
...***...
Akihara on.
Di dalam hidup ini terdapat banyak masalah yang dihadapi oleh seseorang. Namun ada juga beberapa orang yang menciptakan masalah itu sebagai sebuah hiburan. Manusia seperti apa yang menganggap membuat masalah adalah sebagai hiburan?. Apakah dia tidak memiliki hiburan yang lain sehingga ia menganggap masalah adalah sebuah hiburan?. Rasanya aku ingin menyingkirkan orang yang seperti itu. Namun karena aku adalah seorang polisi, kakak aku akan melihat kegelapan yang ada di dalam dirinya. Hitam dan putih, siapa kau sebenarnya?. Mengapa kau malah berpikiran seperti itu?. Masalah?. Sepertinya kau harus belajar banyak tentang hidup ini, masalah yang telah kau buat akhirnya akan menutup pertanggungjawaban atas apa yang telah kau buat itu. Jika kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan, maka akan aku perlihatkan padamu bagaimana hukum alam itu bisa terjadi menimpamu.
Akihara off.
Saat iniĀ Akihara dan Kurosaki sedang menuju sebuah tempat yang sangat aneh. Jauh di desa itu terdapat hutan yang sangat lebat. Sepertinya mereka melihat arah seseorang yang memasuki hutan itu dengan wajah yang sangat menyeramkan.
"Bagaimana menurutmu kurosaki?." Akihara terus berjalan masuk ke dalam hutan itu. "Sepertinya tempat ini sangat mengerikan, seorang telah menggunakannya untuk melakukan pembunuhan." Akihara dapat melihatkan jejak-jejak kegelapan yang berada di dalam hutan itu.
"Aku rasa yang kau katakan itu sangat benar akihara." Kurosaki tentunya dapat merasakan dan melihat apa saja yang disimpan oleh tempat itu. "Kegelapan yang ada di tempat ini telah membuat banyak hawa hitam jahat kegelapan." Kurosaki mengamati sekitarnya, hanya untuk memastikan kebenarannya.
"Lalu apa yang akan kita lakukan kurosaki?. Apakah kita perlu masuk ke dalam lagi?. Untuk melihat siapa yang telah melakukan pembunuhan sadis itu?." Akihara tentunya ingin mengetahui siapa yang telah melakukan perbuatan jahat itu.
"Tidak!. Sebaiknya kau kembali saja, karena aku merasakan ada hal yang bahaya, yang akan menimpa kita." Entah kenapa aku Kurosaki pada saat itu dapat melihat bayangan hitam seseorang yang mungkin saja melihat mereka saat ini.
"Baiklah kalau begitu. Kita akan kembali ke sini lagi besok bersama natsuki nee." Akihara selalu mengikuti apa yang telah dikatakan oleh Kurosaki.
Benar saja apa yang dikatakan oleh Kurosaki, berselang lama mereka meninggalkan tempat itu, ada seseorang dengan menggunakan jaket hitam yang menutupi kepalanya. Ia datang ke tempat itu untuk memastikan sesuatu. Saat itu ia sedang menggenggam pisau di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya memegang kepala manusia yang telah berhasil ia mutilasi. Memang sangat mengerikan jika dilihat oleh manusia normal pada saat itu.
Apakah yang terjadi sebenarnya pada tempat itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah ini terjadi.
__ADS_1
...***...
Di Desa yang sama, Natsuki dan Kuronichi sosok putih yang seperti menuntun mereka menuju sebuah tempat. Sosok putih itu terus saja berjalan menuju tempat yang cukup jauh dari pemukiman desa.
"Kuronichi, sebenarnya apa yang ia tunjukkan pada kita?." Natsumi sangat heran dengan apa yang akan dilakukan oleh sosok itu.
"Sepertinya dia ingin menunjukkan sesuatu padamu." Kuronichi sangat yakin dengan tebakannya itu.
Mereka berada di sebuah rumah tua yang sangat aneh dan mengerikan. Seakan-akan ingin memperlihatkan apa yang pernah terjadi di sana. "Bagaimana pendapatmu kuronichi?. Apakah menurutmu tempat ini adalah tempat pembunuhan sadis yang selama ini terjadi di desa ini?." Natsuki kembali bertanya pada Kuronichi.
"Kau benar. Ini adalah tempat pembunuhan sadis. Seseorang telah menggunakan tempat ini untuk membunuh banyak nyawa yang tidak berdosa." Kuronichi melihat itu semua melalui tatapan matanya yang dipenuhi oleh kegelapan yang sangat luar biasa. "Sakit hati dan dendam yang ia rasakan, telah mengubahnya menjadi si hitam yang sangat menakutkan." Kuronichi sedikit merinding melihat penampakan itu.
