
...***...
Akihara on.
Hidup sepi pun memiliki banyak rahasia yang tidak bisa kita ketahui akan seperti apa. Tapi apakah kau bisa merasakan ada kegelapan yang tidak biasa yang kau tangkap dari seseorang?. Jika kau dapat merasakan itu, aku rasa kau tidak akan sanggup untuk merasakannya. Kegelapan itu sangat kuat sekali, hingga rasanya kau tidak akan sanggup untuk melihat dan merasakan kegelapan itu. Mereka yang sedang memiliki kegelapan yang sangat luar biasa. Namun beberapa diantaranya dapat menyembunyikan dibalik sosok putih yang selalu memberikan sikap ramah, sikap yang sangat baik untuk menyembunyikan hitam yang ada di dalam dirinya. Hitam dan putih, siapa kau sebenarnya?. Kenapa mereka selalu beriringan di dalam hidup ini?. Rasanya sangat tidak nyaman sekali untuk merasakan perasaan itu.
Akihara off.
Suasana kantor cukup ramai karena mereka semua memperhatikan kedatangan Yamashita Sanae, yang sedang mengobrol santai dengan Yuichi Akihara. Di saat yang bersamaan Kuroyami Natsuki datang, ia masuk ke dalam, membuat suasana menjadi makin ramai.
"Yho baa chan. Ada urusan apa dengan keponakanku ini?." Natsuki sangat tidak suka kedekatan Akihara dengan Akihara. ia mengamankan Akihara agar tidak mendekati keponakan tercintanya Akihara.
"Pengganggu datang, padahal aku hanya ngobrol dengan akihara kun." Sanae menghela nafasnya. ia tidak pernah akur dengan Natsuki, bahkan ketika awal mereka saling bertemu. "Kenapa dia malah datang?. Aku sangat tidak suka dengannya." Batin Sanae, ia tidak suka kedatangan Natsuki. Baginya Sanae adalah pengganggu, dari dulu memang tidak suka, apalagi sikap Natsuki yang tidak pernah bersahabat dengannya.
"Ini masih jam kantor, jika kau mau berbicara dengan akihara, lihat waktu yang tepat. Jangan ganggu pekerjaannya, dan jangan ganggu dia saat bekerja." Natsuki benar-benar geregetan karena sikap angkuh yang ditunjukan oleh Sanae.
Sedangkan Akihara hanya diam saja, ia tidak melawan, hanya nurut pada bibinya Kuroyami Natsuki. ia tidak tahu mengapa dua wanita yang ia hormati malah datang ke kantor dalam keadaan seperti ini?. "Hawa ini sangat tidak menyenangkan sekali." Dalam hatinya sangat tidak nyaman sama sekali dengan mereka yang seperti itu.
"Aku perlu membahas sesuatu dengannya." Ia sangat tidak suka jika ada yang berkata seorang itu padanya. Ini masalah kekerasan yang dialami oleh kurir pengirim paket, hingga mereka berakhir dengan kematian." Sanae masih tampak tenang, ia tidak terlihat marah atau kesal dengan perlakuan Natsuki padanya, justru ia malah santai. "Aku memilih akihara kun dalam menyelesaikan kasus ini dan ia setuju." Sanae tampak tersenyum puas, kedatangannya ke sini memang bertujuan seperti itu.
"Benarkah itu aki chan?." Natsuki tidak percaya jika keponakan tercintanya akan bekerja sama dengan orang yang paling ia benci?.
__ADS_1
"Iya." Akihara menganggukkan kepalanya tanda apa yang dikatakan oleh Sanae itu adalah benar, ia memang dipercayai oleh kakaknya dalam menyelesaikan kasus aneh ini.
Natsuki benar-benar tidak terima, mengapa Asakura dengan mudahnya mempercayai Akihara bekerja sama dengan wanita mengerikan ini?. "Memangnya tidak ada yang lain apa?." Entah mengapa Natsuki merasakan firasat buruk mengenai ini, meski ini hanya modus pekerjaaan. Hatinya seakan tidak terima jika Akihara keponakannya bersama Yamashita Sanae. "Aku duluan yang memintanya pada Asakura agar menemaniku dalam masalah lain. Maaf saja ya?." Natsuki tersenyum lebar sambil menunjukkan surat izin pada Akihara dan Sanae, bahwa ia telah meminjamkan Akihara pada Asakura?.
"Ekhem!." Tiba-tiba saja ada seseorang yang datang memberi kode pada mereka. "Bisakah kalian tidak mengundang kegaduhan?. Kantor ini bukan tempat hiburan!." Tiba-tiba Asakura datang, mencoba menenangkan suasana yang ribut akibat kedatangan dua orang polwan yang memiliki pangkat tinggi.
"Kenapa aku malah ikutan kena semprot juga?." Dalam hati Akihara merasa tidak enak sama sekali.
"Jika kalian hanya mengundang keributan lebih baik pergi dari kantorku." Asakura tidak suka jika keberadaan keduanya mengundang keributan.
Mereka yang tidak menyadari keberadaan Asakura yang entah sejak kapan Asakura masuk ke dalam coba?. Apa karena mereka terlalu sibuk memperebutkan Akihara sehingga tidak menyadarinya?. Entahlah, namun Asakura terlihat marah karena mereka membuat kegaduhan sampai keluar, dan Asakura tidak suka itu.
Setelah itu Asakura masuk ke dalam ruangannya, membiarkan mereka masih berdebat di sana?.
