Hijrahku Menemukan Calon ImamKu (END)

Hijrahku Menemukan Calon ImamKu (END)
Sayang


__ADS_3

"Selamat pagi sayang, ucapan Hafiz"


Detak jantung Zahra sudah tidak bisa iah kontrol lagi, pipinya mulai kemerah-merahan padahal baru saja bangun tidur..


"kak kok panggil sayang sih"


"emang nggk boleh yah, panggil istri sendiri dengan panggil saya? " tanya Hafiz sambil bangun dari kasur menuju ke kamar mandi.


"Aduh jangan sampai Kak Hafiz dengar detak jantung Aku lagi, Aku harus apa kalau ketahuan" batin Zahra


"ketahuan juga ngk papa akukan suami kamu hehehe," jawab Hafiz yang baru saja selesai mandi, rambut yang terlihat basah membuat dia semakin ganteng dan Manis dengan senyum khas dari dirinya. Padahal dia dikenal sebagai ustadz cuek dan dingin.


"Ayo sekarang mandi Sayang, Kak mau ke Pondok, kamu nggak mau ikut. Tdi paman Ali kirim pesan di Pondok Ada Ujian diakhir Tahun jadi kamu harus ikut meskipun sebagai santri baru"


Zahra langsung turun dari kasur dan berlari kekamar mandi, Upss Zahra lupa Ambil handuk. Bagaimana jadinya yah heheh


"Kak Zahra boleh minta tolong gak" Teriak Zahra di dalam kamar mandi.


"Iyah knp, Hafiz pura-pura tidak tau"


"Handuknya lupa Zahra bawa, tolong Ambilkan"


Hafiz berdiri dan mengambil handuk dilemari. Mana tangan kamu? Udah kak lempar saja ini Zahra bukain pintu sedikit. Nih Ambil sambil menyodorkan tangan, ihk kak Zahra kan sudah bilang lempar handuknya, Kalau di lempar nanti basah handuknya, Zahra merampas handuk di tangan Hafiz yang setengah Masuk ke dalam pintu Kamar mandi.


Sekarang Zahra selesai dengan ritual Mandinya, dengan rambut yang terurai setengah dada membuat Nafsu suaminymenggebu-gebu.


"apa kakak liat2 Matanya tuh di jaga" ketus Zahra.


Hafiz terus saja berjalan kehadapan Zahra, sampai Zahra tidak bisa bergerak kemana-mana.


"Kakak Tadi Zahra hanya bercanda heheh"


"Kalau kakak serius bagaimana, tanya Hafiz sambil memegang Dagu Zahra.


Zahra hanya bisa memejamkan Matanya, dengan perasaan yang tidak karuan dan jantung mau Copot


(Nih jantung nggak bisa di ajak kompromi, tolong dong atur kecepatannya. Kalau begini trus bisa-bisa Zahra sekarang mati. gara-gara jantung Zahra ngelewatin batas kecepatannya).


Hafiz langsung menarik pinggang Zahra dan menyeretnya ke kasur dengan posisi Zahra di bawa, Zahra begitu kaget dan membulatkan bola matanya. Apakah sekarang dia harus melakukan itu.


" Tanpa Seizin mu kak gak bakalan melakukan apa-apa, jadi jangan khawatir itu jantung kayak habis lari maraton saja heehh" ledek Hafiz.


Zahra hanya bisa menutup kedua matanya dengan tangannya, Ya Allah malu sekali


"tpi Ciuman bibir bisa kan? "


Tanpa Menunggu jawaban dari Zahra, Hafiz langsung ******* bibir Ranum Zahra, Zahra hanya bisa terdiam seperti patung, Manis juga yah, bibir istriku ini ucapan Hafiz selesai melakukan ciuman bibir kepada Zahra.


"Ihk kak Zahra Malu tau" ucap lembut Zahra


Ayoo siap2 setelah itu kita Sarapan dan langsung pergi ke Pondok, Takutnya Kamu telat Sayang...

__ADS_1


"Apa Sayang...? " tanya Zahra..


"Ya Habibati ku,, heeh yukk Kak tunggu di Bawa yah"


Cupppk.. .


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


Zahra hanya butuh waktu 10 Menit untuk berpakaian, sekarang Zahra sudah siap dan berjalan menuruni tangga dengan Gamis Syar'i nya berwarna Biru muda dengan jilbab dan Cadar yang senada.


"Selamat pagi Non.. "


"Pagi Biihh.... Kak piringnya cuman Satu"


"Hehe.. Iyah kak tadi suruh bibi untuk satukan Makanannya biar kita saling suap2an Nabi saja Pernah Satu piring bersama istrinya dan Kita bisa meraih pahala di dalamnya, bagaimana ya Habibati ku" ucap Hafiz panjang lebar dengan menaikkan kedua Alisnya.


Untuk memperpendek perdebatan Zahra langsung duduk di samping Hafiz dan memakan Nasi goreng yang dibuat oleh bibi. Sesekali Zahra kaku Untuk menyuapi Hafiz karena itu belum menjadi kebiasaan Zahra. Tpi Hafiz dengan mudah mencairkan suasana.


Setelah Mereka Makan bersama Suami istri itu meminum dengan Gelas yang sama, Sungguh seperti Kisah Nabi Muhammad SAW.


