
...***...
Akihara on.
Banyak masalah yang terjadi, terkadang membuat kita tidak bisa mengenali diri sendiri hanya untuk menyembunyikan ketidakmampuan kita untuk memiliki sesuatu yang kita anggap itu adalah hal yang paling kita inginkan. Tapi karena ketidakmampuan kita tidak mampu mengambilnya. Entah apa alasannya, namun kita tetap tidak dapat menggapainya, sehingga kita melakukan hal yang gila di luar kendali keinginan kita semua. Dalam kasus ini, salah satu bukti ketidakmampuan seseorang yang melampiaskan kekecewaannya pada orang lain. Sungguh sangat miris. Tapi ini semua dilakukan hanya untuk menutupi itu semua. Bagaimana dengan dirimu?. Kau berada di sisi yang mana?. Hitam dan putih, siapa kau sebenarnya?. Kau berada di hitam kegelapan yang tidak bisa dijamgkau, dan putih polos memang seperti itu atau kau menggunakan putih untuk menyembunyikan sisi gelapmu atau tidak?. Temukan jawabannya.
Akihara off.
Di Rumah Sakit umum
Asakura melihat kondisi adiknya yang masih belum sadarkan diri. Namun saat ini ia masih dalam pengawasan kepolisian karena tuduhan percobaan pembunuhan terhadap balita.
"Saat ini adikmu dalam pengawasan kami. Maaf karena aku memberi kabar yang buruk padamu asakura." Shirogami Akatsu merasa bersalah, tapi ini telah terjadi diluar keinginannya.
"Tidak apa-apa akatsu. Justru aku sangat berterima kasih karena kau mengenali adikku." Asakura sangat lega jika temannya mengenali adiknya.
"Soalnya sangat mirip sekali denganmu." Dalam hati Shirogami Akatsu berkata seperti itu. Ia tidak mau mengatakannya secara langsung, karena ia tahu jika Asakura tidak mau dibilang mirip dengan adiknya. Ia sangat ingat ketika pertama kali bertemu dengan adiknya.
"Lalu apa yang terjadi?. Apakah kau telah melakukan penyelidikan?." Asakura ingin mendengarkan pendapat temannya. "Bagaimana pendapatmu?. Apakah adikku benar-benar melakukan itu?." Asakura memang ingin mendengarkan pendapat temannya.
"Aku telah menyelidiki sekitar kejadian, memang ada yang aneh dalam kejadian itu. Tapi temannya memang berusaha seperti sedang menjadikan adikmu sebagai pelaku utama dalam masalah ini." Itulah pendapat Shirogami Akatsu.
"Ya, aku tahu kau memiliki pandangan yang lebih bagus. Terima kasih, kau memang seorang polisi yang profesional." Asakura sangat senang mendengarnya.
"Aku selalu profesional jika bekerja." Shirogami Akatsu dengan sangat percaya diri berkata seperti itu.
"Terserah kau saja." Asakura sangat heran dengan sikap percaya diri temannya itu.
"Kalau begitu aku pergi dulu, aku ingin membuatkan laporan lain sebentar. Hanamichi sakura yang akan membantumu nantinya." Shirogami Akatsu menepuk pundak Asakura. Setelah itu ia pergi meninggalkan tempat, karena ia memiliki keperluan yang lain.
Asakura juga segera masuk, ia ingin melihat keadaan adiknya. Saat itu ia melihat Hanamichi Sakura, kakak kelas adiknya dulu?. Hanya itu yang diketahui oleh Asakura tentang adiknya?. Ya, kita lupakan sejenak bagaimana hubungan itu terjadi.
"Aku yakin ini ada kaitannya dengan masa lalu yang belum terselesaikan diantara mereka." Hanamichi Sakura sepertinya tidak perlu basa-basi lagi pada Asakura.
__ADS_1
"Aku sudah menduganya." Balas Asakura sambil memperhatikan keadaan adiknya saat ini. "Tapi aku tidak tahu siapa yang membuat akihara seperti ini." Ya, Asakura tahu adiknya memiliki masalah di masa lalu dengan teman-temannya, tapi ia tidak tahu akar penyebabnya. Karena itulah Asakura berusaha bersikap sabar meskipun adiknya yang jadi korban.
