
...***...
Akihara on.
Tidak selamanya apa yang kita bisa bersembunyi dari kesalahan yang telah kita lakukan. Rasa sakit dari beban itu justru membuat kita semakin menderita karena telah berbuat kesalahan yang sebenarnya tidak bisa dilakukan begitu saja. Dari pada menderita sendirian, lebih baik serahkan saja diri, supaya lebih tenang.
Akihara off.
Akihara akhirnya bersuara. Ia telah melakukan sesuatu yang tidak diketahui oleh kakaknya sama sekali. Ia juga melakukan penyelidikan yang berbeda dari yang lainnya.
"Apa maksudnya itu tadi akhira?." Taiki sangat penasaran dengan apa yang dikatakan team forensik.
"Coba jelaskan pada kami." Yuma meminta penjelasan.
"Sebelum tuan sonozaki meninggal dia sempat mencengkeram kaki nona murayama." Akihara masuk pada mode pengungkapan kasus, dan terlihat Kurosaki berdiri tepat disampingnya. "Karena kukunya lumayan panjang, dia mencengkram kakimu, namun sebelum dia benar-benar meninggal, tanpa sengaja dia malah mencakar kakimu." Akihara sebelumnya memang dapat melihat itu melalui penglihatan Murayama Matsumi yang saat ini sedang diselimuti oleh kegelapan yang sangat luar biasa. Mata Kurosaki yang dapat menangkap persekian detik apa yang telah disimpan oleh seseorang di dalam hatinya yang sedang rapuh.
Sedangkan mereka semua dapat menyimak dengan baik bagaimana penjelasan dari Akihara yang membuat mereka ingin bertanya-tanya apa yang disembunyikan Murayama Matsumi sebenarnya.
__ADS_1
"Aku meneliti dengan benar bagaimana darah dan kulit itu bisa menempel dikuku tuan Mayumi, karena itulah aku minta bantuan badan penyelidik mayat korban, apalagi saat pertama bertemu aku melihat ada bekas cakaran di kaki kirimu." Mata Akihara memperhatikan bekas luka di kaki Maruyama, ia dapat melihat itu dengan sangat jelas.
"Kau-." Murayama Matsumi berusaha untuk menyembunyikan itu. "Bagaimana mungkin dia mengetahui itu?." Dalam hati Murayama Matsumi semakin gelisah.
"Kurosaki mengatakan padaku, bahwa kau telah menyimpan tangisan kesedihan bertahun-tahun. Karena tuan sonozaki yang membuat kekasihmu atsuko maeda bunuh diri." Mata Akihara menerawang sangat jauh masa lalu yang dihadapi oleh Maruyama. "Tuan sonozaki jatuh cinta padamu, dan ia benci asitennya mencintai bawahannya. Apakah aku salah?. Nona murayama?." Penjelasan dari Akihara membuat mereka seakan bungkam, jadi itu alasan mengapa Maruyama melakukan pembunuhan?.
Apakah karena alasan seperti seseorang berani melakukan pembunuhan terhadap orang lain?. Seberapa luka yang ia rasakan sehingga memiliki keberanian untuk menghilangkan rasa sakit hati pada orang lain yang telah membuatnya menderita?.
"Nona maruyama. Tangisan kegelapan yang kau rasakan telah menuju pada puncaknya, hingga kau menangis dalam kegelapan. Kau sesak, kau sakit, kau membenci tuan sonozaki yang telah mengambil semuanya darimu, bukankah seperti itu?." Akihara mendesak Maruyama Matsumi mengungkapkan perasaan yang menyiksanya selama ini. Akihara dapat melihat gambaran itu melalui sorot mata Murayama Matsumi yang sedang diselimuti oleh kegelapan yang membawa kesedihan baginya.
"Hiks!. Hiks!." Terdengar suara isak tangis dari mulut Maruyama Matsumi, membuat mereka terdiam. Kenapa tiba-tiba saja wanita itu menangis?. Apa yang membuat wanita itu menangis?. Apakah dia telah menyesali apa yang telah ia lakukan?.
