
...***...
Akihara on.
Apakah kau pernah berpikir bahwa masa lalu tidak akan pernah lepas dari bayangan ingatanmu, jika kau sendiri yang tidak mau melepaskan dirimu dari belenggu masa lalu?. Ya. Itu sangat benar. Semuanya tergantung pada dirimu apakah bisa melepaskan itu atau tidak. Semuanya hanya kau yang bisa menjawabnya, jangan sampai kau terbawa arus yang sangat merugikan hanya karena kau tidak bisa lepas dari masa lalu sehingga kau menghadirkan sosok hitam yang telah menguasai hati putih mu.
Akihara off.
Mereka semua yang mendengarkan itu langsung membuka pintu kamar itu dengan perasaan yang sangat tidak percaya. Termasuk Yumi yang selama ini telah memberikan kepercayaan sepenuhnya pada Matsu?. Namun apa yang ia dengar tadi itu adalah sebuah guncangan baginya.
"Matsu." Kali ini Yumi yang memanggilnya, membuat Matsu terkejut. Dan matanya melotot mencari sosok Akihara yang menghilang entah kemana.
"Matsu." Makio menatap tajam, ia menahan emosinya. Ia tidak menyangka akan mendengarkan perkataan seperti itu dari mulut Matsu.
"Matsu!." Yumi ingin mendekap suaminya itu, namun Matsu semakin menjauh, ia tidak mau didekati siapapun.
"Matsu!." kali ini Maria yang memanggil lelaki itu. ia juga shock mendengar pengakuan Matsu, sebelum mereka memasuki kamar itu karena terdengar suara teriakan Matsu.
"Apa maksud semua ini matsu?." Maria hampir saja menangis, ia akui di masa lalunya ia menyukai Matsu, namun itu hanyalah masa lalu bukan?. Perasaan bisa berubah kapan saja, jika orang tersebut tidak lagi memiliki perasaan apapun terhadap orang yang ia sukai.
"Apakah aku perlu ikut untuk menyeret si bedebah yang telah memukul adikku?." Asakura sebenarnya ingin melerai mereka, ia masih sakit hati karena adiknya diserang oleh Matsu hingga hampir sekarat.
Sedangkan mereka semua menekan Matsu untuk menjawab semua yang ia katakan tadinya. Mereka meminta penjelasan dari Matsu tentang apa yang telah dikatakan Matsu?.
"Sacchi." Kurosaki memanggil Sakura, membuat wanita itu menoleh ke arahnya.
"Oh, kurosaki?." Sakura melihat kondisi Kurosaki yang melemah, ia ingin menghampiri Kurosaki namun takut menimbulkan kecurigaan pada mereka semua.
"Sacchi, tolong sadarkan matsu. Bahwa dendamnya itu sangat salah. Tidak seharusnya dia berbuat seperti itu." Kurosaki terlihat sedih, ia juga tidak bisa mendekati Sakura. Karena itulah ia menuliskan semuanya di jendela kaca agar dibaca oleh Sakura.
__ADS_1
"Um aku mengerti." Rasanya Sakura menangis, ia tidak tahan melihat kondisi Kurosaki yang sedang terluka.
Di saat kondisi yang sedang kacau mereka semua melihat Sakura yang tiba-tiba saja menangis?. Apa yang membuat Sakura menangis?. Itulah menjadi tanda tanya bagi mereka semua.
"Sakura Senpai?." Yumi melihat Sakura menangis, entah menangis karena apa ia tidak mengerti.
"Hanamichi san?. Kenapa kau yang menangis?." Asakura langsung mengambil sapu tangan kecil di kantongnya, dan memberikannya pada Sakura.
"Terima kasih yuichi san." Sakura menghapus air matanya, ia mencoba untuk kembali tersenyum. "Natsuki, kau yang tahu bagaimana akihara kan?. Kau yang paling mengerti dirinya" Sakura menatap Natsuki, ia tahu kalau Natsuki teman yang paling mengerti banyak bagaimana Akihara di sekolah. "Kalian semua bertemu karena Akihara kan?." Ia melemparkan pertanyaan itu pada mereka semua. "Terutama kau matsu." Lanjut Sakura kali ini menata Matsu. "Tidakkah kau ingat ketika SMA dulu?." Sakura mencoba mengingatkan Matsu di masa lalu. "Akihara sampai baku hantam dengan makio gara-gara ucapanmu yang mengatakan Maria hamil karena akihara, sementara pelakunya adalah kau!." Sakura sangat emosi mengigat itu, mengingat bagaimana terlukanya perasaan Akihara karena kejadian itu.
Sementara mereka sedang berpikir, mengingat masa lalu, dan?. Mengingat apa yang telah dikatakan oleh Sakura yang mengetahui permasalahan mereka saat itu apa?.
"Matsu!." Tiba-tiba Makio jadi emosi. "Jangan-jangan kau?!." Makio hampir saja memukuli Matsu jika saja tidak ditahan oleh Natsuki dan Asakura.
"Tenanglah!." Asakura mencoba memberikan peringatan.