"Yuichi san tidak perlu khawatir, kali ini aku yang akan menolongnya." Dengan raut wajah serius ia berkata seperti itu, baginya Akihara adalah orang yang penting di dalam hidupnya meskipun ia tidak memperlihatkan perasaannya pada Akihara.
"Baiklah, aku serahkan padamu karena ini bukan wilayah kekuasaan ku." Asakura sebenarnya ingin menangkap pelakunya, tetapi ia tidak mau berlebihan. "Aku percayakan kasus akihara padamu, hanamichi san." Lanjutnya lagi. Asakura hanya berharap pada Sakura orang yang dipercayai oleh adiknya.
"Tentu saja yuichi san. Tidak akan aku biarkan mereka melakukan hal yang sama pada akihara. Aku ingin mendengarkan semua pengakuan yang telah mereka lakukan pada akihara." Ada perasaan sakit hati yang ia rasakan saat ini. Hatinya tidak terima karena Akihara diperlukan seperti itu, hingga menyebabkan terluka parah seperti ini.
"Hanamichi san." Asakura tidak percaya jika ada yang membela adiknya hingga sampai seperti itu?. Apa hanya perasaannya saja?. Ia juga tidak mengerti sebenarnya apa yang dirasakan Sakura pada adiknya, tapi itu adalah sesuatu yang sangat tulus dilakukan Sakura untuk adiknya. Lalu bagaimana dengannya selama ini?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.
Di alam bawah sadar Akihara
"Sepertinya kejadian masa lalu akan terulang kembali." Kurosaki menyandar di punggung Akihara, ia menatap ke atas. Menatap warna gelapnya malam, yang hanya dihiasi bintang kecil seperti bintik-bintik kecil bercahaya berkelap-kelip di langit.
"Itulah yang aku takutkan kurosaki." Itulah mengapa Akihara bersikeras ingin ikut ke acara reunian itu. Ia sangat mengkhawatirkan perasaan teman-temannya yang masih menyimpan dendam lama.
"Matsu, maria, yumi, makio, mereka selalu membuatku cemas." Akihara mengingat hari itu, hari yang pahit untuk dikenang.
"Kau memang baik akihara." Kurosaki merasakan semua perasaan Akihara. Ia berjanji akan melakukan sesuatu untuk Akihara.
"Um, benar juga." Kurosaki tertawa kecil, ia satu-satunya orang yang mengerti perasaan Akihara. Ya, hanya Kurosaki, karena Kurosaki adalah bagian dari dirinya. "Lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini?." Kurosaki hanya ingin memastikan apa yang ingin dilakukan oleh Akihara setelah ini.
"Aku harus membuat mereka menunjukkan sisi gelap yang selama ini mereka sembunyikan padaku, juga pada orang lain." Akihara saat ini memiliki tekad yang sangat kuat. "Hitam yang ada di dalam diri mereka harus dipancing. Karena itulah aku ingin kau membantuku kurosaki." Akihara tidak ingin sisi gelap itu semakin menyakiti orang lain.
"Tentu saja aku akan membantumu akihara. Kau tenang saja. Aku pasti akan membantumu." Kurosaki dengan senang hati akan melakukan itu.
Apakah bisa?. Simak dengan baik kisah ini.
***
Sementara itu mereka yang kini sedang menunggu di ruangan yang telah disiapkan oleh kepolisian. Teman-teman Akihara yang ikut dalam reunian itu. Mereka semua terkejut dengan apa yang mereka lihat, mereka tidak menyangka melihat Akihara dalam keadaan baik-baik saja?. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?.
"Akihara?." Matsu, Mayu, Maria, Makio, Yumi, dan Natsuki tidak percaya melihat Akihara baik-baik saja? dan bahkan datang bersama Sakurai Hanamichi.
__ADS_1
"Hah?." Sedangkan Asakura dan Sakura sangat terkejut ketika mereka menyebutkan nama Akihara.
"Nah?. Lihatlah akihara?. Dia masih dalam keadaan baik-baik saja." Matsu hampir tidak percaya melihat Akihara segar bugar berdiri di hadapan mereka?. Bukankah Akihara juga sedang di rawat di Rumah Sakit?. "Ini sebuah keajaiban yang sangat luar biasa setelah aku hantam dengan kuat." Ia mengakui jika ia yang telah menyerang Akihara.
