jawab Hafiz.
Pipi Zahra merah merona "Untung Saja aku masih memakai Cadar" batin Zahra.
Sekarang mereka berdua berada didalam kamar "Ihk kak bau, mandi dulu sana" Rengek Zahra yang terus dipeluk oleh Hafiz bahkan sudah Hampir 1 Jam dalam posisi seperti itu.
"Olahraga dulu yah Sayang, kak kangen banget soalnya" ucap Hafiz manja.
"Kak mandi dulu sana, Zahra udah ngk tahan nih pengen Mun-- Oekk,, , Oewkkk.. " Zahra langsung lari kekamar mandi disusul oleh Hafiz.
"Ra.. Kamu ngk papa kan? " tanya Hafiz.
"Ngk papa kak, Akhir2 ini Zahra memang begitu,, udah sana kakak mandi setelah itu Zahra mau bicara sama kak" ucap Zahra dengan mendorong Hafiz masuk.
"Tapi Raa,, , kak"
"Ngk ada Tapi.. Tapi.. . Yah.. pokoknya mandi".
Setelah melakukan ritual mandi selama 15 Menit, Hafiz berjalan mengambil pakaian ganti, setelah sudah rapih hafiz menghampiri istrinya yang sedang Asik membawa Novel.
" ra.. Boleh kan sekarang kita " ucap Hafiz yang langsung memeluk Zahra.
Zahra mengendus bau yang anehh "Mau apa tuh kak, bau banget" ucap Zahra yang menutup hidung dan mulutnya.
"Ini kan Parfum yang kak sering pakai, kamu juga suka" jawab Hafiz heran.
"Udah kak ganti baju sekarang, kalau perlu Mandi lagi" usir Zahra yang terus menjauh dari Hafiz.
"Aneh kamu ra,, , banyak berubah.." Ucap Hafiz dengan berjalan mengambil pakaian ganti.
"Iyah kak Zahra memang Banyak berubah" ucap Zahra pelan Namun masih bisa didengar oleh Hafiz.
"Tuh kan,, , jangan2 udah Nemuin calon suami baru lagi".ucap Hafiz yang selesai mengganti pakaiannya.
Keluarlah ide Zahra untuk menjasang sang suami "Bukan Calon Suami sih, Tapi Zahra sayang kedia melebihi sayang Zahra kek kakak" jawab Zahra yang masih Fokus membaca novel.
Hafiz makin tidak karuan, Hatinya bertanya-tanya "Dengar gituh, , kak ngk usah pulang aja" lirih Hafiz kesal.
"Owh jadi kak nyesel nih pulang? "
__ADS_1
"Ngk tau" jawab Hafiz yang mesih kesal.
Zahra sudah menahan Tawanya sejak tadi "Yaudah kalau mau ke Eropa lagi, nanti Zahra Cari Daddy baru aja untuk Dede Zahra"
Ucapan Zahra berhasil mengambil perhatian Hafiz "Dede,,, ,, Daddy" tanya Hafiz.
"Iyah,,,, , Zahra Hamil udah 3 Minggu" ucap Zahra dengan mengelus perutnya yang masih datar.
Hafiz dengan sangat bahagia langsung bersujud Syukur kepada Allah, dan Tak henti-hentinya berdoa dan Bersyukur.
"sayang ini betul anak kak, bukan anak orang lain? "
"Astagfirullah lah, kk kira Zahra apaan" jawab Zahra dengan mata yang melotot.
"Maaf sayang Zahra hanya bercanda"
"Hikss... Hikss.. Daddy ngk percaya sama kita , ayo kita pergi saya dari sini! " ucap Zahra belum juga bergerak Zahra langsung ditarik oleh Hafiz ke pangkuannya.
"Udah yah nangisnya,, Dede Maafin daddy yah tadi ini daddy khilaf jadi salah ngomong" lirik Hafiz yang terus mengelus perut Zahra.
Sketika suara tangis Zahra langsung terdengar "Hikss... Hikss.. . Zahra bersyukur banget kak sudah pulang jadi Zahra kalau ada Apa2 tinggal bilang aja sama kak. Zahra selama ini kesusahan ngk ada kak disini. Seperti anak ayam kehilangan induknya" ucapan Zahra yang terakhir membuat Hafiz terkekeh, Sungguh Istrinya ketika Hamil tambah Gemesin.
"Iyah Maafin kak yah,,kakak janji akan penuhi semua kebutuhan kalian. Kakak ngk bakalan ninggalin Zahra sana dede lagi" ucap Hafiz seraya menghapus airmata Zahra.
"Cium dong,, , " ucap Hafiz merayu Zahra.
"Hmmm bagaimana yah" Zahra sempat berfikir lalu mencium Hafiz.
"Bukan disitu Sayang Tapi disi---" belum Selesai ucapan Hafiz suara ketikan dari luar
Tokk.. . .
Tokk.. .
Tokk..
Hafiz menatap Zahra, Zahra hanya bisa diam dan nahan tawanya akib tingkat lucu suaminya.Hafiz berjalan membuka pintu
"Hafiz,, , anak Umi baik2 saja kan, " Pelukan dari seorang ibu
Umah melirih Zahra yang berjalan dibelakang Hafiz "Kalian berdua,, , maaf yah umi jadi ganggu kalian" ucap Umah sedikit menggoda Hafiz dan Zahra.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
Seorang murid sedang berlari mengelilingi lapangan sekolah dengan memegang papan diatas kepalanya tertulis "SAYA KAPOK BOLOS DAN SAYA JANJI TIDAK AKAN BOLOS LAGI!!"
