
...***...
Akihara on.
Apakah kau pernah memikirkan dirimu berada dimana?. Hitam atau putih?. Siapa kau sebenarnya?. Sebab hitam dan putih sebenarnya adalah hal yang sangat bertentangan. Jangan sampai terjebak oleh perasaan suasana hati yang dapat membuatmu bimbang. Apakah kau tidak pernah belajar dari apa yang ada disekitarmu?. Atau belajar pada diri sendiri?. Jika kau menyakiti orang lain maka suatu hari nanti kau juga akan disakiti orang lain pula. Maka berhati-hatilah jika kau ingin bertindak. Jangan sampai kau celaka setelah apa yang kau lakukan pada orang lain.
Akihara off.
Kegelapan sepertinya telah memakan seseorang yang mungkin sedang mencoba menenangkan hatinya. Saat itu Akihara dan Kurosaki sedang melarikan diri Gin Okura yang dikuasai oleh kegelapan dari hatinya sendiri. Kegelapan yang datang dari hatinya yang sangat membenci kejahatan. Gin Okura terlihat lebih agresif dari apa yang ia bayangkan?.
"Sepertinya kita dalam masalah yang sangat gawat." Akihara yang saat itu sedang melarikan diri dari kejaran Gin Okumura. "Apakah ini adalah tugas seorang polisi di era yang aneh ini?." Akihara hampir saja tertawa dengan apa yang ia katakan. "Terkadang aku ragu apakah ini adalah pekerjaan seorang polisi akan tidak." Akihara tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh mereka yang sedang dikuasai oleh kegelapan.
"Hahaha!. Anggap saja seperti itu untuk." Kurosaki yang selalu bersama Akihara juga malah ikut tertawa. Saat ini mereka sedang berlari di hutan yang cukup lebat, karena desa ini belum terlalu ramai akan penduduknya. "Fokus saja dulu pada pertarungannya. Akan berbahaya jika kita hanya bermain lari-larian seperti ini." Kurosaki berusaha untuk melindungi Akihara dari kemungkinan terburuk yang akan mereka hadapi nantinya.
"Kenapa kalian malah melarikan diri?." Gin Okura sangat kesal, ia terus berusaha untuk mengejar Akihara dan Kurosaki. "Aku pasti akan membunuh kalian!" Teriaknya dengan suara yang sangat keras.
"Sepertinya kita memang harus menghentikan dia. Kita harus menggunakan kekuatan yang kita miliki." Akihara tidak ingin main-main lagi dengan apa yang telah ia putuskan.
...***...
Sakura masih sabar bertanya pada temennya yang kini sedang berurusan dengan hukum. Sebagai seorang polisi profesional, tentunya ia tidak ingin melakukan kesalahan yang berdampak buruk bagi semua pihak nantinya. Entah pihak yang ingin menjatuhkan Masashi Ruka. Tapi yang jelas adalah, ia harus menyelesaikan masalah itu dengan sangat tepat. Namun pada saat itu, ada asisten dari Itamura Nagi yang pada saat itu masih bersama mereka.
__ADS_1
"Apakah kau masih menyimpan ponsel milik korban?." Pertanyaan itu dari Sakura yang ingin menguji seseorang.
"Tentu saja masih menyimpannya." Dengan sangat percaya diri ia berkata seperti itu. "Dengan menyimpan barang bukti tindakan kejahatan yang telah dilakukan seseorang, tentunya itu sangat membantu untuk mengungkap kejahatan yang telah dilakukan oleh seseorang." Matanya sangat jelas melirik ke arah seseorang.
Sakura hanya diam saja ketika mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Mayumi Ishida. Begitu juga dengan Masashi Ruka yang saat ini sedang dalam pengawasan kepolisian setelah apa yang mereka tuduhkan padanya.
"Ho?. Apakah kamu mengetahui siapa yang telah melakukan perbuatan jahat itu?." Sakura mencoba memancing opini yang dikatakan oleh Mayumi Ishida.
