Hobby Jajan

Hobby Jajan
17. MENDADAK USIL


__ADS_3

Akhirnya aku merasa puas setelah menghabiskan banyak jenis jajanan.


Di depanku nampak sebuah meja yg penuh bungkus plastik pembungkus jajanan, mangkuk mangkuk kosong gelas, piring, semua bekas wadah jajanan yang sudah ku habisi sampai tak tersisa.


Entah jadi seperti apa isi di dalam perutku. EGP lah ya.


" Bude jum... ! " teriakku


Bude ijum segera menghampiriku.


" Abis berapa bude ? " tanyaku sambil menyerahkan selembar uang 50 ribuan.


Bude ijum segera menghitung namun beberapa kali salah dan lupa. Akhirnya dia membuat nota dan menghitungnya dengan kalkulator.


" Semuanya 32 ribu al " bude ijum menunjukkan nominal yang tertera di layar kalkulator itu.


Aku hanya nyengir melihatnya geleng geleng kepala tak habis pikir dengan kelakuanku.


" Baru libur dua minggu ini al, gimana kalo libur dua bulan " ucapnya serius sambil menunjuk meja yg penuh tadi.


" hahaha " aku tertawa lebar


" kok muat ya di perutmu gak nyesek apa al ? " tanya pak Ares suami bude ijum sekaligus satpam sekokah.


" hehe, enggak tuh pak. Kalo ini rasanya baru kenyang pak, blm sampe nyesek. hehe. Kalo disuruh ngabisin nasi dua piring juga alira masih sanggup pak " kataku sambil mengusap usap perutku.


" Gila apa, serius kamu ? " pak ares melotot tak percaya


" Hahaha serius dong pak " aku juga meyakinkan pak ares atas perkataanku tadi.


" ck ck ck " pak ares menggeleng gelengkan kepalanya sambil terlihat engap. sepertinya ia membayangkan kalau badannya seperti aku.


" Ya udah lah pak, bude Alira ke kelas dulu ya "


" Ya udah sono besok jangan lupa ngantin ya " seru bude ijum


Aku berlalu meninggalkan bude ijum yang masih membereskan meja kantin korban eksekusiku.


Kulihat dari kejauhan Dian nampak berdiri di pintu kelas sambil bersedekap.


Aku menghela nafas panjang antara malas atau mengharap berinteraksi dengannya.


" Ngapain berdiri disitu ? " tanyaku setelah sampai di hadapannya


" Nungguin kamu " jawabnya sambil memainkan kedua alisnya


" Dasar kurang kerjaan ! Minggir " aku menghempasnya dari pintu.


Dian kewalahan menghadapi hempasan tanganku yang besar. Akibatnya badannya limbung terdorong masuk kelas dan menabrak mejanya yang tidak jauh dari pintu. Tangannya reflek menyahut lengan bajuku sehingga aku yang tidak siap ikut tertarik menghimpitnya antara aku dan meja.


" Aduuuh " rintihnya


Aku yang menyadari keadaannya segera mundur. Dian pun memegangi pantat dan pusakanya bersamaan. Wajahnya yang di penuhi tahi lalat kecil kecil memerah menahan sakit.


" Rasain tuh, kena batunya kan " aku menaikkan sebelah bibirku dengan sinisnya


" Sakit loh al tapi gak papa juga sih kalo sakitnya karena kamu " Tutur dian sambil meringis meringis


Dianpun hendak duduk, saat aku langsung melarangnya.


" Eitt, jangan duduk. Alira mau lewat dulu " aku mengayunkan tangan memberi kode


" Iya iya buruan "


Setelah dian berdiri lagi, akupun melewati tempat duduknya untuk duduk di tempat dudukku.

__ADS_1


' Hemm... Kasian juga dia seperti itu ' batinku


Dian pun menyusul duduk. Dan bel masuk terdengar keseluruh sekolah. Semua anak segera masuk ke kelas masing masing.


***


Bel tanda pelajaran usai telah berbunyi, semua anak murid mengucap salam. Buk Ana segera meninggalkan kelas, di ikuti anak anak.


Aku yang memilih santai tengah memasukkan buku dan alat tulisku. Namun Dian menyahut buku tulisku dan memasukkannya ke tas miliknya. Kebetulan yg di ambil adalah buku berisi tulisan lirik lagu.


" Eh, apa maksudnya itu ? "


" Hehehe " Dian hanya merenges memamerkan deretan giginya. Tidak merasa bersalah sama sekali.


Setelah menggendong tas nya dia malah duduk santai di bangkunya


" Heh, minggir Aku mau pulang nih "


" Kalo mau pulang ya pulang aja. Tuh pintu terbuka lebar " Dian memonyongkan bibirnya menunjuk arah pintu.


