HITAM DAN PUTIH (SIAPA KAU SEBENARNYA)

HITAM DAN PUTIH (SIAPA KAU SEBENARNYA)
CHAPTER 32


__ADS_3

...***...


Pagi. Saat itu masih pagi, dan pagi itu terdengar suara dobrakan pintu yang sangat keras dari luar?. Sehingga membangunkan mereka yang berada di dalam rumah tersebut.


Duk!. Duk!. Duk!.


Akihara dan Natsuki langsung memeriksa keadaan?.


"Siapa pagi-pagi menggedor pintu sekeras itu?." Akihara yang baru saja ingin bangun malah dikejutkan oleh suara yang seperti itu.


"Mari kita lihat siapa yang telah menggedor pintu." Natsuki segera berjalan menuju pintu utama dari rumah itu.


Srakh!.


Dengan kasarnya ia menggeser pintu itu dengan sangat cepat, hingga menimbulkan suara benturan yang sangat keras.


"Maafkan aku karena telah membangunkan kalian, tapi ini ada masalah yang sangat serius." Seorang laki-laki meminta maaf?.


"Katakan pada kami masalahnya." Natsuki tidak sabar dengan kabar itu.


"Kami menemukan mayat di sumur tua yang tak jauh dari ladang kami bekerja." Mihara, itulah nama pemuda itu, ia terlihat sangat panik ketika mengatakan kabar itu.


"Baiklah kami akan segera ke sana." Akihara dan Natsuki langsung bertindak. Tentunya mereka harus melihat situasi terjadi.


...***...


Yuma dan Yuhei telah mendapat tugas dari Asakura untuk menangkap Amamiya Tominaga. Karena dia telah terbukti melakukan kejahatan yang sangat luar biasa.


"Selamat pagi tuan amamiya." Yuma berusaha untuk tersenyum dengan ramahnya.


"Ya?. Ada keperluan apa kalian datang padaku?." Amamiya Tominaga sangat heran dengan kedatangan dua orang polisi yang sama sekali tidak ia duga sama sekali.


"Kau mungkin akan lupa jika kau telah melakukan pembunuhan berencana dua hari yang lalu. Jadi kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan loh?." Yuhei Mengingat Amamiya Tominaga akan kejahatan yang telah ia lakukan.

__ADS_1


"Maaf?. Sepertinya kau salah orang." Amamiya Tominaga masih belum mau mengakui apa yang telah ia lakukan?.


"Kau boleh menjelaskan langsung pada kami di kantor polisi nantinya." Yuma menunjukkan surat penangkapan itu pada Amamiya Tominaga.


...***...


Di ladang penduduk desa.


Ada beberapa orang yang telah berusaha untuk mengeluarkan korban yang telah dibuang oleh seseorang ke dalam sumur tua itu.


"Jasad yang ditemukan di sumur desa adalah mayat seorang wanita." Akihara hanya melihat dari jauh. Karena Natsuki telah mengikuti mereka.


"Kita harus segera memberi tahu masalah ini pada keluarganya." Mihara yang tadinya ikut dengan mereka. Tentunya ia harus melakukan itu supaya keluarga korban tidak dapat memakamkannya dengan layak.


"Apakah kau polisi yang bertugas di desa ini?." tiba-tiba saja ada seseorang yang bertanya seperti pada Akihara.


"Ya, aku adalah salah satu polisi yang bertugas di desa ini." Akihara hanya tersenyum kecil.


"Jadi seperti itu?." Akihara berpura-pura tidak mengerti dengan apa yang telah dikatakan salah satu penduduk desa.


"Jagalah nyawa kalian dengan sangat baik. Karena kami tidak bisa menjaga kalian di desa ini." orang itu sangat kesal dengan sikap santai yang ditunjukkan Akihara. Setelah itu ia segera pergi dari sana.


"Bagaimana menurutmu kurosaki?. Apakah orang-orang di sini ada hubungannya kasus pembunuhan  itu?." Akihara bertanya pada Kurosaki yang selalu bersembunyi di balik punggungnya.


"Aku rasa tidak." Kurosaki tidak dapat merasakan hawa kegelapan yang berada di lokasi itu. "Tapi tetaplah waspada, karena tidak ada yang mengetahui sisi hitam seseorang akan berasal dari mana." Kurosaki hanya berkata seperti itu pada Akihara.


