
Setelah semua murid berhasil di silang silang, buk ana pun mulai memberikan pelajaran pertama.
" Baiklah sebagai pembukaan saya ingin kalian membuat cerita singkat sebanyak 2 halaman. ceritakan apa saja tentang diri kalian, temanya bebas, akan tetapi harus yang benar benar terjadi pada dirip kalian ya. Mengerti ? "
" Mengerti buk " jawab kami serentak
Kami mulai berkutik merangkai kalimat demi kalimat untuk menciptakan sebuah cerita sebagus mungkin. Yang sulit adalah menerjemahkan cerita yg kami rangkai kedalam bahasa inggris.
Aku menulis cerita tentang liburan sekolahku dirumah nenek.
Sebenarnya aku ingin membuat cerita tentang surat cinta tahun lalu tapi sepertinya itu akan menjadi bumerang untukku. Aku pun membatalkan niatku.
Setelah selesai menulis aku segera mengumpulkan ceritaku.
Buk ana meminta membacakan cerita masing2 dan langsung memasukkan nilai praktik pertama ke buku nilai.
Aku membacakan ceritaku yang membosankan. Tidak ada satupun tepuk tangan atau tawa yang terdengar. Hambar sekali ceritaku sepertinya haha.
Satu demi satu anak anak membacakan ceritanya, ada yang lucu, ada yang aneh, ada yang gak nyambung, ada yang menegangkan, menyedihkan dan menakutkan.
Semua anak sudah mendapat giliran, tinggal satu orang lagi yaitu teman sebangku ku Dian. Kurasa dia sengaja ingin maju terakhir, karena aku tau dia sudah sejak awal menyelesaikan tulisannya.
Akhirnya Dian maju dan membacakan ceritanya. Awalnya dia hanya diam berdiri di depan kelas. Kekihatannya dia ragu atau malu membacakan cerita yang ia tulis.
Setelah buk Ana melambaikan tangan mengisyaratkan agar Dian segera membacanya, Dian pun mulai mengeluarkan suara.
" Suatu hari, aku melihat dirinya duduk di sebuah bangku sekolah. Seorang murid perempuan yang biasa biasa saja, akan tetapi aku merasa begitu tertarik padanya. Mungkin aku menyukainya... "
" Ciyeeee " terdengar gemeriuh anak anak merespon cerita yg dibacakan Dian
" Sejak aku tertarik padanya aku selalu ingin tau apa yang dia lakukan, apa yang disukainya, apa saja yang berhubungan dengannya. Aku ingin tahu semuanya. "
Dian sekilas melirik buk ana. Buk ana yang melihat gelagat Dian manggut manggut mengisyaratkan agar dian meneruskan ceritanya.
" Bagus bagus... Ceritamu menarik juga, lanjutkan " seru buk Ana
" Iya buk " jawab Dian
" Setiap hari aku selalu ingin memandangnya, jika dia tidak masuk sekolah rasanya hariku disekolah akan hambar. Aku mulai yakin aku menyukainya. Tapi aku tidak punya nyali untuk mengatakan secara langsung kepadanya. Aku hanya bisa mengaguminya dari jauh. "
__ADS_1
" ciyeee... Siapa tuh? " celetuk salah satu anak di barisan belakang.
" Sstt diam ! " bentak buk Ana
" Ayo lanjutkan " titahnya kemudian
Dian melirik kearahku, tapi aku segera menunduk menghindari tatapan matanya. Entah apa tujuannya tapi aku Tidak terlalu ingin tau.
" Aku mencari cara untuk mengungkapkan perasaanku. Aku meminta temanku untuk menulis sebuah surat. Dan aku meninggalkan surat itu di laci mejanya. Aku berharap dia membacanya dan tau bahwa akulah orang yang mengirim surat. Karena beberapa hari ini aku sudah sering ketangkap basah sedang memperhatikannya. Aku tidak tau apa yang dia pikitkan trntang aku. Aku hanya berharap dia merasakan hal yang sama denganku. "
Aku merasa ceritanya sangat mengena padaku. Apakah aku orang yang diceritakan dalam ceritanya itu?
Sesekali aku mencuri pandang padanya. Aku juga mengedarkan pandanganku pada Andi yang duduk di barisan seberang agak belakang. Dia hanya menunduk ketika tau aku menatapnya.
