HITAM DAN PUTIH (SIAPA KAU SEBENARNYA)

HITAM DAN PUTIH (SIAPA KAU SEBENARNYA)
CHAPTER 23


__ADS_3

***


Akihara on.


Apakah kau tidak merasa bersalah setelah melakukan kejahatan itu?. Apakah kau tidak tahu kesalahan apa yang menghantui dirimu di saat itu?. Aku yakin tanpa sadar kau telah mengakui kejahatan yang telah kau lakukan. Karena itulah kau sangat gelisah, karena wujud hitam yang ada di dalam dirimu sendiri mengakui itu. Kau tidak akan pernah tenang sebelum wujud hitam itu kau singkirkan di dalam hidupmu. Karena hitam dan putih sebenarnya adalah kehidupan yang berbeda. Jadi sebenarnya kau siapa?. Tentukan kau berada dipihak yang mana?. Hitam dan putih, siapa kau sebenarnya?. Jangan kau campur adukkan antara hitam dan putih. Itu tidak lah baik, jika kau menggabungkan hitam dan putih disaat yang bersamaan. Metal dan pikiran, maka kau dahulukan yang mana?. Atau kau gunakan hati nurani mu untuk menilai apakah yang kau lakukan itu salah atau benar. Hitam dan putih, siapa kau sebenarnya?.


Akihara off.


Di dalam ruangan.


Sakura dan Asakura saat ini sedang menginterogasi Ryuuza Matsu. Sebenarnya keduanya sangat curiga padanya mengingat bagaimana masa lalu yang telah mereka hadapi ketika itu.


"Ryuuza san, coba ceritakan kejadiannya. Aku ingin mendengarkan langsung darimu." Asakura meminta penjelasan dari Matsu, ia memang mendengarkan keterangan dari petugas kepolisian setempat.


"Baiklah." Matsu mau menceritakan detailnya. "Saat itu pagi-pagi, aku mau pergi jalan-jalan sekitar." Matsu mulai menceritakan apa yang ia alami sebelum melihat kejadian itu.


"Aku jalan sendirian karena istriku, Yumi masih tidur." Matsu menjelaskan alasan ia jalan-jalan sendiri. "Tapi saat aku menuju belakang, saat itulah aku melihat akihara menganiaya yuuki chan." Raut wajahnya terlihat sedih, bahkan ia terlihat hampir menangis. "Karena tidak tahan, tanpa sadar aku memukulnya dengan tongkat baseball, aku saat itu sedang dikuasai oleh amarah." Kali ini ia memang menangis, menangis terisak.


Asakura dan Sakura saling bertatapan satu sama lain, mereka hanya menerima penjelasan dari Matsu tentang kesaksiannya. Mereka masih menyelidikinya, agar mendapatkan bukti bahwa Akihara hanyalah korban.

__ADS_1


"Sakura senpai, pak polisi yuichi, kalian boleh tidak mempercayai apa yang aku katakan." Matsu menatap serius ke arah keduanya, "sebagai orang terdekat akihara, aku mohon keadilan kalian sebagai petugas kepolisian yang selalu dipercayai negara." Matsu memastikan bahwa ada keadilan di sini. Jangan karena hubungan orang-orang terdekat hukum bisa dibeli begitu saja.


"Kau tidak perlu mencemaskan itu ryuuza." Sakura mencoba menahan dirinya. "Bagiku keadilan tetap keadilan." Sakura menatap tajam kearah Matsu. "Sama seperti lima tahun yang lalu, kali ini aku pasti akan menunjukkan semuanya." Sakura sangat geram pada Matsu, ingin ia segera memenjarakan Matsu, namun ia tidak mau terburu-buru mengambil keputusan.


"Baiklah, aku rasa cukup dulu pertanyaannya." Asakura tidak mau berlama-lama, ia hanya memastikan jika kasus ini memang ada sangkut pautnya dengan kejadian masa lalu mereka.


"Aku permisi dulu." Matsu terlihat waspada pada kedua orang ini, ia tidak tahu rencana apa yang sedang mereka rencanakan.


"Sabarlah hanamichi san." Asakura tersenyum kecil, ia memaklumi kemarahan Sakura saat ini. "Sepertinya kau sangat curiga sekali padanya." Namun setidaknya ia lega jika adiknya ada yang memperhatikan, meski Sakura terkesan cuek.


"Aku tidak akan pernah melupakan apa yang telah dia lakukan pada akihara. Aku yakin dia kali ini yang menjebak akihara." Hatinya sangat panas dengan apa yang telah terjadi.