"Ya. Aku rasa kau benar. Tentunya kita tidak akan mati secepat itu." Akihara akan selalu waspada dengan apapun situasinya. "Kita harus secepatnya menyelesaikan masalah ini dengan sangat cepat." Akihara tidak ingin ada lagi korban yang berjatuhan setelah itu.


...***...


Kantor pusat kepolisian.


Amamiya Tominaga masih saja belum mau mengakui apa yang telah ia dilakukan.

__ADS_1


"Apa buktinya jika aku telah melakukan kesalahan itu?." Amamiya Tominaga masih saja menyangkal tuduhan itu.


"Aku tidak tahu kau memiliki masalah apa padanya. Tapi bukti kejahatan yang telah kau lakukan itu terlihat sangat jelas sekali, aku rasa kau tidak akan bisa menolak setelah apa yang aku perlihatkan padamu." Yuhei masih bersikap sabar dengan apa yang dilakukan oleh Amamiya Tominaga.


"Aku yakin kau tidak akan lagi menghindari tuduhan itu." Yuma sangat kesal dengan situasi yang seperti itu.


"Heh!. Aku yakin kau hanya menggertak saja. Aku yakin kau akan malu karena kau hanya akan menjebak aku saja nantinya." Amamiya Tominaga malah meremehkan Yuma dan Yuhei yang bertugas seperti itu.


BRAKH!.


Yuhei menggebrak meja itu dengan sangat keras, membuat Yuma dan Amamiya Tominaga sangat terkejut.


"Jika kau terbukti telah melakukan kejahatan nantinya!. Akan aku pastikan!. Kau akan menyusul orang yang telah kau bunuh itu!." Yuhei telah menunjukkan bagaimana kemarahan yang ia rasakan pada saat itu. "Yuma!. Kau tidak usah pelan-pelan padanya!. Beri dia pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan, bahkan jika dia menuju alam lain!." Dengan amarah yang sangat membara Yuhei berkata seperti itu.


...***...


Natsuki dan Kuronichi saat itu sedang berada di ruang mayat. Meskipun di desa, tentunya ada rumah sakit untuk pengobatan walaupun tidak besar.


"Bagaimana menurutmu kuronichi?. Apakah kau dapat melihat bagaimana kegelapan yang ada di dalam hatinya?." Natsuki selalu meminta pendapat dari Kuronichi.


"Aku hanya melihat sedikit saja. Karena dia adalah wanita malam. Aku yakin dia memiliki banyak musuh, sehingga dia dibunuh oleh seseorang." Hanya itu saja yang dapat dilihat oleh Kuronichi . "Tapi dalam kasus ini dia sengaja dibunuh oleh seseorang yang seakan-akan ingin menunjukkan pada kita semua apa yang mereka lakukan adalah sebagai peringatan untuk kita yang baru saja datang ke desa ini." Kuronichi dapat merasakan seperti itu.


"Aku rasa kau benar kuronichi. Kita benar-benar harus waspada dengan apapun yang akan mereka lakukan nantinya." Natsuki tidak ingin mereka dalam bahaya nantinya. "Apalagi mereka tidak akan segan-segan untuk membunuh. Aku rasa desa ini memang dikuasai oleh orang-orang yang memiliki niat membunuh yang sangat luar biasa." Natsuki seakan-akan dapat melihat itu semua dengan kekuatan yang ia miliki.


"Kasus yang terjadi di desa ini memang sangat merepotkan kita nantinya." Kuronichi semakin cemas dengan keadaan yang akan mereka hadapi nantinya.


"Kalau begitu kita benar-benar harus segera bertindak." Kuronichi merasa lebih bersemangat dari yang sebelumnya.


"Tentu saja kita harus segera bertindak karena mereka hanya menunjukkan kekuatan yang mereka miliki. Mereka yang merasa berkuasa atas apa yang mereka miliki." Natsuki tidak ingin mereka bertindak dengan sesuka hati. "Ada batas yang harus mereka jaga. Dan mereka mencoba untuk melewati batas itu dengan kekuatan yang mereka miliki." Natsuki sedang membayangkan, manusia seperti apa yang akan mereka hadapi nantinya. "Secepatnya kita harus segera mengatasi mereka." Natsuki tentunya tidak ingin berlama-lama berada di sana dalam keadaan perang nyawa yang sedang mereka pertahankan. Ada hal yang harus mereka lakukan, dan ada yang harus mereka perhatikan di dalam dunia ini.


Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2