Hijrahku Menemukan Calon ImamKu (END)

Hijrahku Menemukan Calon ImamKu (END)
ImamKu


__ADS_3

"Kak itu jahat banget yah sudah menyebabkan bunda saya meninggal.., Seandainya kak waktu itu memberikan Kantong darah yang kak pegang mungkin bunda saya tidak akan meninggal,, Kak itu Ustadz Jahat". Ucap Zahra sambil menodongkan Pistol kepada Ustadz Hafiz.


Zahra tidak memandang siapa yang berada didepannya, tidak memandang Hafiz sebagai Suaminya. Tatapannya hanya kebencian kepada Hafiz.


"Kakak tau siap perempuan yang pernah berteriak memanggil kak sebagai pembunuh, itu adalah saya kak. perempuan yang sudah kak jadikan istri" senyum licik Zahra.


"Zahra tenang dulu kak bisa jelaskan semunya, kamu salah paham sama kak Zahra, tolong jangan nekat seperti itu, Istigfar Zahra,,, Istighfar...." ucap Hafiz berusaha menenangkan Zahra.


Zahra mengarahkan Pistol ke Tubuh Hafiz dan bersiap untuk membunuh Hafiz, Se dendam itukah Zahra kepada suaminya. Apakah tidak ada Cinta dihatinya walaupun sedikit,,, Hanya Allah yang tau.


Brungkkk...


"Istigfar Nak, kamu hampir saja membunuh orang yang tak bersalah dihidup kamu, Maafkan Ayah lupa memberi taumu tentang kesala pahamanmu terhadap Nak Hafiz."


Pak Abdul pun membuka ikatan Hafiz, dan Meminta Maaf kepada Hafiz. Ok bagaimana Hafiz bisa diikat yah Oleh Zahra Mari kita lihat video tayangnya ulangnya heheh...


*Flashback On


Ketika Hafiz sedang membersihkan Tubuhnya, Zahra memasukkan Obat Bius kepada minuman Hafiz.


"Kita lihat saja sampai kapan pernikahan ini bertahan hahah, Tawa Zahra".


Saat Hafiz sedang pingsan Zahra dengan buru-buru mengingat tubuh Hafiz di Atas Kasur.


" Aduhhh berat banget nih orang, makan Apa sih??"


"Andai kak hadir dengan awal yang baik, Zahra mungkin bisa menerima Ustadz Hafiz sebagai suami Zahra"


" Off*


...****************...


Zahra, Pak Abdul dan Hafiz duduk diruang tamu. "Ayah tidak menyangka kamu bisa berbuat senekat itu. Ayah tidak pernah mengajarkan mu untuk seperti itu Zahra, Apalagi Kepada suami kamu sendiri." Nada Bicara pak Abdul perlahan meninggi.


"Ayah tidak paham betapa tersiksa nya Zahra kehilangan bunda, Zahra masih butuh kasih sayang dari seorang ibu, Setiap kali ada Seorang Akhwat dijenguk oleh bunda mereka di Pondok, Hati Zahra merasa teriris. Dan Zahra semakin benci kepada Ustadz Hafiz, Tanpa melirik Hafiz."


Plakkkk...


"Itu karena kamu tidak tau cerita yang sebenarnya, Ayah selalu ingin memberi tau kamu tentang kejadian bunda. Tpi disaat kamu menerima lamaran dari Ustadz Hafiz ayah berfikir kamu telah melupakan kejadian itu dan berusaha mencintai Hafiz."


"Hiksss Ayah sekarang sudah beda, sudah berani menampar Zahra padahal waktu Bunda Masih hidup. Zahra dibentak Ayah saja tidak pernah. Bunda pasti sedih melihat Zahra ditampar oleh Ayah."


"Zahra Ayah minta maaf, Ayah terbawa emosi atas perlakuan kamu" Pak Abdul ingin menggapai tangan Zahra Namun ditepis oleh Zahra.


"Sudahlah yah,, Sekarang Jelaskan saja apa yang Ayah harus jelaskan supaya Masalah ini cepat selesai"


"Pak Abdul memandang Hafiz yang dari tadi sudah mematung, tidak berkata apapun. Baik Ayah akan jelaskan. Waktu kamu berangkat kerumah Sakit mengambil Stok Darah untuk Bunda Ternyata Ayah lupa bahwa Ayah lebih dulu memerintahkan Nak Hafiz untuk mengambil darah drumah sakit itu"


"Tapi kenapa Ustadz Hafiz, tidak menjelaskan Kepada Zahra dan malah cuek kepada Zahra Ayah?" tanya Zahra.


"Waktu itu saya tidak tau bahwa kamu yang bernama Zahra Anak dari Ustadz Abdul karena saya tidak pernah bertemu kamu sebelumnya" jawab hafiz

__ADS_1


"Apaaa,,,, kenapa Ayah baru menceritakan semua ini kepada Zahra. Zahra sudah membuang waktu untuk berurusan dengan Ustadz Hafiz,,,, Ayah jahat" Zahra bangkit dari ruang tamu meninggal Ayah dan Suaminya disana.


