
...***...
Akihara on.
Terkadang ada hal yang membuatmu merasakan adanya hal yang aneh pada seseorang tapi, kau masih merahasiakan itu?. Bagaimana pendapatmu tentang masalah ini?. Rahasia adalah hal yang memang sulit untuk dikatakan, namun terkadang tanpa sadar akhirnya kita mengatakannya. Bagaimana menurutmu?. Simak terus ceritanya.
Akihara off.
Sakura memperhatikan kondisi Akihara saat ini, dan matanya menangkap sosok Kurosaki. Lelaki yang masih setia bersama Akihara. Hampir dua hari ini ia belum sadarkan diri karena kejadian yang menimpa dirinya. Luka di kepala belakanganya sangat parah, sehingga ia belum sadarkan diri. Namun saat itu Sakura melihat Kurosaki yang masih bersama Akihara?. Sakurai masih bingung kenapa Kurosaki masih bersama Akihara?. Kondisinya saat ini juga terlihat tidak baik, membuat Sakura cemas padanya.
"Kurosaki, sebenarnya apa yang terjadi padamu?. Kenapa kau terlihat sangat pucat sekali?." Sakura mengkhawatirkan kondisi Kurosaki yang sedang terluka?. Entahlah, Sakura tidak bisa mengatakan jika Kurosaki saat ini terluka tetapi kenapa Kurosaki terlihat kesakitan?.
"Sacchi tenang saja, aku baik-baik saja." Kurosaki nampak tersenyum kaku berusaha meyakinkan Sakura bahwa dia tidak apa-apa.
"Jadi kau masih bersama akihara?." Sakura menatap Kurosaki, berharap Kurosaki akan memberikan jawaban, namun Kurosaki malah menghilang saat pintu ruangan perawatan Akihara dibuka oleh Asakura. Itulah yang tidak dimengerti oleh Sakura, ia bingung kenapa Kurosaki seakan-akan memiliki ilmu gaib untuk menghilangkan dirinya jika ia tidak ingin menampakkan dirinya pada orang lain.
"Kau masih di sini hanamichi san?." Asakura menghampiri sakura, memberikan Sakura segelas air mineral yang ia beli sebelum masuk ke ruangan ini.
"Terima kasih yuichi san." Sakura mengambil botol air mineral tersebut, namun matanya mencari keberadaan Kurosaki yang menghilang entah kemana.
"Kau mencari apa hanamichi san?." Asakura sedikit penasaran apa yang dicari oleh Sakura hingga wanita itu terlihat seperti orang kebingungan.
"Kurosaki." Balas Sakura, ia mencoba melihat ke sebelah, mana tahu Kurosaki bersembunyi di sebelah.
__ADS_1
"Kurosaki?." Rasanya Asakura tidaklah asing dengan nama Kurosaki. "Akihara pernah menyebut nama kurosaki, apakah kau siapa kurosaki itu, hanamichi san?." Asakura malah ikutan mencari seseorang yang kemungkinan itu adalah Kurosaki.
"Eh?." Sakura menghentikan langkahnya, ia heran dengan pertanyaan Asakura. "Apakah yuichi san tidak tahu siapa kurosaki?." Sakura malah balik bertanya, ia heran mengapa Asakura kakak kandungnya tidak mengetahui sama sekali siapa.
Asakura menggelengkan kepalanya, ia sungguh tidak tahu siapa kurosaki. "Akihara tidak pernah menceritakannya padaku." Asakura memang tidak tahu siapa Kurosaki, karena Akihara memang tidak pernah memberitahu atau menceritakan tentang Kurosaki padanya.
"Aku pikir yuichi san tahu, karena terakhir kali aku melihat mereka bersama ketika SMA." Sakura sangat mengingat bagaimana kebersamaan Akihara dan Kurosaki di sekolah. "Aku kira mereka hanyalah teman biasa, tapi aku tidak menyangka mereka masih bersama." lanjutnya lagi, membuat Asakura keheranan. ia teringat ketika menyelesaikan kasus, Akihara mengatakan kami padahal dia sendirian di sana? apakah pada saat itu ia bersama Kurosaki? tapi kenapa ia tidak melihat Kurosaki sama sekali.
"Jika memang kurosaki selalu bersama akihara, tapi kenapa aku tidak pernah melihat keberadaannya?. Padahal aku serumah dengannya loh?." Asakura merasa heran, bahkan Akihara tidak pernah membawa teman bernama Kurosaki ke rumahnya.
