
...***...
Akihara on.
Apakah menurutmu dunia akan selalu berpihak padamu?. Aku rasa kau benar-benar harus belajar lagi mengenai dunia ini, karena masalah yang sebenarnya terletak pada hatimu yang sangat mudah bergantung pada apapun. Sehingga dari kecil kau mengerti bagaimana caranya memperlakukan orang lain. Tetaplah berada pada jalur yang seharusnya, karena ada banyak masalah yang kau buat itu meminta pertanggung jawabannya. Berani berbuat, maka kau harus berani pula. Jangan hanya bisa berbuat saja, akan tetapi setelah itu kau malah kabur?. Mari kita lihat, sejauh mana kalian akan bertindak?. Dalam masalah ini, akan aku lihat sejauh mana kau akan bertindak.
Akihara off.
Saat itu Akihara dan Kurosaki tidak sengaja bertemu dengan Gin Okura. Ada hal yang membuat Akihara dan Kurosaki sangat terkejut pada saat itu.
"Oh?. Bukankah kau adalah bocah sombong itu?." Gin Okura menyapa Akihara.
"Mau kemana pak?. Sepertinya sangat terburu-buru sekali." Akihara tersenyum kecil.
"Hanya berjalan-jalan sebentar saja. Mungkin dapat melakukan hal yang berguna nantinya." Jawabnya dengan santainya. "Tapi, aku baru melihat kau memilki kembaran. Karena yang aku lihat hanya kau dan wanita itu saja." Tentunya ia tidak menduga itu sama sekali.
Akihara dan Kurosaki saling bertatapan satu sama lain karena merasa penasaran dengan apa yang telah dikatakan oleh Gin Okura.
Deg!!.
Pada saat itu ia benar-benar terbawa oleh arus kegelapan yang berasal dari Gin Okura. Akihara dan Kurosaki dapat melihat sisi hitam yang ada di dalam tubuh Gin Okura pada saat itu.
"Hitam dan putih. Siapa kau sebenarnya pak gin?." Akihara memberanikan dirinya untuk bertanya seperti itu.
"Hitam dan putih?." Gin Okura malah balik bertanya?.
__ADS_1
"Akihara. Kau tidak perlu banyak bertanya lagi padanya mengenai siapa dirinya yang sebenarnya." Kurosaki sendiri dapat merasakan adanya ancaman yang sangat kuat dari dalam diri Gin Okura pada saat itu. "Karena hanya orang-orang yang memiliki kegelapan yang melebihi batas saja yang dapat melihat aku." Kurosaki mulai waspada.
"Boleh juga kau ternyata." Gin Okura mulai memperlihatkan gelagat anehnya.
"Sisi gelap telah memakan sisi hitam yang ada di dalam hatinya." Akihara mengambil ancang-ancang.
...***...
Sakura masih bersama temannya, tentunya ia ingin segera menyelesaikan masalah yang terjadi.
"Ini adalah pesan yang dia kirim sebelum aku ke ruangannya." Masashi Ruka menunjukkan smartphone miliknya.
"Takumi san?. Memangnya jam berapa terjadinya pembunuhan itu?." Sakura tentunya harus mengetahui jam kejadiannya.
"Dari hasil pemeriksaan diperkirakan pukul satu lewat lima belas menit waktu setempat." Sato Takumi tentunya mengetahui kemunginan itu terjadi.
"Apakah kau tidak salah sakura san?." Sato Takumi mengambil smartphone milik Masashi Ruka. "Hooh, sangat benar sekali." Sato Takumi telah memastikan itu. "Tapi bisa jadi itu adalah sebuah tipuan sakura san." Ia tidak ingin ada hal buruk yang mungkin akan menimbulkan keraguan data yang ia dapatkan. "Bisa jadi dia mengarang cerita yang mungkin bisa menjadi alibi untuk menutupi semua kejahatan yang telah ia lakukan sakura san." Sato Takumi benar-benar tidak ingin terpengaruh begitu saja.