"Zahraaa... " panggil pak Abdul


"Ayah biar Hafiz yang menenangkan Zahra. Ayah sebaiknya pulang duluu Ayah pasti Capek seharian mengurus Perusahaan Ayah"


"Baik nak, Ayah titip Zahra yah"


"Baik Ayah,,,," Hafiz mencium tangan Pak Abdul dan mengucapkan salam. setelah itu Hafiz buru-buru ke kamar untuk melihat keadaan Istrinya"


sekarang berada didalam kamar mandi sedang mengguyur seluruh tubuhnya, mengingat kesalahan yang telah iah perbuat kepada Suaminya.


"Ya Allah, maafkan Zahra telah berprasangka buruk kepada hamba mu.. Maafkan Zahra Ya Allah hekkss... heksss."


"Zahra tolong buka ini kakak, Zahra tolong buka pintunya" Teriak Hafiz dibalik pintu.


"Zahra sudah menjadi istri durhaka kepada Kakak, Kalau kak mau benci kepada Zahra , Zahra Akan Terima kebencian kakak kepada Zahra"


"Zahra sampai kapanpun Kak nggak bakalan benci kepada Kamu, Kamu istri kakak Zahra. Jdi bukan pintunya"


Zahra pun memilih untuk membuka pintu, dan betapa terkejutnya Hafiz melihat istrinya pucat. Ya Allah Zahra kamu pucat sekali sini kak bantu.


Hafiz menggendong Zahra Ala Cinderella dan dengan telaten menurunkan.Saat Hafiz ingin bangkit untuk meninggalkan Zahra. Tiba-tiba Zahra memeluk lengan Hafiz.


"Kak Maafkan Zahra, Zahra sudah berdosa kepada kakak dan menjadi istri yang durhaka.. hiksss. kalau kak ingin mence---"


"Zahra jangan bilang begitu, ucapan adalah doa"


"Tpi Zahra sudah jahat sama kak, "


"Sayang,, Sekarang kamu siap2 dulu untuk sholat magrib.Tpi kak Harus ngimamin Zahra yah, tatap Zahra dengan penuh harapan.


"Hmm bagaimana yah,, "


"Kalau kak ngk mau, nggak papa" ucap Zahra dengan kecewa.


"Masa kak nggak mau, itukan sudah jadi kewajiban kakak untuk jadi imam untuk Zahra"


Untuk pertama kalinya Hafiz menjadi imam untuk Zahra. Dengan Suara Hafiz yang begitu merdu melantunkan surah Al-Fatihah dan Disusul Surah pendek. Hati Zahra sangat bersyukur dan mungkin Zahra adalah wanita yang sangat beruntung memilih Pemimpin keluarga seperti Hafiz.


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,,, balik kek kanan


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.... balik kekiri


Setelah itu Zahra mencium tangan Hafiz disusul Dengan Ciuman kening Untuk Zahra.


"Oiyah Aku dengar2 Kak Jago yah Sholawat. Zahra mau dong dengar sholawatan dari kak.


" Boleh sini tidur dipangkuan kak"


Zahra dengan cepat merubah posisinya dengan meletakkan kepalanya di pangkuan suaminya.

__ADS_1


"Zahra Request Sholawat Apa"


"Hmmm.. . Albi_Nadak aja kak... Kak tau kan?"


"InsyaAllah Kak tau"


LIik, ana milki liik


Ta'ala arrob dummini, makhtaga liik


Liik, u rukhi fiik


Ya hobba 'umrana 'umri kullu hakhyishu liik


Hawak huwal hayah


Wintall ana ba'ashyak hawa


Kaan albi muna agmal malak


Yikuun ma'ah


Yah albi nadak witmannak tib anta wayaya


Yah ba'd esniin shuk wa haniin alaiik hina ma'aya


Yah dummini liik, danta habibi hayati liik


Wa ha'iish 'umri 'ashana 'ineek wa 'umri fadak


Seketika Zahra pun terlelap dalam tidurnya, Maa syaa Allah sekali suara Hafiz.


"Ya Habibati... Ya Allah jagalah Istriku ini dimanapun dia berada. Karena Hamba sangat menyayangi nya. Jadikanlah kami pasangan Dunia dan Akhirat nanti,, Aaamiin Aaamiin yah Rabbilalamin...


Seorang Ustadz Tanpa itu mengelus puncak kepada Zahra dan sesekali mencium dan mengucapkan Doa, dan Zikir..



Beginilah Pasangan Halal itu, Zahra dan Hafiz


...Maa syaa Allah sekali tenang Liatnya...


Pacaran setelah menikah itu memang Sangat indah dan Pahala yang diraih pun tidak main2


...😇😇...


...****************...


Terimakasih sudah baca sampai Episode 21


Jumlah bersyukur kepada kalian yang suka cerita Hijrahku Menemukan Calon Imam ku

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2