
...**...
Gin Okura pada saat itu datang menemui Akihara dan Natsuki mengenai masalah yang baru saja terjadi. Sungguh itu adalah peringatan yang sangat keras untuk siapa saja yang mencoba untuk ikut campur dengan masalah yang ada di dalam desa itu.
"Di desa kami baru saja mengalami hal yang sangat malang sekali." Gin sebagai kepala desa sangat takut dengan apa yang telah terjadi. "Sebaiknya kalian pergi saja dari sini. Aku telah mengatakan pada kalian jika kami tidak akan bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi pada kalian nantinya!." Gin seakan-akan mengusir mereka secara tidak langsung meskipun berdalih demi keselamatan Akihara dan Natsuki.
"Bapak tenang saja, kami akan baik-baik saja selama di sini." Akihara masih santai mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Gin. "Bapak tidak perlu cemas, kami pasti akan menangkap orang yang telah melakukan pembunuhan itu. Kami tidak akan semudah itu akan kalah dari mereka yang hanya bisa mengancam saja." Akihara bukanlah tipe orang yang akan panik hanya karena ucapan yang seperti itu.
"Heh!. Terserah kau saja. Aku tidak akan peduli jika nantinya giliran kalian yang akan menjadi mayat setelah ini." Gin sangat marah karena Akihara dan Natsuki tidak mau mendengarkan apa yang telah ia katakan. Setelah itu ia segera meninggalkan tempat itu, karena sudah muak dengan mereka yang sama sekali tidak mau mendengarkan apa yang telah ia katakan?.
"Olala?. Cepat sekali dia marah." Akihara tertawa kecil dengan apa yang telah dikatakan oleh Gin.
"Abaikan saja." Natsuki malas menanggapi ucapan yang pengecut yang seperti itu.
"Bagaimana pendapat natsuki nee mengenai jenazah korban?." Akihara penasaran dengan hasil yang telah berhasil dilihat oleh Natsuki. "Apakah natsuki nee telah menemukan beberapa informasi?." Akihara tentunya mengetahui bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh Kuroyami Natsuki.
"Kau tenang saja." Natsuki sangat mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Akihara padanya. "Aku dan kuronichi telah mendapatkan itu semua." Natsuki menggunakan kekuatan yang ia miliki dengan sangat baik.
"Kalau seperti itu baguslah. Karena dengan adanya bukti yang kuat, kita dapat bergerak di desa ini dengan sangat aman." Akihara tersenyum lembut.
"Kau terlihat sangat bersemangat sekali akihara." Kurosaki juga ikut tersenyum.
"Jangan ambil semua bagian kami nantinya ya aki chan." Natsuki baru mengetahui jika keponakannya itu lebih agresif dari yang ia bayangkan.
...***...
Di sebuah rumah yang cukup mewah.
__ADS_1
Dua orang yang terlihat sedang mengobrol santai. Keduanya terlihat akrab meskipun status mereka adalah tuan dan pembantu?.
"Banyak orang desa yang datang setelah kejadian itu tuan." Asena terlihat senang dengan apa yang telah ia lihat pada saat itu. "Tapi mereka terlihat biasa saja. Seakan-akan itu adalah memang hal yang sangat wajar." Asena memperhatikan bagaimana tanggapan mereka ketika menemukan mayat seorang wanita?.
"Lalu bagaimana dengan dua orang polisi itu?. Apakah mereka langsung pergi dari desa ini?." Himura.
"Mereka masih berada di desa ini tuan." Ia melihat dua orang polisi yang masih tampak tenang. "Mungkin sudah biasa bagi mereka melihat mayat. Berbeda dengan polisi yang sebelumnya langsung kabur dari desa ini." Baginya itu terdengar sangat aneh.
"Ho?. Jadi mereka masih memiliki nyali untuk tetap tinggal di sini?. Walaupun ada pembunuhan yang terjadi di desa ini?." Himura sedikit terkesan.
