
...***...
Akihara on.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cinta, yang salah itu adalah perasaan kita yang tidak bisa memiliki seseorang yang sangat kita cintai walaupun terasa sangat menyakitkan memang membuat seseorang jadi serba salah dengan perasaan cinta yang ia miliki. Jika kau tidak mendapatkan cinta dari orang yang kau incar, maka jangan menyerah. Maksudku bukan untuk memaksamu untuk mendapatkan orang itu dengan apapun caranya, tapi cobalah untuk menerima perasaan orang lain yang mungkin lebih mencintai dirimu walaupun terkadang kau memang tidak menginginkan dirinya. Cinta itu memang menyakitkan, mempermainkan perasaan hati, mengobrak-abrik perasaan yang sedang gelisah karena merasa tidak dicintai oleh seseorang yang kau inginkan.
Akihara off.
Di kantor kepolisian.
Akihara saat ini memastikan jika Momoko baik-baik saja. Namun keadaannya memang baik-baik saja?. Atau Momoko yang sedang berusaha untuk menguatkan hatinya.
"au pasti menungguku kan?. Aki chan?." Momoko yang kini jadi tahanan masih ingin melihat Akihara setelah kejadian kemarin.
"Ahaha!. Maaf kak Momoko aku tidak janji ya?." Akihara hanya tidak ingin memberikan harapan pada Momoko, ia juga memiliki seseorang yang ia sukai, karena itulah ia tidak mau menyakiti perasaan Momoko.
"Um. Setidaknya ada yang menungguku nantinya." Momoko mengerti, ia hanya ingin menghibur dirinya saja. Setelah itu Momoko di bawa oleh dua orang polisi wanita menuju ruangan interogasi.
"Kak momoko pasti bisa melakukannya." Setidaknya Akihara menguatkan Momoko.
"Tentu saja." Momoko semoga memeluk Akihara untuk terakhir kalinya. Ia sangat sedih karena tidak sempat bertemu dengan orang yang sebaik Akihara. Mungkin hidupnya akan lebih baik dari pada menyimpan dendam pada orang yang sama sekali tidak mencintai dirinya.
Momoko dibawa oleh anggota kepolisian lainnya menuju kantor lainnya untuk melakukan persidangan. Tentunya ia harus mempertanggungjawabkan apa yang telah ia lakukan.
"Wah tidak disangka ternyata akihara menyukai orang yang lebih tua darinya." Yuhei menggaet pundak Akihara, ia terlihat sedang menggoda Akihara.
"Berisik!. Orang jomblo mana ngerti masalah ini." Akihara jadi jutek, ia menatap tidak suka pada Yuhei. Sedangkan Geki, Taiki, dan Yuma tertawa terbahak-bahak mendengarkan ucapan Akihara yang mengatakan Yuhei jomblo.
__ADS_1
"Kau ini sadis juga akihara." Yuhei jadi sedih karena faktanya ia memang masih jomblo, ia bahkan belum memiliki pacar. "Tapi aku janji akan secepatnya akan mendapatkan pacar dan akan menikahinya." Hatinya membara, ia sudah terlalu lama menyendiri, jadi wajar saja sakit hati jika ada yang berkata seperti itu.
"Cinta ya?." Dalam hati Akihara sangat sedih mengingat perasaan cinta yang sangat mengerikan. "Seseorang dibutakan cinta mereka yang terlalu mencintai orang tersebut. Tapi percayalah, akan ada seseorang yang mencintaimu dengan tulus, hingga kamu tidak akan pernah melepaskannya." Dalam hatinya mencoba untuk menguatkan apa yang telah terjadi tentang seseorang yang mencintai secara berlebihan.
Setelah itu Akihara meminta izin pada kakaknya Asakura. ia minta izin agar mengikuti acara reunian teman SMA nya dulu.
...***...
Setelah berdebat panjang dengan kakaknya, Akihara akhirnya pergi juga ke acara tersebut. Hari ini ia bersama beberapa teman-temannya bertemu di sebuah tempat penginapan di Puncak. Tempat yang cukup sejuk untuk melepaskan lelah sejenak, dan tentunya bertemu dengan teman-teman yang dulunya satu kelas dengannya?. Saat itu Akihara bertemu dengan temannya yang juga baru datang?.
"Yho, Akihara. Aku pikir kau tidak datang." Kotaro Natsuki juga baru datang dengan mobilnya. Dulu Natsuki sangat dekat dengan Akihara, mungkin sampai sekarangpun juga.
"Yho!. Masih hidup kau natsuki." Balas Akihara sambil tertawa kecil sambil membalas kepalan tinju Natsuki, ia hanya bercanda berkata seperti itu.
