Hobby Jajan

Hobby Jajan
12. Pulang Bareng Andi part 2


__ADS_3

Setelah mendapat persetujuan bapak, hari ini aku akan menyampaikannya pada Andi.


Aku sengaja tidak ke kelasku terlebih dulu, aku mengekor Arini menuju kelasnya.


Aku duduk di bangku tepat didepan meja Arini, yang disebelahku adalah tempat duduk Andi.


" Hai Andi ... " sapaku


" Alira... Gimana mau "


Arinni yg mendengar obrolan kami menautka alisnya, mungkin dia mengira kalau Andi tengah menanyakan jawabanku yg ditembaknya.


Aku mengangguk sambil tersenyum.


" Berarti nanti pulang bareng ya " ucapnya


Aku mengangguk lagi, " Tapi jangan usir dua sahabatku ya. Aku hampa tanpa mereka "


Andi hanya tertawa mendengar celotehanku.


" Ciyeee yang janjian... Jadi cemburu nih akuh " ledek Arini sekaligus meluapkan isi hatinya di balut ekspresi candaan, pinter juga nih sahabat


" Arini apaan sih... " aku nyengir sambil menoel lengannya


Kami sedang tertawa bersama ketika Dian memasuki kelas, dan lagi dia langsung berubah masam.


Dia menunduk tak mau melihatku. Dia duduk di mejanya yg berada tepat di depan meja guru.


Andi pun langsung bangkit dari duduk hendak menghampirinya.


Aku hanya memperhatikan mereka, sesekali aku saling berpandangan dengan Arini sambil mengangkat bahu.


" Dian, aku yg akan mewawancarai bapaknya Alira, nanti hasil tanya jawabnya akan kuserahkan padamu, ok "


" emm... " Dian hanya berdehem menanggapi ucapan andi


Aku membatin, o... Ternyata mereka satu kelompok.

__ADS_1


Aku segera pamit pada Arini umtuk ke kelasku.


" Aku ke kelas dulu ya Rin, bentar lagi bel "


Arini hanya mengangguk.


***


Waktu belajar hari ini berakhir, bel tanda pelajaran telah usai berdering keras dari Ruang TU.


Aku berhambur keluar kelas pertama kali, mendahului anak anak lain yang tengah mengemasi buku mereka.


Aku berhenti di teras kelas, aku menunggu Andi dan sahabatku disini saja.


Aku menunggu dengan riang


' Kenapa aku se senang ini ya ' batinku


Ditengah murid murid yang berhamburan dari dalam kelasnya aku melihat Dian melangkahkan kaki kearahku.


Aku tak bisa berkedip bahkan untuk berpaling. Rasanya leherku menjadi kaku, baru kali ini aku melihatnya setampan ini.


Aku tersentak ketika Dia meraih tanganku dan menariknya menjauh dari teras kelas ku.


Dia membawa ku ke belakang gedung kelas, aku mengimbangi langkahnya dengan tersendal sendal


Dia menghempaskanku ke tembok gedung seraya melepaskan tanganku. Tetapi dia mengurungku dengan kedua tangannya yang panjang.


Ya... Tangannya sangat panjang sampai sampai cukup mengurung tubuhku yang besar dan lebar.


Wajahnya begitu dekat dengan wajahku sampai jantungku terasa hampir berhenti berdetak.


DEGHHH


Sedetik Kemudian jantungku mendadak seperti dikejar setan


DAG DUG DAG DUG DAG DUG

__ADS_1


Ah... Aku begitu tegang


" Hey... Jangan tegang begitu, aku takut kamu pingsan "


Mendadak dengkulku jadi lemas mendengar kata katanya barusan.


" hyuuuffff.... Ada apa sih Yan narik narik gitu " gerutuku menutupi jantungku yang berdisko


" Enggak papa, cuma pengen nanya kamu gak pacaran sama Andi kan ? " menatap mataku sangat dalam


" Hah ? Pacaran " aku gelagapan


" Baguslah kalau tidak " Dian melepas kurungan tangannya


" Maksudmu apa Dian ? "


" Aku tidak suka melihatmu dekat dekat engan nya " menekan kata kata tapi memalingkan wajahnya ke arah lain


" Memang nya apa urusanmu " aku menyilangkan kedua tanganku didada


" Ya hanya tidak suka, sudah ya " dian melangkah pergi meninggalkanku yang sedang tak habis pikir


Aku menghentakkan kakiku lalu melangkah paergi dari belakang gedung sekolah itu


Saat aku melewati tempat parkir, dian kembali berbicara padaku


" Hey, ingat ya jangan dekat dekat "


Dian menunjukkan dua jarinya ke arah mataku lalu ke arah matanya


' apa maksudnya coba ' batinku lagi


Aku meneruskan langkahku menuju pos satpam. Kulihat kedua sahabatku sudah menunggu dan ada Andi juga disana.


***


Habis ini gimana lagi ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2