"Sepertinya memang seperti itu yang terjadi tuan." Asena sebenarnya sangat kesal, karena ancaman yang ia berikan pada kedua polisi itu sama sekali tidak berpengaruh.
"Itu artinya pembunuhan yang kau lakukan tidak cukup untuk membuat mereka takut." Himura malah terkekeh kecil mendengarkan apa yang dikatakan anak buahnya itu.
"He?." Asena sangat kecewa. "Haruskah saya teror mereka secara langsung?. Supaya mereka segera pergi meninggalkan desa ini?." Asena tidak senang sama sekali.
"Dengan senang hati akan saya lakukan tuan." Asena terlihat semakin bersemangat, baginya ucapan tuannya itu adalah perintah yang tidak bisa ia tolak begitu saja.
...***...
Saat itu Sakura baru saja keluar dari kantor. Ia pulang lebih awal karena ia ingin mengerjakan sesuatu di luar.
"Apakah pekerjaan ini masih belum selesai?." Sakura sedih mengeluh, ia masih melanjutkan pekerjaannya di luar?.
Akan tetapi pada saat itu ia mendengarkan ada suara yang berteriak. Sepertinya ada masalah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata?.
"Kejar dia!."
__ADS_1
Suara itu bukan hanya satu saja, akan tetapi banyak suara yang berteriak dengan sangat keras. Hingga tiba-tiba seseorang menabrak Sakura dari arah belakang.
Duakh!.
Mereka yang bertabrakan langsung jatuh, tentunya itu membuat mereka semua yang mengejar seorang wanita langsung berhenti.
"Sakitnya!." Sakura mengeluh sakit, tangannya berdarah. Namun belum sempat ia melihat siapa yang telah menabraknya, saat itu ada seseorang yang memeluknya.
"Tolong aku!." Seorang wanita terlihat ketakutan dikejar oleh petugas kepolisian. Hingga tanpa sadar ia memeluk seseorang yang ia tabrak tadi.
"Eh?." Sakura sangat terkejut dengan pelukan itu, apalagi dadanya terasa sesak karena pelukan yang terasa sangat kuat.
"Hanamichi san!. Tangkap wanita itu!. Karena dia tidak ingin di bawa ke kantor polisi!." Sato Takumi, salah satu kenalan Sakura terlihat sangat marah.
"Hanamichi?." Dalam keadaan kacau yang seperti ia seperti sedang mengingat seseorang. Ketika ia mencoba melihat siapa yang telah ia peluk, ia sangat kenal dengan sosok temannya?. "Sakura!." Wanita itu sangat senang karena itu adalah Sakura.
"Ruka?!." Sakura sangat terkejut dengan apa yang ia lihat?.
"Hanamichi san. Kami mohon padamu agar menyerahkannya pada kami, karena pada saat ini dia telah melakukan kejahatan." Sato Takumi menunjukkan surat penangkapan secara resmi.
"Tidak!. Itu tidak benar sama sekali sakura." Masashi Ruka masih bersikeras tidak ingin ditangkap oleh mereka semua. "Aku mohon selamatkan aku dari fitnah mereka yang mengatakan jika aku telah melakukan pembunuhan." Masashi Ruka kali ini memohon pada Sakura agar membantunya.
"Tapi bukti telah mengarah kepadamu. Saksi-saksi telah memberatkan Apa yang telah kau lakukan. Karena itulah kau harus ikut dengan kami ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kau lakukan." Sato Takumi yang telah mendapatkan semua data tentang kejahatan yang telah dilakukan oleh Masashi Ruka.
"Aku mohon padamu sakura. Aku tidak melakukan pembunuhan itu." Masashi Ruka sangat sedih mendapatkan tuduhan yang seperti itu. "Aku sama sekali tidak bersalah." Ia menangis sedih karena masalah itu. Sungguh tidak ada yang bisa ia lakukan selain pasrah?.
...***...
__ADS_1