Sakura tercengang mendengar ucapan Asakura. "Masa tidak ada?. Tapi aku sungguh-sungguh melihatnya loh?." Sakura tidak percaya jika Asakura tidak pernah melihat Kurosaki walau sekali?. Bukankah itu aneh?.
Siapakah Kurosaki sebenarnya bagi Akihara? mengapa Asakura tidak tahu sama sekali? mereka akan menanyakannya pada Akihara nanti jika ia sudah sadar.
seorang wanita berpakaian serba hitam sedang tersenyum kecil menatap selembar foto seorang laki-laki yang telah mengisi relung hatinya. Namun, lelaki itu kini sudah tidak ada lagi di dunia ini.
"Andai saja waktu itu kau memilihku, pasti kau akan bahagia bersamaku." Hatinya sangat sedih, mengapa lelaki itu malah memilih wanita lain?. Apakah dirinya tidak memiliki daya tarik hingga lelaki itu malah berpaling pada hati yang lain?.
Tiba-tiba sorot matanya berubah, terlihat jelas mengandung kebencian yang mendalam. mata itu tidak lagi menyimpan cahaya, mata itu hanya menatap benci pada selembar foto lainnya.
"Kau harus membayar semua dosa ibumu." ucapnya dengan perasaan benci, dendam yang telah membara di dalam hatinya, sehingga apa yang ia lihat dari foto lelaki muda di sampingnya itu hanyalah kebencian yang telah menyelimuti hatinya.
"Baiklah, aku akan terjun langsung. Aku ingin tahu seberapa hebatnya dirimu, apakah sama dengan ayahmu, atau membusuk seperti darah ibumu." entah kenapa wanita itu tertawa aneh. Rasanya ada kelucuan yang tidak bisa ia jelaskan, tetapi ia tetap tertawa.
__ADS_1
Apakah yang akan dilakukan oleh wanita itu?. Siapa lelaki idamannya?. Siapa lelaki muda yang ia maksud?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.
Sementara itu di alam bawah sadar Akihara. Saat ini ia sedang bersama Kurosaki, ia memang hanya memiliki Kurosaki saja selama ini. Kurosaki yang selalu bersama dirinya dalam keadaan apapun.
"Apakah kau masih lama tertidur akihara?." Kurosaki bertanya dengan pelan.
"Apakah kau merasa terbebani karena aku tertidur, sementara kau menjadi dirimu di dunia nyata?." Akihara dapat merasakan itu.
"Tidak, hanya saja aku sangat cemas dengan keadaanmu yang sekarang." Kurosaki memang selalu seperti itu.
"Lalu apa yang harus aku lakukan di saat seperti ini kurosaki?. Hatiku rasanya sangat lemah, sehingga aku gak sanggup untuk melakukan apapun lagi." Akihara ingin menyerah pada dirinya sendiri?.
"Kau tidak boleh menyerah begitu saja akihara. Kau masih memiliki aku, juga memiliki sacchi yang saat ini sedang menunggumu." Kurosaki seperti memiliki penyemangat untuk Akihara.
"Jadi sacchi datang?." Dengan malu-malu Akihara bertanya seperti itu.
"Tentu saja. Bukankah saat ini kau berada di dekatnya?. Apakah kau tidak dapat merasakannya?." Kurosaki kembali memberikan petikan api semangat pada Akihara. "Coba kau rasakan genggaman tangannya Akihara. Aku yakin kau dapat merasakannya." Kurosaki terus memberikan semangat pada Akihara yang kini terlihat lebih hidup dari yang sebelumnya. Perlahan-lahan Akihara seperti dapat merasakan bagaimana hangatnya tangan seseorang yang menggenggam tanganmu. Perlahan-lahan terasa begitu jelas, dan semakin jelas. Apakah itu nyata?. Tangan itu terasa sangat lembut dan hangat ketika menyentuh tangannya yang dingin?.
Perlahan-lahan pula kesadarannya mulai kembali, dan ia semakin merasakan kembali dirinya yang kini?. Apakah itu benar dirinya atau perasaanya saja yang mengatakan jika dirinya saat ini sedang terbaring?.
"Oh?. Akihara." Terdengar suara seseorang menyebutkan namanya?. Apakah ia tidak salah dengar?. Apakah benar ada seseorang yang memanggil namanya?. Simak terus ceritanya ya.
Next.
__ADS_1
...***...