Sudah 97X murid itu mengelilingi lapangan kampus yang cukup luas, Untung aja dia dihukum ketika para murid sedang belajar kalau tidak jatuhlah harga dirinya.
"99 dan seratuss,,,,, Ahhh.... Gila tuh guru killer banget, gue sumpahin 7 Turunan jadi perawan tua"
"Ok lunas" ucap kak fitri pergi...
"Bos low ngk papa"
"Ngk papa, ngk papa low liat gue tadi ngapain low tanya lagi, minggir low. Gue mau pulang"
(Baru juga dihukum udah mau bolos, Boss,, bos,, emang ngk kapok-kapokny).
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
Rumah Zahra.. . .
"Udah kayak pengantin baru saja kalian" ucap Abi Malik. Melihat Zahra dan Hafiz Saling bergandengan.
"Abi bisa saja, abi juga mau tuh ada umi" jawab Hafiz
Hafiz dan Zahra duduk dengan tangga yang masih bergandengan
(Jika low bukan kak kandung gue, udah lama gue bunuh low kak, bikin gue iri saja) batin Yahya.
"Bi.. Tuh jomblo disamping abi kapan pulangnya" tanya Hafiz melihat kehadiran Yahya.
"Udah 3 minggu yang lalu kak, " jawab Yahya.
__ADS_1
"Kusut banget mukanya, pengen nikah yah" ledek Hafiz.
"Iyah,, tapi Calon Yahya direbut sama kak" ucap Yahya polos
Seketika semua orang diruang tamu terdiam menanggapi ucapan Yahya barusan.
(Aduh yah low kok keceplosan sih. Malu- maluin diri sendiri apalagi didepan Zahra)
"Kalian serius banget, hahahaha Yahya hanya bercanda" ketawa Yahya yang berusaha mengalihkan pikiran mereka.
"Abi kira kamu suka juga sama Nak Zahra" tanya Abi Malik.
"Mungkin kalau kak Hafiz belum menikah dengan Zahra hehhe" jawab Yahya yang menjaili Hafiz.
"Maksud kamu apa yah" tanya Hafiz heran.
"Kak tipsnya dong biar dapat istri secantik kak Zahra, kak pintar banget deh Cari cewek" goda Hafiz.
Walaupun pernikahan Zahra dan Hafiz berawal dari perjodohan Ayah Zahra tapi Hafiz dan Zahra sekarang sudah saling mencintai dan kebencian Zahra sudah terganti dengan Cinta yang telah diTanam Hafiz di Hati Zahra. Apalagi sekarang Zahra mengandung Anak Hafiz.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
Seseorang sedang menghentikan pesan untuk dikirim ke penerima..
(Dia sudah kembali kekeluargaannya, lakukan rencana yang kedua jangan sampai gagal)
Plaakkk...
Hafiz menepuk punggung adeknya sedikit keras "Eh dek luk kok balik ke Indo ngk bilang2" tanya Hafiz
"Biar suprise donk kak" jawab Yahya dengan memasukkan HPnya kesaku belakang.
"Truss waktu kak nikah low juga ngk pulang"
"Owh itu Yahya ngk sempat pulang soalnya kak nikah dadakan sihk, trus tabrakan sama tugas kampus jadi Yahya ngk liat dek kak ijab Qobul" ucap Yahya.
(Jika Yahya berhasil pulang pasti pernikahan kak Yahya batalin, Enak aja kak ambil bidadari yang selama ini gue incer oleh kak gue sendiri: batin Yahya).
"Ya elah muka jangan ditekuk juga kali, nanti juga low dapat keponakan dari kami" lirih Hafiz.
"Jadi kak udah... Udahh" jawab Yahya gagap.
"Yaiyalah udah,, , eh tadi chat sama siapa. Sama cewek yah" lirih Hafiz yang menjaili Yahya.
"Bukan urusan kakak" jawab Yahya Acu.
"Jangan kelamaan main cewek,, langsung lamar aja. Ngk baik lama- lama" ucap Yahya yang berlalu pergi.
(Luh sih main sat set aja,, , orang itu milik gue,,ingin ku putar kembali waktu ya Allah. Biar gue aja yang nikah sama Zahra. Yah gue kalah gercep nih guys : batin Yahya dengan memandang pepohonan)
(Waktu Zahra ketemu sama bang Yahya bilangnya Hafiz yang suruh untuk nolongin Zahra, Tapi kenapa Kak Hafiz ngk tau kalau adeknya pulang dari Luar negeri,, Wah pasti ada yang aneh nih. Zahra harus kasih tau Abii supaya kecurigaan Zahra ilang) batin Zahra yang sempat mendengar pembicaraan Hafiz dan Yahya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
**Yahya sih ngk gercep guys jadi sang pujaan hatinya diambil orang deh heheh...
Guys Maaf yah lama baru Up soalnya ada sedikit masalah heheh...
OWH IYAH KEMARIN NOVEL INI BARU MASUK KONTRAK,, ALHAMDULILLAH BERKATA DUKUNGAN KALIAN..
SEMOGA CERITA "HIJRAHKU MENEMUKAN CALON IMAMKU" TERUS BERLANJUT YAH🙏😊
jangan lupa, Vote komen dan Share yah
Follow IG :_jhuumm26
Syukron yang udah baca. dan syukron banyak2 yang udah support dari Awal yah
TYPO TANDAIN YAHHH GUYSSS
__ADS_1
I LOVE YOU❤😘**