"Ya!. Lelaki busuk itu!. Dia telah membuatku menangis didalam kegelapan." Teriaknya sambil menangis terisak. "Dialah orang yang telah membuatku menderita, dia yang telah membuat kekasihku bunuh diri, dan aku membencinya!." Teriak Maruyama Matsumi dengan pilu, akhirnya ia mengakui bahwa dirinya lah yang telah berbuat kejahatan.
"Nona maruyama." Akihara dan Kurosaki berbicara bersamaan. Kurosaki yang tidak bisa terlihat oleh lain. Namun masih saja bisa mendukung apa yang telah dilakukan Akihara. "Kegelapan itu memang menyakitkan, tapi yang harus kau ketahui, di sudut dunia ini masih ada harapan setitik cahaya untuk kau genggam." Ucap Akihara sambil memberikan nasihat pada Maruyama Matsumi. Akihara mengatakan perkataan yang akan mereka ingat untuk selamanya. "Jadi?. Jika tangisan kegelapan tidak bisa kau bendung, maka carilah seseorang yang kau anggap mampu menampung semua itu." Ya, cobalah mencari seseorang yang dapat menampung tangisan kegelapanmu, maka kau tidak akan merasa sendiri di dunia ini.
"Jadi yang telah melakukan pembunuhan itu kau?." Mereka yang masih penasaran, apakah benar jika Maruyama Matsumi yang telah melakukan pembunuhan itu?.
__ADS_1
"Akihara." Entah mengapa Asakura meresapi apa yang dikatakan oleh adiknya. "Kau sangat hebat dapat membuat pelaku mengakui apa yang telah ia lakukan." Dalam hatinya sangat kagum dengan apa yang telah dilakukan oleh adiknya saat ini. Rasanya ia sangat tidak pernah merasakan seperti itu.
"Kerja bagus Akihira, kau sangat keren." Setelah berkata seperti itu, Kurosaki yang menunjukkan kebenaran masa lalu Maruyama, menghilang entah kemana. Yang tersisa hanya Akihira dengan perasaan sedihnya saat melihat bagaimana menderitanya Maruyama selama ini.
Kasus ini, kasus yang melibatkan cinta buta. Mencintai seseorang dengan berlebihan, hingga tanpa sadar kau membuat orang yang kau cintai menderita. Jadi, cintailah dia dengan segenap hatimu, jika kau tidak bisa memilikinya, setidaknya buatlah dia bahagia dengan cara kau berbagi kebahagian dengannya, bukan dengan tangisan yang membawanya dalam kegelapan menyiksa. Kasus ini, baru awal dari titik langkah pemecah kasus berikutnya. Masih ada masalah yang lainnya sedang terjadi tanpa kita sadari.
Maruyama Matsumi ditangkap karena telah terbukti melakukan kejahatan yang sangat luar biasa.
"Matsumi san. Di dunia ini ada hal yang tidak bisa kita ubah." Akihara saat ini sedang memberikan sedikit nasihat pada Maruyama Matsumi. "Pastikan jika kau harus membayar masalah yang telah kau hadapi lebih serius lagi." Ucapannya dengan senyuman yang sangat ramah. "Terkadang hidup ini memang terasa sangat berat dipikul sendirian. Karena itulah kau jangan sungkan untuk meminta bantuan dariku." Akihara masih harus melakukan hal yang sangat penting.
"Um." Maruyama Matsumi hanya mengangguk mengerti dengan apa yang telah ia dengar. "Aku akan mengusahakan itu." Walaupun terasa sangat aneh, tapi ia tetap mencoba melakukan apa yang dikatakan pak petugas dengan baik.
"Terima kasih pak polisi, karena telah peduli padaku." Maruyama Matsumi masih sempat tersenyum kecil, ia tidak menduga Kana mendapatkan perhatian yang sangat luar biasa seperti itu?.
"Sepertinya masalah baru akan hadir juga dalam masalah yang sangat lama. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Aku juga belum bisa menebak apa yang telah ia lakukan." Dalam hatinya sangat heran dengan sikap itu.
Apakah yang akan terjadi pada selanjutnya?. Simak dengan telah kisah seru Detexti polis. Temukan jawabannya.
__ADS_1
...***...