
...***...
Akihara on.
Apa yang membuatmu ingin melakukan kejatahan?. Apa yang telah membuatmu berpikir kejahatan selamanya akan kau simpan?. Apakah rasa sakit hati yang kau terima saat ini kau lampiaskan pada seseorang tidak akan meminta tanggung jawab padamu?. Kau boleh marah pada seseorang, tapi kau jangan lampiaskan kemarahan itu pada orang yang tidak tepat. Kau pikir dunia ini tidak memiliki karma yang akan menghukum apa yang telah kau lakukan?. Mari kita lihat siapa yang akan menangkap kejahatan yang telah kau lakukan.
Akihara off.
Mentari pagi telah menampakkan diri, Akihara dan Kurosaki baru saja dari luar sehabis lari pagi. Cuaca di puncak sangat menyenangkan, membuat hati adem ayem karena suasananya yang hening. Suasana seperti ini tentunya jarang mereka dapatkan jika berada di kota.
"Kau terlihat lebih segar akihara." Kurosaki juga ikut lari pagi bersama Akihara, dan saat ini mereka berada di belakang penginapan. Hanya santai saja menikmati pemandangan di sana untuk melepas lelah sejenak setelah lari tadi.
"Kau juga terlihat lebih segar kurosaki." Akihara senang Kurosaki sampai sekarang masih mengikutinya, meski ia tidak tahu mengapa Kurosaki tidak mau menunjukkan dirinya pada orang lain?. Bahkan pada kakaknya sendiri.
Deg
Perasaan Akihara dan Kurosaki tidak enak, mereka merasakan ada sesuatu dari atas. Dan benar saja, mata Akihara melotot lebar saat melihat ke atas. Matanya menangkap sosok mungil yang jatuh dari atas. Entah kekuatan apa yang menggerakkan Akihara hingga dengan cepat ia menangkap bayi mungil.
"Oh my god!." Jantungnya sangat berdebar-debar ketika menangkap balita itu dengan kedua tangannya.
"Akihara!." Kurosaki hampir saja lupa cara bernafas ketika melihat Akihara menangkap balita itu.
Bayi mungil itu menangis?. Menangis?. Tentunya itu membuat jantung Akihara hampir lepas dari tempatnya. "Angel." Hanya itu yang keluar dari mulutnya yang bergetar menahan takut. Tangannya juga bergetar takut, takut jika saja ia tadi tidak cepat menyambut balita mungil ini, maka nyawanya tidak akan bisa di selamatkan. Sementara sang bayi menangis dengan kuat, mungkin ia merasakan marabahaya telah mengintai dirinya.
__ADS_1
Dakh!.
Tiba-tiba terdengar suara pukulan keras. ya, itu memang suara pukulan keras menghantam kepala belakang Akihara, matanya melotot saat melihat siapa yang telah memukulnya dari pantulan jendela di depannya. Namun kesadarannya telah hilang saking kuatnya hantaman tersebut, namun ia masih memeluk erat balita itu supaya tidak lepas dari dekapannya. Lalu bagaimana dengan Kurosaki?. Apa yang dilakukan Kurosaki ketika Akihara diserang oleh seseorang?.
"Kau memang bedebah akihara!." Umpat orang tersebut dengan kesalnya, padahal ia kira rencananya berhasil. Akan tetapi Akihara malah menyelamatkan balita itu?. "Baiklah akihara, kau yang akan kena akibatnya." Orang tersebut memiliki rencana untuk menjebak Akihara, ia tidak peduli dengan balita lucu itu, yang ia pedulikan adalah melenyapkan bayi itu, dan membuat Akihara yang menjadi tersangkanya.
Akihara on.
Kegelapan telah menelan dirinya. Kegelapan yang berasal dari sifat dengki iri hati, merasa paling rendah dari yang lainnya memang sangat tidak baik. Kegelapan jenis ini sangat menakutkan jika bertindak. Ia tidak bisa berpikir lebih baik lagi. Karena di dalam hatinya hanya ada perasaan dendam yang membuncah. Sungguh sangat mengerikan orang-orang yang dapat melahirkan kebencian tipe itu.