"Lepaskan aku!. Biar aku bunuh bajingan busuk itu!." Makio berontak, ia ingin menghajar Matsu. Darahnya mendidih, ingin membunuh Matsu, ia tidak terima jika Matsu pelakunya
"Matsu, kenapa kau lakukan itu matsu?." Kali ini Maria yang bertanya, ia ingin tahu mengapa Matsu melakukan perbuatan keji itu?. Matsu hanya diam saja, ia tidak menjawabnya, ia terlihat depresi.
"Apa karena maria melahirkan anak makio?. Orang yang kau benci?." Pertanyaan Mayu membuat mereka semua terkejut, bagaimana bisa Mayu menyimpulkan seperti itu?.
Lagi, Matsu tidak menjawabnya, ia malah tersenyum seolah tidak merasa berdosa sedikitpun. Senyuman itu, senyuman mengandung kesedihan. "Ya, kau benar mayu." Jawabnya tanpa beban, namun membuat shock yang mendengarnya. "Aku rasa akihara menyadarinya." Matanya tidak lagi melihat keberadaan Akihara yang sebenarnya adalah Kurosaki. Ia pun telah kembali perlahan-lahan ke mode putih yang sempat hilang. Putih yang merasakan betapa sakitnya hatinya selama ini. "Karena itulah aku juga hendak membunuhnya agar dia bungkam selamanya, sama seperti di sekolah dulu." Tanpa perasaan sedikitpun Matsu berkata seperti itu? tidakkah dia memiliki nurani untuk berpikir sebelum bertindak atau mengeluarkan kata-kata?.
Mereka terdiam sejenak, tidak menyangka akan mendengarkan pengakuan langsung dari Matsu?.
"Berani sekali kau berkata seperti itu!." Asakura hendak melampiaskan amarahnya, ia sakit hati mendengarkan apa yang dikatakan Matsu. Namun saat itu Mayu duluan yang bergerak.
PLAK!.
__ADS_1
Tamparan keras mendarat di pipi kanan Matsu, ia ditampar oleh Mayu yang geram dengan ucapan Matsu.
"Kau memang bajingan matsu!. Itulah kenapa aku benci orang sepertimu!. Bajingan busuk yang hanya bisa menyalahkan orang lain!." Mayu mencaci maki Matsu, ia tidak terima perlakuan Matsu pada Akihara.
"Matsu, bukankah aku sudah katakan padamu, jika aku menyukai maria?. Tapi kenapa kau masih saja mengganggu kami?!." Makio juga emosi, karena anaknya hampir saja meninggal. "Lagi, aku menyalahkan akihara!." Makio merasa berdosa pada Akihara, ia tidak bisa berpikir jernih.
"Aku tidak peduli!. Bagiku adalah maria yang paling aku cintai!." Teriak Matsu dengan suara keras, membuat mereka semua emosi mendengarnya. Tidakkah Matsu berpikir bahwa Maria telah menikah dengan Makio?. Dan ia juga sudah menikah dengan Yumi?. Lalu apa maksud dari semua ini?.
Duakh!.
Asakura memukul kuat pipi kanan Matsu. "Apakah kau tidak punya perasaan sedikitpun?!." Asakura menatap tajam kearah Matsu. "Berani sekali kau berkata seperti itu!." Asakura benar-benar terbawa emosi.
"Kegh!." Matsu hanya meringis sedikit saja setalah mendapatkan pukulan yang cukup keras.
"Dendammu itu sangat salah matsu, tidak seharusnya kau melibatkan balita tidak berdosa dalam masalah ini." Sakura menyampaikan apa yang hendak dikatakan oleh Kurosaki pada Matsu.
"Akihara hanya ingin kau menyadari, jika kau tidak bisa memiliki orang yang kau cintai. Tapi setidaknya jangan kau sakiti hatinya dengan mengorbankan perasaan orang lain." Lanjut Sakura, entah mengapa ia jadi terbawa suasana. "Kau akan semakin menderita, begitu juga dengan orang yang kau sukai, tapi dia akan bahagia jika kau menyampaikannya dengan benar tentang perasaanmu itu." Sakura menyampaikan semuanya, hingga membuat Matsu tersadar akan kesalahannya di masa lalu, juga apa yang ia lakukan hari ini.
"Aku memang salah. Aku memang salah." Ia menangis terisak setelan apa yang ia lakukan. Namun hatinya masih sakit karena ia memang hanya mencintai Maria?. Lalu kenapa ia menikahi Yumi?.
"Apapun masalah yang kau hadapi, kau tetap bersalah karena percobaan kasus pembunuhan, serta penyerangan." Asakura tidak akan memberi ampun begitu saja.
Setelah itu ia bawa Matsu ke kantor polisi terdekat, untuk sementara waktu ditahan.
"Kurosaki." Sakura mendekati Kurosaki yang masih tampak kesakitan. "Apakah akihara akan baik-baik saja?." Sakura sangat khawatir dengan keselamatan Akihara.
"Kau tenang saja sacchi. Semuanya akan baik-baik saja." Kurosaki hanya tersenyum kecil, ia tidak ingin Sakura khawatir padanya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Keduanya akan baik-baik saja setalah kejadian itu?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.
__ADS_1
Next halaman.
...***...