"Kak nggak jijik apa minum dibekas bibir Zahra"


"gak Malahan kak suka dengan bibir Zahra, dan itu juga salah satu Sunnah Rasulullah. Bayangkan betapa banyak pahala yang kita raih di hari yang begitu cerah ini, mulai dari Berpegangan tangan, Saling Suap-suapan da minum dengan gelas yang sama"


"MasyaAllah begitu yang kak, kapan2 Zahra minta diceritain kisah Nabi bersama Istrinya yah kak" Ucap Zahra


"Iyah Sayang selama permintaan itu bisa kak penuhi maka kak akan memberikan itu semua untuk mu"


Ucap Zahra dengan memeluk Hafiz.


"Sejak Kapan Zahra sayang sama kak? "


"Sejak Hari itu, waktu Zahra Jailin Kak di pondok, Maafin Zahra yah Kak" Ucap Zahra sambil menundukkan pandangan.


Hafiz lalu mengusap pucuk kepala Zahra dan mengangkat dagu Zahra dengan lembut, Di Malam itu kak Sudah memaafkan Kamu sayang dan kak juga Bahagia sekali ada orang yang jail sama kak karena selama ini gak ada yang mau liat kak tersakiti apalagi kesusahan. Tapi kamu malah umpetin sandal kak, Sampai kak nyeker ke Masjid.


"Iyah kak waktu itu Zahra juga merasa kasihan sama kak, tpi Rasa kebencian Zahra lebih besar kepada Kak. Tpi Hari ini Zahra Sayang banget Sama Kak. Kak adalah Imam impian Zahra selama ini heheh"


Sudah dulu dramanya, nanti Ujian kamu telat lagi. Oiyah Kak Zahra naik Taksir Online Saja Kak. Kok bgitu??. Zahra Takut nanti Rahasia pernikahan kita kebongkar kak. Baiklah tapi kak ngikutin taksi online kamu dari belakang yah. Ok siap Komandan, ucap Zahra tersenyum lebar di balik Cadar nya.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


Sekarang Zahra sudah Sampai di pesantren, Zahra turun dari taksi dan Hafiz melajukan Mobilnya ke Gerbang pesantren. Zahra berjalan menunduk memasuki gerbang.


"Assalamu'alaikum Ustadz"


"Waalaikumsalam..."


Beberapa Santri menyapa Ustadz Hafiz ada juga yang mencari perhatian dan ada juga yang menundukkan pandangan kebawa. Menjaga pandang dari yang bukan Mahram nya.


Ujian akan segera dimulai... .

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Zahra"


"Waalaikumsalam ustazah"


"Zahra beberapa hari ini kamu kemana? Kamu baik-baik saja kan? " tanya ustazah Fatimah


"Alhamdulillah baik Ustazah" ucapan Zahra dengan senyuman lebarnya dibalik Cadar.


"Baiklah kalau begitu kamu siap2 yah dan Yang jadi pengawasan kamu adalah Ustadz Hafiz".


Bagaimana mungkin Ustadz hafiz menjadi pengawas, bukannya kemarin Ustadz Ali yang mengajukan pengawasan di halaqoh Zahra.


Zahra sudah berada di dalam kelas dan Ujian baru saja dimulai. Kenapa Ustadz Hafiz terus saja memandangi Zahra yah, bisik salah satu Santriwati.


"Fokus Zahra jangan dengarkan ucapan mereka, Astaghfirullah Astagfirullahalazim" Zahra tak henti hentinya mengucapkan istighfar.


Ustadz Hafiz berjalan mengawasi para Santriwati dan sampai di meja Zahra, berbisik "Semangat Ya Habibati"


Zahra dengan mata yang melotot berusaha mengabaikan ucapan Suaminya. Kakak Cari Gara-gara banget sama Zahra nih. Seketika Zahra menginjak Kaki Hafiz yang lewat di bangku Zahra.


"Ahhh... " Hafiz meringis kesakitan dan semua tatapan Santriwati tertuju kepada Ustadz Hafiz dan Zahra.


"Ustadz kenapa.. . " tanya Zahra polos dan pura-pura tidak tau.


"Tidak apa-apa kalian lanjutkan Saja Ujiannya, Kaki Ustadz tadi diinjak Gajah, Eh tersandung Bangku"


30 Menit sudah berlalu dan Ujiannya sudah selesai.


...🌤🌤🌤🌤🌤🌤🌤🌤...


"Zahra Hari ini kamu nginap di Pesantren kan? Tanya ustazah Fatimah"


"Aduuh bagaimana yah Ustazah---"


"Ustadzah ingin Curhat sama kamu yah, nginep yah, Saya Mohon Zahra"


"Baiklah Ustazah" jawab Zahra dengan Senyuman.


Zahra meraih ponsel IPhone di sakunya dan mengirim via Chat kepada Suaminya.


'Assalamu'alaikum Kak Malam ini Zahra nginap di Pesantren yah, InsyaAllah bsok pagi Zahra pulang.


...****************...


...****************...


...Maaf baru Update sekarang...


...Saya Ucapkan Terimakasih kepada kalian yang setia Membaca 🙏💙...


...ILOVEYOU...

__ADS_1


...untuk kalian...


__ADS_2