Akihara off.
Pukul 8 pagi
Suasana penginapan sangat ramai karena suara sirine ambulance dan mobil polisi yang datang ketempat kejadian kasus percobaan pembunuhan balita oleh seorang laki-laki bernama Yuichi Akihara. Akihara yang belum sadarkan diri di bawa ke RS, juga bayi mungil yang hampir saja sakaratul maut jika tidak segera mendapatkan pertolongan pertama.
"Aku pasti akan menuntutmu akihara." Makio dendam dengan apa yang dilakukan Akihara, ia bersumpah akan menutut Akihara masuk penjara seumur hidup.
"Aku tidak akan membiarkan akihara lepas dari tanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan pada anakku." Maria sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan Akihara.
"Sayang. Apakah menurutmu aki chan telah melakukan ini?." Mayu berbisik pada suaminya yang berada di sebelahnya.
"Aku juga tidak tahu sayang. Aku tidak tahu, tapi aku tidak percaya jika akihara melakukan itu." Balas Natsuki. "Lagi pula akihara itu adalah seorang polisi. Mana mungkin dia melakukan perbuatan buruk itu dengan menyerang seorang bayi. Aku rasa ada yang salah." Lanjutnya lagi. Matanya mengamati teman-temannya yang lainnya yang mungkin mencurigakan.
__ADS_1
"Um. Aku juga berpikir seperti itu." Mayu sama sekali tidak percaya jika Akihara berani melakukan itu. Apalagi ketika Matsu mengatakan jika ia datang dan menyerang Akihara, hingga terjadi perkelahian antara mereka. "Aku sangat khawatir pada akihara. Aku harap dia tidak apa-apa." Mayu memang sangat cemas dengan keadaan Akihara saat ini.
"Ya. Aku harap akihara juga baik-baik saja." Natsuki juga sangat berharap itu.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu Asakura menerima laporan dari beberapa polisi yang ia kenal. Bahwa adiknya Yuichi Akihara sedang mendapatkan masalah yang sangat besar.
"Apa?. Yuichi akihara telah melakukan penyerangan tehadap seorang balita?!." Jantungnya berdetak kencang mendengarkan kabar itu.
"Ya, adikmu saat ini sedang dirawat di rumah sakit pelayanan umum. Jika kau ingin melihatnya akan aku antar kan ke sana nantinya." Shirogami Akatsu mengabari berita itu pada Asakura.
"Baiklah. Terima kasih atas informasinya. Saya akan segera ke sana." Perasaannya sangat tidak enak, ia sangat khawatir dengan keadaan adiknya. Bagaimana mungkin adiknya mencoba membunuh anak kecil?.
"Akan aku tunggu kedatangan mu." Setelah itu ia memutuskan sambungan telepon.
"Oh?." Asakura tidak habis pikir dengan apa yang telah dilakukan oleh adiknya itu. "Sial!. Kali ini apalagi masalah yang telah ia lakukan?!." Asakura benar-benar hampir putus asa dengan apa yang telah dilakukan oleh adiknya.
Asakura segera menuju lokasi yang dimaksud?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
Sementara itu di bawah alam sadar Akihara, saat ini ia sedang berjalan di sebuah tempat yang sangat gelap. Hanya sendirian tanpa Kurosaki yang selalu bersama dirinya?. Ia mengabaikan rasa sakit yang mendera kepala belakangnya yang mengakibatkan darah. Sebenarnya apa yang ingin dilakukan oleh Akihara?. Apa yang sendang ingin ia coba?. Simak terus ceritanya ya pembaca tercinta. Apakah Akihara bisa keluar dari masalah ini?. Simak dengan baik kisah ini.
__ADS_1
Next halaman.
...***...