
Drokkkk
Zahra tak sengaja membanting tubuhnya ke pintu, dan perlahan berjalan menuju jenazah ibunya, sesak di dadanya, lelah ditubuhnya membuatnya jatuh.
"Ayok dek kita harus kuat, hekkass hekkass" sambil membantu adiknya untuk berdiri menuju jenazah ibunya
"Bunda, Maafin Zahra andai Zahra bisa merebut darah dari pemuda itu, pasti bunda akan selamat, Maaf Zahra bundaaaa...
Bunda jangan tinggalin Zahra, Zahra sayang bunda hekss hekss," Zahra terus saya menyalahkan dirinya atas kematian bundanya. Dan trus saja menangis di dan memeluk tubuh bunda Ana .
(Kehilangan sosok seorang ibu adalah sakit yang sangat tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, jadi apabila kalian masih memiliki keluarga yang lengkap maka cintai lah dengan sepenuh hati. Karena betapa perihnya merindukan seseorang yang telah TIADA)
"Bunda Zahra berjanji akan balas dendam kepada pemuda itu, Zahra tidak akan mengampuninya kalau perlu Nyawa di balas nyaman."
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
Setelah pemakaman Bunda Zahra dan hadirnya kerabat terdekat yang selalu memberikan kekuatan untuk Zahra dan keluarga.
Zahra masih saja menangis di atas Misan Ibunya dan orang-orang mulai pulang satu persatu.
(Seseorang dari kejauhan tersenyum licik dan merasa kemenangan atas kematian Bunda Anaa)
"Sebentar lagi aku akan menjadi seorang Ratu di keluarga Pak Abdul Imran Isra Hahah hahhah" tawa seseorang wanita.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
Jam menunjukkan 20:00
Seseorang sedang mengotak atik laptopnya sedang mencari informasi dari sosok pemuda yang menyebabkan kematian Ibunya.
Flashback On
__ADS_1
*Andai saja mbak berhasil mengambil darah itu dari rumah sakit B, pasti ibu anda berhasil kami selamatkan, ucap seorang suster
suster pun berlalu pergi
Bunda Zahra janji akan menemukan pemuda itu dan membawa jasadnya ke makam bunda, 'ucap Zahra dengan penuh kemarahan*'
Flashback Off
Akhirnya aku menemukan mu, hah ahah tunggu saja pembalasan ku 'ucap Zahra'
Zahra kini berubah menjadi seorang yang kejam, mungkin saja karena kematian ibunya di tambah lagi tidak ada seseorang yang menasehati nya di usia muda, Ayahnya yang sibuk diluar kota dan Kakaknya yang sibuk kuliah.
Ah ini kan Ustadz Hafiz yang tekenal itu, tidak mungkin dia berbuat seperti itu, memang lah sifatnya sangat cuek dan tidak memiliki teman cewek "ucap Uni"
Kamu kenal sama dia, wah bgus jadi balas dendam ku akan mudah Hahaha "ucap Zahra"
Zarr.. ini bukan jati dirilow yang sebenarnya, jangan jadi pembunuh Zar "nasehat uni"
Hey low jangan sok suci deh, Klw low yang ada diposisi gue low akan lakuin yg gue lakuin ini, gw belum siap kehilangan bunda heks hekss " ucap Zahra sambil menangis "
Apapun caranya demam ku harus terbalaskan Uni "ucap Zahra"
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
Sedangkan di tempat lain....
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Masukkk...
Seorang wanita yang cantik putih mulus dengan rambut yang terurai berjalan dengan lengak-lenggok memasuki ruangan Pak Abdul.
Aduhhkkk...
Kamu tidak kenapa-napa? nggak apa-apa Pak cuman kaki saya kayaknya terkilir deh Pak
Pak Abdul membantu sekertarisnya ke sofa ruangannya, terlihat paha yang mulus putih membuat birahi laki-laki manapun akan tergiur.
Astagfirullah aku tidak boleh tergoda dengan sekertaris ku sendiri " Batin Pak Abdul"
Kenapa Pak, bapak mau pijitin atau tidak? " tanya Silvi manja"
Maaf saya tidak bisa melakukan " ucap Pak Abdul sambil membelakangi Sekertaris nya ituโ
Silvi lalu memeluk Pak Abdul dari belakang dengan manja, bapak yakin tidak tertarik dengan saya secara kan istri bapak sudah meninggal dan bapak pasti masih membutuhkan itu. Bapak kan masih terbilang muda "Goda Silvi"
Silvi lalu menarik Pak Abdul ke sofa untuk duduk, silvi terus menggoda Pak Abdul dengan memainkan jari-jarinya di muka dan di dada atasannya itu.
(Hah bagaimana mungkin kau tidak tergoda dengan ku ini, tentang saja aku bakalan jdi nyonya di perusahaan ini)
Silvi memajukan badannya seolah-olah sedang memperlihatkan gunung kembarannya dan ingin mencium Atasannya dan Tiba-tiba saja.
Bersambung....
...****************...
Maaf yah nanti kita lanjut besok
soalnya sudah ngantuk
__ADS_1
Terimakasih
jangan lupa Saran dan Support dari kalian ๐