" Aku tau, maksudnya aku mau lewat minggir dong, sama balikin buku ku Dian ! " bentakku mulai kesal


" Bukumu aku pinjam dulu. Ya ... "


" Minjam kok maksa "


" Enggak maksa kok. Kan tadi udah bilang bukumu aku pinjam. Besok aku balikin "


" Ya udah. Sekarang awas, aku mau lewat "


Dian masih dengan usilnya bertahan menghalangiku. kenapa sekarang dia jadi usil banget. Haduuhh


Sudah lebih dari sepuluh menit aku menunggunya minggir, tapi dia tetap sok gagah menghalangiku seperti itu. Aku bisa saja melompat dari atas meja tapi bagaimana aku melakukannya dengan badanku yang super besar ini.


Aku celingukan melihat ke sekitar. Sekolah sudah mulai sepi tinggal beberapa gelintir orang yang terdengar suaranya di sekitar kantor guru.


Aku maju mendekat kepadanya. Dian yang tadi tertawa kini raut mukanya nampak serius.


" Alira... " Dian berdiri dari tempat duduknya


Aku yang memasang muka seseram mungkin terus melangkah maju. Sampai perutku yang besar telah menempel dengan badannya yang tidak terlalu besar. Aku terus melangkah maju sampai Dian terdorong kebelakang sampai terjengkang dari bangkunya.


" Aduh ! " pekiknya saat bokongnya terjerembab di lantai kelas dengan posisi kaki di atas bangku yang terguling.


" Puffttt " aku menutup mulutku yang hendak tertawa


" Salah sendiri berani mengusiliku " aku melangkahi kaki bangku yang terguling itu, lalu keluar meninggalkan kelas.


" Aliraa... " Pekiknya memanggil namaku


" weee " Aku menjulurkan lidahku mengejeknya yang berusaha bangkit dan membetulkan posisi bangkunya.


Dian berlari menyusulku yang sudah berjalan agak cepat menuju gerbang. Benar saja, aku tak mendapati kedua sahabatku disana


" Kan... Mereka udah pulang duluan... " ucapku penuh kesedihan


" Kenapa ? "


" Pake nanya lagi. Gara gara ulahmu ! Sekarang aku harus pulang sendirian "


" O... Itu "


" cuma o itu doang ? Kamu gak ada gitu ngerasa bersalah sedikitpun ? " kesal sekali aku melihat ulahnya yang malah cengengesan melihat kesusahanku.


" Hahaha... " dian malah tertawa geli melihatku kesal dan marah

__ADS_1


" Terus aja ketawa ! "


" Ok ok. Sebagai permintaan maafku gimana kalau kamu ku anterin pulang "


Aku melongo mendengar tawarannya. Ingin sekali menolak, tapi masak aku pulang sendirian mana jalan udah sepi lagi udah gak terlihat satupun anak sekolah yang terlihat di jalanan.


" Gimana mau nggak ? Kalau nggak mau ya udah aku pulang aja " ucapnya dengan ekspresi usil menuju tempat parkir.


Setelah memakai helm dan jaket, Dian mengendarai motornya menghampiriku.


" Ayo naik, jangan terlalu di belakang duduknya ntar jumping lagi ni motor haha "


" Ishh... Niat gak sih boncengin aku. Ngeledek mulu " sungutku kesal


" Iya iya... Ayo buruan naik, apa mau nginep di sekolah "


Dengan terpaksa aku naik juga ke motornya yang langsung penuh t\k ada lagi tempat tersisa.


" Majuan dikit geh... "


" Busyet dah lebar amat sih... "


" Biarin lebar ! Tapi kamu suka kan?. Ngaku deh ! " kataku percaya diri


Dian tak menjawab, dia hanya senyum senyum sambil menyetir.


Setelah itu, sepanjang perjalanan sampai di depan rumahku tak sepatah katapun keluar dari mulut kami berdua.


" Nih dah sampai "


" Makasih ya " aku segera turun dari motor dan masuk ke gerbang rumahku yang terbuat dari bambu.


" Aku pulang ya " pamitnya sambil tersenyum manis


" Iya gak usah mampir ya... Cepet pulang aja ntar di cariin ibumu " kataku asal saja


Dian hanya tertawa sambil memutar motornya dan berlalu dari pandanganku.


🤗


" Ciyeee... " terdengar suara Juwita dari pintu kamar.


Aku menoleh, ke arah kamar. Kulihat Juwita nampak bertingkah aneh cekikikan sambil menutup mulutnya.


Aku bersiap nenghadapi celotehannya. Aku masuk rumah dan langsung kekamar. Ku hempaskan badanku ke atas kasur tebal berisi kapas kapuk.


" Ciyeee ciyeeeee siapa tuh yang anterin ? Pacar baru ya ? " Juwita menaik turunkan alisnya.


Aku memutar bola mata. Malas sekali menanggapi celotehannya.


" Kenalin dong, dia si Andi yang ngirimin kamu surat itu ya "


" Ishh bukan lah... "


" Terus "


" Namanya Dian "


" loh, jadi si Andi di tolak tuh "


" Enggak, Aihhh siapa sih yang pacaran ... "


" mmmhhh " Juwita yang masih begitu penasaran merasa kecewa karena aku tak mau cerita lebih banyak.


Aku tak peduli padanya. Aku malah mulai tertidur dengan masih mengenakan seragam sekolahku, dan sepatu yang belum kubuka.

__ADS_1


***


***


__ADS_2