"Aku tidak bermaksud untuk menuduh siapapun juga. Akan tetapi pada saat itu aku sebagai seorang asisten. Pada saat itu aku mengetahui jika itamura nagi ingin bertemu dengan seseorang yang sangat ia cintai." Dari ucapannya ya seakan-akan memang tidak suka dengan apa yang telah terjadi. "Nagi kun berkata padaku sebelum aku pergi meninggalkan ruangannya. Ia ingin mengajak masashi san untuk bertemu di sini." Lanjutnya. "Karena itulah aku pergi meninggalkannya. Aku tidak ingin mengganggu mereka yang mungkin saja sudah menikmati dunia mereka yang sedang dipenuhi oleh bunga-bunga cinta." Ada perasaan geram yang ia tunjukkan pada saat itu. "Nagi kun mengirim pesan cinta padamu masashi san. Bahwa ia sangat mencintaimu. Akan tetapi Apa yang telah kau lakukan padanya?!. Kenapa kau malah membunuhnya?!." Dengan suara yang penuh pilu kesedihan yang sangat mendalam ia berkata seperti itu.
"Kegh!." Masashi Ruka mencoba untuk menahan dirinya agar tidak memaki asisten almarhum Itamura Nagi.
"Aku pikir sekitar pukul tujuh pagi. Karena pada saat itu iya sedang bersiap-siap untuk melakukan take adegan yang sangat panjang. Sehingga memerlukan waktu yang panjang baginya untuk istirahat, karena itulah ia memilih pukul untuk mengirim pesan itu." Mayumi Ishida mencoba untuk menjelaskan apa yang telah terjadi pada saat itu.
Sakura dan Masashi Ruka tersenyum kecil mendengarkan apa yang dikatakan oleh asisten pribadi cari almarhum Itamura Nagi. "Apakah kau yakin dengan apa yang telah kau katakan itu?. Atau jangan-jangan kau yang telah melakukan kejahatan itu?. Namun kau berusaha untuk mengalihkan kejahatan itu kepada orang lain?." Sakura dapat menangkap kejadian yang janggal itu.
"Hah?. Apa yang kau katakan ibu polisi?." Mayumi Ishida sangat dengan apa yang dikatakan oleh Sakura.
...***...
Asakura saat ini sedang berada di sebuah tempat yang sangat mencurigakan. Saat ini ia sedang berada di sebuah pabrik tua yang tidak terpakai lagi.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau lakukan sebenarnya di sini?. Kau ini soal aneh sekali masanori." Asakura merasa sangat heran dengan sikap temannya itu.
"Aku hanya ingin kau menjadi pengawal pribadiku. Karena pada saat ini ada transaksi narkoba yang sangat berbahaya. Itulah alasan kenapa aku ingin meminta bantuan padamu." Kazuhiro Masanori dengan entengnya berkata seperti itu.
Duakh!.
"Kegkhakh!."
Terdengar sebuah pukulan yang sangat keras disertai dengan teriakan dari Kazuhiro Masanori. Ia tidak menduga jika Asakura akan memukul kepalanya dengan sangat keras.
"Kenapa kau tidak bilang dari awal?. Jika masalah narkoba?. Kau ini benar-benar pandai sekali ingin mencari mati." Dengan kesalnya ia berkata seperti itu pada temannya. "Kau harus membayar mahal atas apa yang telah kau katakan sebelumnya." Rasanya ia ingin mengutuk temannya itu.
"Ho?!. Ternyata ada tamu yang tidak terduga pada hari ini." Tiba-tiba saja ada suara yang masuk begitu saja. Mereka yang pada saat itu berada di tempat yang sangat sepi, namun siapa sangka tempat itu dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba yang sangat berbahaya. Asakura melihat beberapa orang yang ikut bergabung dalam pertemuan rahasia itu.
"Sepertinya kalian hendak melakukan transaksi yang sangat berbahaya. Tentunya sebagai seorang polisi aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Mata Asakura memperhatikan beberapa orang yang ikut berada di sana. Itu adalah pertemuan yang sangat mengejutkan baginya sebagai seorang polisi. Ia tidak menduga jika ada yang menggunakan narkoba dalam kondisi seperti itu?.
"Sepertinya kalian bukan orang yang diharapkan." Seorang laki-laki dengan wajah gahar perkata seperti itu. Tatapannya yang sangat mengerikan, siapa saja enggan melihat matanya. "Sebaiknya kalian pergi dari sini. Karena aku tidak ingin membuang waktuku dengan percuma hanya melayani kalian berdua." Ucapnya dengan nada sombong.
Next.
...***...
__ADS_1