"Aku harus segera mendapatkan akihara secepatnya." Dalam hati Sanae telah membuat keputusan yang sangat kuat.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik ceritanya.
Di ruangan Asakura.
Natsuki terburu-buru masuk ke ruangan Asakura setelah ia berhasil mengusir Sanae dari kantor itu. Karena ia memang duluan yang ingin bekerjasama dengan Akihara untuk mengatasi masalah di beberapa tempat yang sangat jauh. Dan ini sangat membutuhkan waktu yang sangat lama, karena itulah ia tidak boleh menyerahkan Akihara pada siapapun. Ia juga memiliki surat yang sangat kuat sehingga ia dapat membawa Akihara dari masalah itu.
__ADS_1
"Kenapa kau malah memberikan izin pada aki chan untuk bekerja sama dengan wanita itu?." Natsuki sangat kesal pada Asakura, apalagi sikap sok tenang yang ditunjukan oleh lelaki itu. "Apakah kau tidak mengetahui jika wanita itu sangat berbahaya?." Natsuki benar-benar menunjukkan kemarahan yang ia rasakan saat itu.
"Jangan campuri urusan pribadimu dengan pekerjaan." Asakura menatap tidak suka pada Natsuki. Mengapa wanita ini datang ke kantornya?. "Jangan terlalu terbawa suasana hanya karena masalah yang terjadi antara kau dan yamashita san." Bagaimana bisa ia tahu kalau Akihara akan bekerja sama dengan Sanae?.
"Jika kau mengizinkan aki chan bekerja dengan wanita itu, semuanya akan menjadi petaka, kukira kau telah memperhatikan adikmu." Natsuki sangat jengkel, kenapa Asakura tidak memahaminya kekhawatirannya?. "Aku lebih ikhlas dia bekerja sama dengan hanamichi sakura ketimbang dia, pokoknya batalkan lagi izin mu itu." Natsuki hari ini benar-benar cerewet dari yang biasanya.
"Jangan bilang kau stalker nya akihara?." Tiba-tiba Asakura berpikir ke arah sana, ia curiga jika Natsuki menyadap keponakannya sendiri. Bagaimana bisa ia tahu apa yang akan dilakukan Akihara, dan bahkan tahu tentang Hanamichi Sakura?.
"Siapa yang kau sebut stalker?!." Balas Natsuki dengan juteknya. "Mana mungkin aku jadi stalker keponakan tercintaku aki chan." Natsuki terlihat ngambek mendengarkan ucapan Asakura yang mengatakan ia adalah seorang penguntit apa saja yang dikerjakan oleh Akihara.
"Lalu kenapa kau melarang akihara bekerja sama dengan yamashita san?. Jika kau punya urusan pribadi dengannya sebaiknya selesaikan, jangan bawa ke pekerjaan, apalagi melibatkan akihara." Apapun alasan yang akan diberikan oleh Natsuki ia tetap memberikan izin pada Akihara untuk menyelesaikan kasus tersebut.
"Aku ini memiliki darah kuroyami, akihara juga. Tentunya aku bisa merasakannya." Natsuki menatap tajam ke arah Asakura, seakan-akan ia hendak menelan hidup-hidup Asakura. "Kami memiliki pandangan kuat terhadap orang-orang yang hatinya memiliki kegelapan, termasuk kau yang masih membenci akihara" Natsuki tidak tahu harus berkata apalagi pada Asakura agar mengurungkan niatnya. "Aku yakin akihara tidak akan nyaman berada di dekat wanita itu." Natsuki sangat mencemaskan kondisi psikis Akihara. "Karena wanita itu memiliki kegelapan yang dapat mencengkram siapa saja yang menjadi targetnya." Natsuki tadi melihat dengan jelas, bagaimana sorot wanita itu.
"Jika kau hanya membicarakan keburukan orang lain sebaiknya kau pergi dari kantorku, aku masih memiliki banyak pekerjaan yang harus aku urus." Asakura tidak mau mendengarkan apapun dari Natsuki, ia tidak mau melibatkan pekerjaan dengan urusan pribadi.
Natsuki menghela nafasnya dengan pelan. "Jika terjadi sesuatu pada akihara nantinya, aku pastikan kau yang akan menderita, ingat itu." Natsuki mengancam Asakura. kenapa lelaki ini begitu keras kepala?. Mengapa ia tidak mau mendengarkan ucapannya?. "Tapi maaf saja, aku telah memiliki izin yang lebih kuat untuk membawa akihara untuk menyelesaikan kasus yang lain. Jadi kau tidak bisa menolaknya begitu saja." Ucapnya sambil menyerahkan surat izin tertinggi dari pihak kepolisian.
Setelah itu Natsuki pergi meninggalkan ruangan itu, rasanya percuma saja menjelaskan pada Asakura. Tapi ia berjanji jika ia akan mengawasi gerak-gerik dari Yamashita Sanae, dan ia juga tidak akan membiarkan Akihara bekerjasama dengan Yamashita Sanae.
"Apaan coba?." Asakura merasa jengkel, dari dulu ia tidak pernah menyukai Natsuki. Kata-katanya itu sungguh menyakitkan, tidak bisakah dia berkata lembut padanya, atau sedikit memperhatikan dirinya?. Namun ia sangat terkejut karena surat dari kepolisian tertinggi meminta adiknya untuk menyelesaikan beberapa masalah yang terjadi?. Sehebat apa adiknya sehingga adiknya dimintai menyelesaikan masalah lain?.
__ADS_1
Simak dengan baik lanjut ceritanya.
...***...