"Ya, begitulah. Aku masih hidup sampai sekarang." Natsuki tentunya tahu bagaimana selera humor temannya ini, jadi ia sudah maklum saja.
"Mayu." Bukannya menjawab pertanyaan dari Akihara, Natsuki malah memanggil seseorang dari dalam mobilnya.
"Haik." Balas seseorang dari dalam mobil, seperti suara seorang wanita. Akihara tidak menyangka jika wanita itu adalah.
"Mayucchi." Saking tidak percaya apa yang ia lihat, Akihara sampai setengah berteriak begitu. Akihara memeluk Mayu dengan spontan karena ia rindu dengan sosok temannya itu.
"Ho?. Akihara?. Hati-hati." Mayu sangat khawatir dengan apa yang dilakukan Akihara.
"Jangan bilang kalian?." Akihara sampai habis kata-katanya, apalagi saat melihat perut Kojima Mayu terlihat membesar?. Yang dulunya mereka?. Sekarang jadi istri sahabatnya?. Membuat kepala Akihara jadi pusing sendiri memikirkan hubungan kedua temannya itu.
Mayu dan Natsuki hanya tertawa kecil, mereka memaklumi ketidaktahuan Akihara tentang hubungan mereka. Karena hari pernikahan mereka, yang diundang hanya kerabat terdekat mereka saja, jadi wajar kalau Akihara tidak mengetahuinya.
__ADS_1
"Ayo kita masuk. Aku rasa yang lain sudah menunggu kita." Kotaro mengalihkan rasa canggung diantara mereka, ia juga tidak tahan berdiri terlalu lama, perutnya terasa sedikit nyeri. Akihara, Natsuki dan Mayu masuk ke dalam penginapan.
"Aku rasa juga begitu." Akihara juga tidak sabar dengan pertemuan itu.
Bagaimana pertemuan mereka nantinya?. Temukan jawabannya.
...***...
Di Kantor polisi detektif.
Mereka semua sangat terkejut mendapatkan kabar jika Akihara saat ini sedang pergi ke tempat reuni teman-teman sekolahnya dulu?.
"Madi akihara pergi ke acara reunian teman SMA nya ya?." Yuhei kemarin tidak sengaja mendengarkan pembicaraan Akihara dengan seseorang melalui telepon selulernya.
"Ssssh!." Yuma memberi kode pada Yuhei agar tidak terlalu keras berbicara, dan tangannya menunjuk ke arah ketua mereka yang sedang dalam kondisi tidak baik.
"Ah maafkan aku." Yuhei merasa bersalah karena membahas tentang reunian Akihara. Ia tidak menyadari jika kakaknya dan Akihara semalam berdebat hebat. Akihara minta izin di saat mereka sedang menangani kasus besar?. Tentunya Asakura marah besar pada adiknya, dan adik tidak peduli seberapa marah Asakura padanya.
"Ketua hari ini sangat mengerikan." Bisik Geki menghampiri meja Yuma dan Yuhei. Rasanya ada dewa perang yang sedang murka menebar panasnya api perperangan.
"Ya, aku harap kita tidak kena imbasnya." Geki bergidik ngeri melihat raut wajah marah ketuanya. Dari masuk kantor hingga duduk di meja kerjanya, ia tidak ramah sama sekali.
"Aku harap begitu." Yuma berharap hari ini bukan hari yang menakutkan bagi mereka hanya karena ketua mereka sedang konflik dengan adiknya.
Sedangkan Asakura?. "Awas saja kau nanti Akihara." Ia mengepal kuat tangannya. Padahal ia sudah melarang adiknya untuk pergi, tetapi masih tetap saja ngotot ingin pergi. "Akan aku hajar habis-habisan kau nanti." Batinnya merasa dendam pada adiknya itu. Kenapa adiknya begitu keras kepala tidak mau mengikuti apa yang ia katakan?. Namun saat itu ia juga ingat dengan apa yang telah dikatakan adiknya. Bahwa darah yang telah ia muntah kan pada saat itu karena kegelapan hati yang ia miliki?. Apakah itu benar?. "Apa yang terjadi sebenarnya?. Kenapa akihara berkata seperti itu padaku?." Asakura memikirkan apa yang telah salah padanya?. Apakah benar ia yang telah membuat adiknya menderita selama ini?. Apakah ia tidak bisa mengatakan ia juga sangat menderita selama ini?. Apakah hanya ia saja yang bersalah dengan apa yang terjadi?. Bagaimana lanjutan kisah ini?. Apakah hubungan mereka akan semakin renggang setelah ini?. Simak terus ceritanya.
...***...
__ADS_1