
Pagi. Saat itu masih pagi, dan pagi itu terdengar suara dobrakan pintu yang sangat keras dari luar?. Sehingga membangunkan mereka yang berada di dalam rumah tersebut.
Duk!. Duk!. Duk!.
Akihara dan Natsuki langsung memeriksa keadaan?.
"Siapa pagi-pagi menggedor pintu sekeras itu?." Akihara yang baru saja ingin bangun malah dikejutkan oleh suara yang seperti itu.
"Mari kita lihat siapa yang telah menggedor pintu." Natsuki segera berjalan menuju pintu utama dari rumah itu.
Srakh!.
Dengan kasarnya ia menggeser pintu itu dengan sangat cepat, hingga menimbulkan suara benturan yang sangat keras.
"Maafkan aku karena telah membangunkan kalian, tapi ini ada masalah yang sangat serius." Seorang laki-laki meminta maaf?.
"Katakan pada kami masalahnya." Natsuki tidak sabar dengan kabar itu.
__ADS_1
"Kami menemukan mayat di sumur tua yang tak jauh dari ladang kami bekerja." Mihara, itulah nama pemuda itu, ia terlihat sangat panik ketika mengatakan kabar itu.
"Baiklah kami akan segera ke sana." Akihara dan Natsuki langsung bertindak. Tentunya mereka harus melihat situasi terjadi.
...***...
Yuma dan Yuhei telah mendapat tugas dari Asakura untuk menangkap Amamiya Tominaga. Karena dia telah terbukti melakukan kejahatan yang sangat luar biasa.
"Selamat pagi tuan amamiya." Yuma berusaha untuk tersenyum dengan ramahnya.
"Ya?. Ada keperluan apa kalian datang padaku?." Amamiya Tominaga sangat heran dengan kedatangan dua orang polisi yang sama sekali tidak ia duga sama sekali.
"Maaf?. Sepertinya kau salah orang." Amamiya Tominaga masih belum mau mengakui apa yang telah ia lakukan?.
"Kau boleh menjelaskan langsung pada kami di kantor polisi nantinya." Yuma menunjukkan surat penangkapan itu pada Amamiya Tominaga.
...***...
__ADS_1
Di ladang penduduk desa.
Ada beberapa orang yang telah berusaha untuk mengeluarkan korban yang telah dibuang oleh seseorang ke dalam sumur tua itu.
"Jasad yang ditemukan di sumur desa adalah mayat seorang wanita." Akihara hanya melihat dari jauh. Karena Natsuki telah mengikuti mereka.
"Kita harus segera memberi tahu masalah ini pada keluarganya." Mihara yang tadinya ikut dengan mereka. Tentunya ia harus melakukan itu supaya keluarga korban tidak dapat memakamkannya dengan layak.
"Apakah kau polisi yang bertugas di desa ini?." tiba-tiba saja ada seseorang yang bertanya seperti pada Akihara.
"Ya, aku adalah salah satu polisi yang bertugas di desa ini." Akihara hanya tersenyum kecil.
"Aku harap kau lebih berhati-hati lagi. Karena desa ini tidak memiliki keamanan untuk pendatang." Ia seakan-akan memberi peringatan pada Akihara. "Aku rasa itu adalah sebuah peringatan yang sangat keras untuk kalian agar tidak ikut campur dengan apapun yang dilakukan oleh penguasa di desa ini." Itu benar-benar peringatan yang sangat keras.
Akihara on.
Banyaknya masalah yang dihadapi seseorang bukan berarti dia paling menderita, akan tetapi mengingatkan dirinya bahwa masalah itu ada selagi kita hidup dan berinteraksi bersama orang lain. Bahkan lebih banyak lagi masalah jika orang itu memiliki sifat yang bertentangan dengan orang lain, apalagi berpikir hidup sendirian adalah hal yang baik. Semangat hidup yang kuat!.
__ADS_1
Akihara off.