"Kita harus menjelaskan kepada mereka semua. Bahwa ada pihak yang telah bermain-main dengan nyawa orang lain." Natsuki tidak ingin penduduk desa salah paham dengan apa yang telah terjadi pada desa mereka. "Tapi sebelum itu kita harus menangkap siapa pelaku di balik semua ini." Lanjutnya sambil memperhatikan sekitar. Ia dapat melihat siapa yang telah melakukan itu, dan ia harus menangkap orang yang telah berbuat keji.
Apakah Natsuki bisa melakukan itu?. Simak dengan baik bagaimana ceritanya.
...***...
Asakura baru saja keluar dari sebuah tempat. Ia hanya menikmati sejenak santainya dengan mengunjungi sebuah tempat yang mungkin dapat menghilangkan stresnya. Namun pada saat itu ia tidak menduga bahwa ia bertemu dengan teman masa sekolahnya dulu. Teman?.
"Bukankah kau asakura?." Seorang laki-laki, temannya ada juga laki-laki?. Tentunya ketika sekolah dulu temannya hanyalah laki-laki, karena ia selalu menghindar berteman dengan wanita. Itu bukan berarti ia tidak normal, karena ia menjaga dirinya untuk tidak tergoda berpacaran pada saat itu.
"Masanori?." Asakura mencoba mengingat apakah memang itu temannya atau tidak. "Kau benaran masanori?." Asakura hanya mengingat nama itu saja jika dilihat dari wajahnya.
__ADS_1
"Ho?. Ini sangat mengejutkan jika kau masih ingat padaku, yuichi asakura." Kazuhiro Masanori, itu adalah teman masa SMA-nya dulu. "Suatu keajaiban aku diingat oleh orang keren seperti kau." Ia benar-benar sangat terharu.
"Ya?. Anggap saja seperti itu jika aku memang ingat padamu." Balas Asakura dengan cueknya. Ia sangat ingat, betapa dramatisnya temannya dahulu ketika di Sekolah.
Kazuhiro Masanori hanya bisa tertawa saja dengan apa yang dikatakan oleh Asakura. Tentunya ia memahami bagaimana sikap temannya yang super dingin itu. "Bagaimana kalau kita mengobrol sebentar saja." Ia rangkul bahu Asakura, sambil mengingat bagaimana masa sekolah mereka dahulu. Namun saat ini situasinya telah sangat berbeda dari yang sebelumnya. "Aku dengar kau menjadi ketua kepolisian di kota ini. Mungkin aku bisa meminta bantuan padamu." Ia seret paksa asakura agar mengikuti langkahnya.
"Memangnya apa yang kau inginkan dariku?. Jangan libatkan aku dengan masalah pribadimu yang suka berjudi itu. Atau kau akan aku seret ke dalam bui." Asakura sama heran dengan temannya itu. Akan tetapi ia sama sekali tidak bisa menolak ajakan temannya itu.
"Hanya kau saja yang bisa melakukan ini." Kazuhiro Masanori terus memaksa Asakura agar ikut dengannya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisah ini.
...***...
Di sisi lain.
Hanamichi Sakura sedang bersama temannya yang memiliki beberapa masalah yang sangat berat. Tentunya ia merasa bersimpati dengan apa yang telah dilakukan oleh temannya.
"Sakura. Sungguh aku tidak melakukan pembunuhan itu." Ia merengek menangis di hadapan Sakura saat itu. "Pada saat aku datang karena mendapatkan panggilan darinya." Masashi Ruka katakan pada Sakura sambil menangis.
"Tenanglah, jika memang kau tidak bersalah, maka kau jangan menangis. Aku akan mendengarkan apapun yang akan kau katakan nantinya." Sakura berusaha untuk menenangkan temannya itu.
"Akan aku ceritakan padamu semuanya padamu bagaimana itu bisa terjadi. Aku mohon agar kau dapat menyelidiki masalah itu dengan benar." Masashi Ruka sangat takut dengan apa yang telah terjadi padanya. Bagaimana mungkin ia menjadi seorang tersangka, hanya karena menemukan mayat ketika berada datang di sana?.
__ADS_1
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Sakura bisa mengatasi masalah itu dengan baik?. Siapa pelaku utama dalam kasus itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi?.
...***...