Hijrahku Menemukan Calon ImamKu (END)

Hijrahku Menemukan Calon ImamKu (END)
Pingsan


__ADS_3

Tanpa pikir panjang ustadz Hafiz langsung menggendong Zahra dan membawanya ke Rumah sakit terdekat.


Ustadz hafiz dikenal sebagai ustadz dingin dan cuek, tpi kenapa dia begitu perhatian kepada Zahra, Ada apa yah??


Ustadz Hafiz hanya bisa memandangi Zahra dengan perasaan campur aduk, karena selama dia kuliah dan mengajar di pondok pesantren ini Ustadz hafiz tidak pernah ingin dekat dengan Akhwat mana pun. dan jangan lupa juga tuh jantung jedag jedugnya ustadz hafiz. heheeh


Setelah sampai drumah sakit, Ustadz hafiz langsung memanggil dokter dan suster. Setelah Zahra sudah diperiksa oleh dokter. Dokter pun keluar dari ruangan pemeriksaan.


"Alhamdulillah istri bapak tidak apa-apa" ucap dokter tersenyum rama.


"Maaf istri yang mana yah dok" tanya Hafiz.


"Istri bapak yang tadi itu, Masa Anda pura-pura lupa . Oiyah saya cek pasien yang lain dulu yah." ucap dokter meninggalkan Hafiz yang tengah bingung sendiri.


" Ada-ada saja dokter Zaman sekarang masa bantuin orang aja dikira Istri saya" ucap hafiz sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tak lama kemudian paman Zahra pun datang kerumah sakit, bersama istrinya.


"Assalamu'alaikum Ustadz hafiz, bagaimana keadaan Zahra"


"Waalaikumsalam, Alhamdulillah Zahra baik-baik saja pak. Oiyah pak Hafiz izin pulang duluan soalnya hafiz masih ada urusan"


"owh Iyah nah Hafiz, Makasih yah sudah membantu Zahra Keponakan saya"


"Iyah pak Sama-sama, klw begitu saya pamit yah pak, Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam".


Pak Ali pun masuk keruangan Zahra, dan memeriksa kondisi Zahra. Alhamdulillah Zahra bisa langsung pulang, karena hanya sakit perut faktor haid yang biasa dialami kaum Hawa.


" Oiyah ini ada obat untuk Zahra, diminum 1 kali saja pada saat haid yah. Oiyah Suami Zahra mana kok nggak kelihatan" tanya dokter tadi.


"Suami yang mana dok, ?? tanya Zahra.


"Wah Suami istri ini sangat unik yah pak, Masa lupa sama istri sendiri, Semoga kalian selalu di beri kebahagiaan" dokter pun memilih pergi.

__ADS_1


"Paman Ali siapa suami yang dibilang dokter, Zahra kenal cowok aja nggak banyak, trus Zahra kan baru pindah ke pesantren" tanya Zahra bingung.


"Sudah-sudah Mari kita pulang, Paman masih ada urusan di pesantren" ucap paman mengalihkan pembicaraan Zahra.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


Di dalam mobil Hafiz masih terngiang-ngiang dengan ucapan dokter tadi.


"Astagfirullah pasti di pesantren lagi heboh dengan gosip aku dan Zahra, Hafiz kenapa sih low nekat banget gendong Zahra" ucap Hafiz sambil memukul stir mobilnya.


Setelah Hafiz sampai di pondok pesantren, Hafiz langsung memarkirkan mobilnya dan memilih untuk beristirahat. Pesantren sepi mungkin karena sudah larut malam jadi santriwati sudah pada tidur.


"Alhamdulillah, tidak ada santriwati yang berkeliaran" ucap hafiz menghelai nafas nya.


Seseorang sedang menjalankan Aksinya untuk menarik perhatian ustadz Hafiz.dengan pura-pura pingsan.


"Assalamu'alaikum ustadz tolong teman saya, dia sedang pingsan"


"Waalaikumsalam, di mana teman kamu"


"Yah Allah kenapa bisa kek begini"


"Saya pun kurang tau ustadz"


Ustadz hafiz hanya melihat keadaan Ceri dan pas Saja ada Santriwati yang lewat.


"Eh kamu tolong bantu teman kamu untuk ke Ruang rawat di Pesantren ini yah, keadaannya tidak terlalu parah, Ustadz ada urusan sebentar" Ustadz hafiz pun meninggal Ceri


(ihk lia luw ongol banget sih, kenapa low nggak jagain. harusnya ustadz hafiz gendong gue sampai ke ruang rawat. kenapa jadi santriwati sih. Awas aja luh lia gue ketok pala lu" batin Ceri)


(Aduh ceri pasti marah nih gara-gara gagal di gendong sama Ustadz Hafiz. Mati lu cerii" ucap Lia takut")


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


Zahra dan paman Ali baru saja tiba di pondok pesantren, Zahra pun keluar dari mobil diikuti dengan paman Ali.

__ADS_1


"Paman yang tadi antar Zahra ke Rumah sakit siapa yah" tanya Zahra.


"Owh itu, jadi yang bawa kamu itu Ustadz Hafiz nak" jawab Paman Ali


"Ahh Ustadz Hafiz, berani banget tuh Ustadz sentuh saya" ucap Zahra dengan penuh kemarahan.


"Eh jangan salah paham dulu, Ustadz hafiz sempat menelpon Paham tapi paman masih di jalan, jadi paman mengutus ustadz Hafiz untuk membawa kamu ke Rumah sakit. Paman Khawatir kamu kenapa-napa." Penjelasan paman Ali.


"Tpi kan paman Zahra,,, "


"Sudah jangan berpikiran yang aneh-aneh ustadz Hafiz adalah Anak yang baik, buktinya dokter tadi ngira kalian suami istri. Harusnya kamu juga Ucapkan terimakasih kepada Ustadz Hafiz yang sudah menolong kamu"


Paman Ali pun berlalu meninggalkan Zahra


(Ok kita liat saja ucapan terimakasih dari Zahra Zulaikha Imrana untuk Ustadz yang Sok Suci itu dan sok baik di depan paman padahal dia adalah pembunuh 'batin Zahra sambil tersenyum di balik Cadar nya).


Zahra pun memilih untuk istirahat dikamarnya.Tak butuh waktu lama Zahra pun tertidur pulas.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


Sedangkan dikamar lain....


Ustadz Hafiz tidak bisa tidur mengingat ucapan dokter tadi, dengan kegelisahan ustadz Hafiz dia memilih untuk melaksanakan sholat Tahajjud.


Ustadz Hafiz berjalan menuju toilet dan melaksanakan sholat tahajjud dengan khusyuk.


"Yah Allah, yah Rabb yang maha membolak-balikan hati. Perasaan apa ini yang membuat hamba gelisah. Engkau Maha Mengetahui atas segalanya hamba memohon petunjuk darimu. Hanya kepada engkaulah hamba berserah diri,, Aamiin aamiin ya Rabbal alamin. "


Setelah ustadz Hafiz melaksanakan sholat tahajjud di lanjutkan dengan sedikit hiasan tadarus dari suaranya yang merdu itu. Ustadz Hafiz pun memilih untuk tidur dan tak butuh waktu lama ustadz Hafiz pun tertidur pulas..


...****************...


Alhamdulillah sudah sampai di Eps 14


Semoga kalian selalu suka dengan ceritanya

__ADS_1


Saya minta maaf jika ada alur yang tidak sesuai. Mohon saran dan komentar kalian juga yah supaya saya semangat update nya


__ADS_2