"Tapi sungguh, aku tidak melakukan kejahatan itu." Masashi Ruka menangis sedih karena ia tidak bisa membuktikan jika dirinya tidak bersalah. "Aku mohon padamu sakura. Hanya kau yang dapat aku andalkan dalam masalah ini. Aku tidak mungkin melakukan kejahatan yang tidak akan pernah aku lakukan." Masashi Ruka kembali memohon pada Sakura.
Sakura tidak langsung menjawab apa yang telah dikatakan temannya. Meskipun Masashi Ruka adalah temannya, tentunya ia tidak akan mudah terpengaruh. "Kalau kau memang orang baik, maka katakan padaku dengan benar. Aku tahu kau bukanlah tipe orang yang akan berbohong hanya menutupi sisi hitam yang ada di dalam hatimu." Sakura hanya ingin Sakura berkata jujur padanya.
"Um. Tentu saja." Masashi Ruka memperlihatkan kesungguhan yang ia rasakan pada saat itu.
...***...
__ADS_1
Pukul 14.55.
Asakura telah sampai di sebuah tempat minum yang cukup terkenal. Tapi ia tidak nyaman sama sekali dengan apa yang ada di sekitarnya pada saat itu.
"Kau benar-benar sangat gila." Bisik Asakura dengan sangat kesalnya. "Aku adalah seorang anggota kepolisian. Bagaimana mungkin kau dengan santainya membawa aku ke sini?. Kau ingin aku bunuh atau apa?." Saking kesalnya ia malah membidik kepala temannya itu dengan jarinya. Seakan-akan jarinya saat itu adalah pistol yang dapat membunuh siapa saja.
"Hahaha!. Ternyata kau adalah polisi yang menyeramkan. Sama seperti ketika di sekolah dulu." Kazuhiro Masanori benar-benar merinding dengan ancaman yang ditunjukkan oleh Asakura. "Tapi dengarkan apa yang ingin aku katakan padamu." Dari raut wajahnya ia terlihat sangat serius.
Asakura hanya mengeluh napasnya saja, meskipun temannya memang bukan tipe orang yang akan berbuat kejahatan, akan tetapi tetap saja ia tidak mau lengah. "Awas saja kalau kau berani menipu aku nantinya. Aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi nyawamu. Anggap saja itu untuk menghentikan tindakan kejahatan yang telah kau lakukan." Asakura sedikit mengancam temannya itu.
"Pfyuh!. Berurusan dengan seorang polisi sepertinya bukanlah pilihan yang bijak." Ada perasaan menyesal yang ia tunjukkan pada saat itu.
"Itu tergantung pada apa yang akan kau lakukan nantinya." Asakura hanya tersenyum kecil.
...***...
Natsuki dan Kuronichi dapat merasakan ada hawa yang tidak biasa yang sedang ditunjukkan oleh seseorang. Tempat yang menyimpan banyak hawa kegelapan yang sangat mengerikan.
"Sebaiknya kau jangan berpikir untuk masuk ke sana natsuki." Kuronichi menebak apa yang dipikirkan oleh Natsuki pada saat itu.
"Oh?. Kadang aku lupa kau ini siapa." Natsuki hanya tersenyum kecil mendengarkan ucapan itu. "Tapi hanya kau saja yang dapat mengerti diriku. Terima kasih karena kau selalu ada untukku kuronichi." Natsuki selalu merasa bersyukur dengan adanya Kuronichi.
"Anggap saja aku adalah bagian dari darah kuroyami. Sisi gelap yang selalu menjadi bayangan hitam yang selama ini kau sembunyikan dari dunia manapun." Natsuki dapat merasakan itu dengan perasaan hatinya.
"Tapi setidaknya, sebagai pengawal pribadimu, aku sangat memohon padamu agar tidak bertindak gegabah. Dengarkan apa yang aku katakan." Hanya itu yang dapat ia katakan pada Natsuki.
__ADS_1
"Baiklah, sebagai teman yang sangat baik. Akan aku turuti apa yang kau katakan padaku. Meskipun aku sendiri tidak bisa menahan diriku untuk melangkah masuk ke dalam rumah angker itu." Natsuki saat itu sedang berusaha untuk menahan dirinya. Karena hanya kegelapan yang dapat mendeteksi kegelapan.
...***...