Keesokan harinya


Ryuuza Matsu terlihat gelisah, ia saat ini sedang duduk sendirian di kamarnya penginapan. Sedangkan yang lainnya di ruang tamu penginapan bersama Asakura dan Sakura. Mereka semua masih menyelidiki apa yang telah terjadi, mereka semua telah diberikan penjelasan oleh Asakura dan Sakura tentang hasil penyelidikan serta apa yang terjadi di masa lalu. Akhirnya mereka semua mengerti setelah diberi penjelasan tentang kejadian hari ini dan kejadian masa lalu. Karena itulah mereka semua sepakat untuk membuktikan apakah benar Ryuuza Matsu yang melakukan itu atau tidak.


Namun saat itu siapa yang menyangka jika Kurosaki mendatangi Ryuuza Matsu yang sedang dalam keadaan gelisah. Kurosaki dapat melihat sisi hitam yang ada di dalam diri Ryuuza Matsu.


"Akuilah perbuatanmu jika kau merasa bersalah." Tiba-tiba seseorang bersuara dari arah jendela, membuat Matsu terkejut.

__ADS_1


"Kau?." Matsu sangat terkejut melihat siapa yang ia lihat. Matanya sampai melotot melihat sosok yang berdiri di sana dalam keadaan diperban kepalanya?.


"Aku melihatnya, bagaimana kau menyerangku." Kurosaki, ya lelaki itu adalah Kurosaki. Sesuai janjinya ia akan melakukan sesuatu untuk Akihara dengan mendatangi Matsu.


"Bedebah, diam kau!." Teriak Matsu dengan suara bergetar ketakutan. Rasanya tidak percaya melihat Akihara?. Ya, yang ia lihat adalah sosok Akihara dengan penampilan yang menyeramkan.


"Kenapa?." Kurosaki menggertakkan giginya menahan amarah. "Kenapa kau masih saja mengulangi kesalahan yang sama matsu?!." Teriak Kurosaki penuh dengan amarah yang mendesak dadanya.


"Diam kau bedebah!." Matsu menutup kedua telinganya, ia tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh Akihara.


"Kau" Kurosaki merasa sesak. "Bukankah kau sudah berjanji padaku mencintai yumi?. Dan kau tidak akan mengganggu maria?. Merelakan maria menjadi milik makio?." Kurosaki mencengkram kuat kerah baju Matsu, seakan ia mau mencekik leher Matsu. Kurosaki dapat melihat itu semua dari sisi hitam yang ada di dalam diri Matsu.


"Lepaskan!." Matsu menepis kuat tangan Kurosaki agar melepaskannya, saat itu juga Matsu telah berubah menjadi kuro Matsu. Mau tak mau Kurosaki terpaksa melepaskan pegangannya. Sedang Matsu berpikir jika ia tidak melepaskan cengkraman itu, maka ia  benar-benar akan mati ditangan Akihara, saking kuatnya cengkraman Akihara. Padahal itu adalah Kurosaki bentuk sisi hitam milik Akihara yang selama ini berada di balik sisi putih Akihara. Setiap orang memiliki sisi hitam yang berbeda-beda, termasuk Matsu yang langsung masuk ke sisi hitam karena sudah bertahun-tahun ia memendam rasa sakit itu. Hingga ia menghilangkan sisi putihnya yang telah kalah oleh sisi hitam.


"Kau tahu apa akihara?." Matsu terdengar sendu, ia menahan perasaan marahnya yang selama ini ia pendam sendirian. "Orang yang aku cintai mengandung anak orang yang paling aku benci!." Ucap Matsu, hatinya memang memanas. Ada juga perasaan sakit hati yang ia rasakan pada saat itu. Sungguh hatinya sangat sakit mengingat itu semua. Hatinya tidak bisa menerima begitu saja apa yang telah terjadi. "Aku benci dengan keadaan yang seperti itu!. Harusnya kau tidak menghalangi apa yang telah aku lakukan!. Kau seharusnya tidak ikut campur dalam urusan yang telah aku lakukan!. Kenapa dari dulu kau selalu saja ikut campur!." Teriaknya penuh dengan kemarahan. Hatinya sangat sakit memikirkan itu semua. Apakah ia tidak bisa merasakan apa yang ia inginkan?. Apakah ia tidak berhak untuk mendapatkan kebahagiaan yang ia inginkan?.


Sedangkan mereka yang ingin masuk ke dalam kamar milik Matsu sangat terkejut dengan apa yang mereka dengar. Apakah benar yang dikatakan Matsu tentang semua itu?. Mereka semua dapat mendengarkan itu dengan sangat baik, sangat jelas. Lalu apa yang akan mereka lakukan setalah mendengarkan pengakuan seperti itu dari Matsu tentang apa yang telah ia lakukan?. Simak dengan baik bagaimana lanjutan kisah ini.


...***...

__ADS_1


__ADS_2