Aku jadi semakin bingung, apa jangan jangan andi yang menulis surat itu tapi Dian yang menyuruhnya.
Jadi siapa yang menyukaiku? Andi, atau Dian. Atau malah dua duannya.
' HADUHHHH ' aku menyugar poniku yang rapi hingga malah jadi berantakan
" Ternyata caraku salah. Dia tidak berpikir bahwa surat itu dariku. Dia malah mencari tau siapa pemilik tulisan dalam surat itu, dan aku yakin dia menemukan bahwa tulisan itu milik temanku. Parahnya aku baru tau bahwa temanku juga menyukainya. Aku pernah mengoreksi buku tugasnya dan melihat banyak tulisan milik temanku dibuku itu. Sepertinya aku sudah kalah selangkah. Tapi aku yakin aku masih punya harapan. Sayangnya aku tidak punya cukup nyali untuk memastikan dia tidak dekat dengan temanku. Hari itu malah aku melihat mereka pulang bersama tanpa sahabatnya. Rasanya aku sangat kecewa dan marah. Tapi aku hanya bisa memendam semuanya. "
Dian berhenti membaca ceritanya sejenak, dia melirik kearah Andi. Tapi andi terlihat sibuk, mungkin salah tingkah.
" selesai " ucap Dian menutup lembaran kertas ditangannya
Prok
Prok
Prokk
Terdengar suara tepuk tangan yang cukup meriah. Ada juga salah satu yang bersiul namun segera diam menyadari yg di meja guru adalah buk Ana.
" verrygood ! Saya suka seseorang yang mau menunjukkan siapa dirinya tanpa rasa takut atau malu. Saya lihat dih kelas ini ada beberapa orang yang sudah mulai masuk kedunia remajanya Seperti dian ini. Menyukai seseorang adalah hal wajar asalkan jangan melewati batasannya. "
" Ngomong ngomong siapa anak perempuan itu Dian? "
Dian yang ditanya begitu hanya tersenyum sambil menunduk malu. Sementara aku malah merasa was was. Takut kalau kalau namaku tiba tiba di sebut.
__ADS_1
" Sepertinya masih rahasia ya ? 😀 tak apa asalkan perasaanmu tidak mengganggu atau mengurangi belajarmu di sekolah ya Dian. "
" Iya buk, ini hanya cerita kok "
" Silahkan duduk " buk Ana tersenyum
Dian segera kembali ke tempat duduk. Sebelum duduk dia menatapku yang kubalas menatapnya tajam. Dian tersenyum lalu duduk dan diam tanpa kata padaku.
Aku bertany tanya dalam hati. Benarkah dian menyukaiku?
Kenapa dadaku bergemuruh tak menentu mendengar semua pengakuannya dalam ceritanya tadi.
Apa benar itu perasaannya padaku, atau hanya cerita untuk menyelesaikan tugas. Ah aku jadi pusing kalau begini.
Sesekali Dian mendekatkan duduknya semakin dekat denganku. Membuat konsentrasi belajarku buyar berantakan. Untung saja buk Ana sudah mulai sibuk membereskan keperluannya mengajar. Dan segera meninggalkan kelas.
Waktu istirahat tiba, semua anak berhambur keluar kelas. Tapi dian tidak beranjak dari tempat duduknya.
" Minggir sih yan, aku mau istirahat nih " kataku
" Kamu mau ngantin ya ? Bareng yuk. "
" Hah ? "
" Bareng yuk. "
" Nggak mau ah. Ntar yang ada aku diledekin anak satu kelas." aku menyedekapkan kedua tanganku diatas perutku yang sangat bulat.
" Kenapa ? "
" Ya habis ceritamu tadi begitu. Trus sekarang mau ngantin berdua sama aku. apa kata anak anak cobak "
" Em... Iya yah ? " dian memijat dagunya
" Sudah minggir gih, gajah mau lewat nih "
Dian terkekeh sambil menarik bangkunya agak minggir. Membuka ruang untukku lebih leluasa melewati nya.
" Makasih ya " aku mengerjapkan mata padanya, dan melenggang menuju kantin.
__ADS_1
Entah bagaimana menjelaskan perasaanku. Tapi aku merasa senang saat ini. Aku akan beli jajan yang banyak. Kebetulan uang jajanku banyak sekali hari ini. Uang pemberian nenek saat liburan kemarin Rp 50.000. Aku akan pesta jajan yeyyy.
***