Hobby Jajan

Hobby Jajan
1. hobby baru


__ADS_3

" hemmn... kenyang. " kataku setelah selesai makan.


" banyak sekali makanmu al, sampai 2 piring penuh kau habiskan! " seru juwita adikku.


" hehe... " aku tak menjawab hanya terkekeh.


" nanti jadi seperti slender baru tau rasa! " ita menekan kata2 nya m3mperingatiku.


" memangnya kenapa kalau seperti slender?" jawabku seolah bukan masalah.


Tapi kalau kuperhatikan juwita itu perawakannya tinggi dan body-nya bagus, meskipun usianya baru 12 tahun tapi ia menjaga penampilannya. Tidak sepertiku yang mikirin perut saja.


Aku juga terkadang kurang PD dengan postur tubuhku yang pendek dan gemuk, mana kulitku coklat gelap lagi yang berbeda dengan adikku yang kulitnya lebih putih meskipun rambutnya keriting. Kataku dia itu mirip Meriam Belina.


Selesai makan siang dan membereskan piring kotornya, hari itu aku ingin sekali jajan. Aku membayangkan betapa enaknya ciki2an di warung seberang jalan sebelah sekolah dasar yang tak jauh dari rumahku.


" wit !, jajan yuk..." kataku merayu juwita agar menemaniku jajan.


" malas ah ! Gak punya duit. " jawabnya menolak ajakanku.

__ADS_1


" ayolah uangku ada 2 ribu, kita bagi dua. Yok.. " kukeluarkan rayuan maut agar juwita mau ku ajak jajan.


" kamu punya hobby baru ya al " tanya adiku meledek, karena aku terus membujuknya.


Meskipun kami kakak-adik tapi kami terbiasa memanggil nama saja. Apalagi usia kami yang hanya selisih 2 tahun. Dan jadi terlihat seperti aku yang adik dan adikku kakaknya.


" hehehe..." Aku hanya terkekeh saja menanggapi ucapan juwita. " jadi ikut nggak? Yuk berangkat."


" ya udah ayok. "


Akhirnya dia setuju menemaniku jajan. Kami pergi kewarung itu dan beli jajan walau hanya 2 ribu. Waktu itu memang hanya segitu kemampuan ibuku memberiku uang jajan.


Hari ini aku di traktir teman sekolah jadi uang sakuku utuh. sekarang saat dirumah aku jadi bisa beli jajan. ' aha! Mulai sekarang kurayu saja temanku yang uang sakunya banyak. Jadi uang sakuku bisa untuk jajan dirumah.' batinku mulai berfikir licik agar bisa lebih banyak mendapat jajan.


***


Dan benar saja, setiap hari aku beralasan tidak punya uang jajan saat teman-temanku ngajak kekantin. Dan mereka mau memberiku sebagian uang saku mereka untukku agar tetap bisa jajan sama-sama.


" al ke kantin yuk " ajak tika suatu hari.

__ADS_1


" ah hari ini aku gak punya duit tik. "


" aku punya 5 ribu nanti aku beri 2 ribu deh, yuk "


" bener nih ? " aku memastikan.


" iya bener... " jawabnya serius.


" oke ! Mau deh. " aku semangat mendapat traktiran lagi.


'hm, enak juga kalau begini terus hehe' batinku terus saja keenakan mengakali teman-temanku...


Tak terasa, badanku semakin gemuk saja. Bahkan di usiaku yang baru 14 tahun, berat badanku sudah mencapai 50 kg. hampir menyaingi berat badan emak-emak ya... Ibuku saja gak sampai segitu berat badannya.


Tapi aku gak kapok atau malu. Aku terus saja makan. Makan ini, makan itu, jajan ini, jajan itu. Jajaaan terus. Meski sekarang banyak yang mulai meledek penampilanku. Bukan hanya juwita, teman-teman juwita, bahkan teman-temanku.


" al kamu main sama tika saja deh, aku sudah janjian sama enur... " ucap susi suatu hari saat aku mengajaknya main sepulang sekolah.


" oh gitu. Ya udah deh. " sebenarnya aku sedih tapi aku tak bisa memaksa.

__ADS_1


Aku mulai gak punya teman, mungkin temanku malu berteman denganku karena aku gendut. temanku tinggal dua orang saja Arini dan Maya. Mereka tidak meninggalkanku karena mereka tak punya banyak uang saku sepertiku. Jadi kami akan bermain sama-sama kalau istirahat sekolah.


__ADS_2