"Kau?. Kenapa kau bisa di sini dalam keadaan baik-baik aja?." Makio hampir saja mencakar Asakura jika tidak ditahan oleh Natsuki.
"Akihara kau!." Maria hendak menyerang Akihara namun diberi kode Asakura agar tetap diam ditempat.
"Berisik!. Aku ini yuichi asakura!." Bentak Asakura sedikit kesal. "Tidak bisakah kalian membedakan aku dengan yuichi akihara?!." Suaranya terdengar tinggi, tatapan matanya sangat tajam.
"Hah?!." Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"Aku ini adalah yuichi asakura!." Ulangnya dengan malasnya sambil memperlihatkan lencana polisi detektif nya pada mereka semua.
"Uwah!. jangan-jangan kau adalah yuichi asakura kakaknya akihara?." Natsuki baru ingat, jika Akihara memiliki seorang kakak laki-laki yang mirip dengannya.
"Ya, itu yang aku katakan tadi." Balas Asakura menyimpan kembali lencana polisi detektif di sakunya.
"Maafkan aku yuichi san. Soalnya aku lupa." Natsuki merasa sangat bersalah karena tidak ingat dengan wajah Asakura.
"Aku bersama yuichi san akan menyelidiki kasus ini sampai tuntas, jadi mohon kerjasamanya." Kali ini Sakura yang berbicara. ia melihat raut wajah serius dari mereka, membuat suasana tidak enak untuk dilihat.
"Sakura senpai, tolong selesaikan dengan cepat." Mayu memohon pada Sakura Hanamichi agar cepat menyelesaikan kasus ini. "Aku yakin ada yang salah dengan masalah ini.", Mayu sama sekali tidak percaya jika Akihara yang melakukan kejahatan itu.
"Tentu saja." Sakura menatap ke arah Matsu, orang yang paling ia curigai. Begitu juga dengan Asakura, mengamati gerak-gerik tidak nyaman dari Matsu.
"Kalau begitu, aku mau berbicara dengan ryuuza matsu. Ada yang ingin aku tanyakan padanya mengenai kesaksiannya melihat apa yang dilakukan akihara, juga mengapa kau menghajarnya sampai dia sekarat." Asakura menatap tajam ke arah Ryuuza Matsu, ia ingin mengetahui detailnya. "Berani sekali kau menghajar adikku sampai begitu." Ia tarik kuat kerah baju Matsu, membuat mereka semua yang melihat itu sangat terkejut, terutama Matsu yang diperlukan seperti itu. "Jika adikku terbukti tidak melakukan kesalahan, maka kau akan aku tuntut atas penyerangan serta perencanaan pembunuhan secara tidak langsung. Kau tidak akan bisa lari dari jerat hukuman yang akan kau terima nantinya." Lanjutnya lagi. Asakura sangat yakin jika adiknya tidak akan mungkin melakukan kesalahan.
"Boleh saja." Balas Matsu berusaha bersikap santai, meskipun ada rasa gugup tersemat di hatinya. Apalagi tatapan tajam dari Asakura sepertinya tidak main-main.
"Kalian tunggu di sini, mungkin sebelum kejadian kalian sempat melihat gelagat aneh pada akihara." Sakura sedang memperingati mereka agar tidak pergi meninggalkan tempat ini. Mereka hanya menganggukkan kepala saja, tanda mereka mengerti apa yang dikatakan oleh Sakura.
Asakura, Sakura, dan Matsu menuju sebuah ruangan yang mereka pinjam di Rumah Sakit untuk melakukan penyelidikan. Karena Akihara dan Yuuki di sama-sama di rawat di Rumah Sakit, jadi mereka semuanya berada di sini.
__ADS_1
Apakah masih ada cara untuk memperbaiki yang telah terjadi?. Apakah sikap Asakura tidak profesional?. Baginya adiknya saat ini adalah yang utama, ia tahu adiknya tidak mungkin melakukan hal gila seperti itu. Simak dengan baik kisah ini.
...***...