Hobby Jajan

Hobby Jajan
6. Ide Itu


__ADS_3

Aku masih mengejar Arini sambil berusaha menabok bokongnya. Arini terus berlari sambil menghindari kibasan tanganku. Sementara Maya ngos-ngosan ikut berlarian mengejar kami.


" Haduh!! Stop... Stop... Engap aku ! Ehahhh.... Ehaahhh... " Arini sampai sulit bernapas ketika menghentikan laju kami.


" Aku juga, ehhahh... Ehhaaahhh.... hhaaahh... Hufttt " Aku lebih ngos-ngosan lagi karena aku berlari membawa beban tubuhku yang over.


" Lagian kalian ni kayak anak Tk aja main kejar-kejaran ... " sahut Maya yang baru berhenti dan langsung duduk di pinggir jalan.


Aku dan Arini mengikuti Maya, duduk di pinggir jalan tanpa alas apapun.


" Tapi seru juga ya, udah lama gak lari-larian " aku merenges


" hehe iya juga ya, berasa lebih sehat nih jantungku " kata Arini


" Oiya rin aku mau kasih tau sesuatu deh... " aku membuka tas ku dan mengeluarkan buku panduan TIK ku.


" Wah apa tuh, ngajak belajar jangan di pinggir jalan wey " kata Arini sambil mengerutkan kening.


" Siapa juga yg mau ngajak belajar, Udah paham aku kalo kamu tu pemalas hahahah " aku membuka lembaran tepat di mana ku selipkan surat gak jelas tadi.


" Apaan tuh ? " giliran Maya jadi kepo.


" Ini nih, jadi aku tadi pagi nemu ini di laci mejaku " kutunjukan surat itu pada mereka berdua.


" Kalian tau gak ini tulisan siapa? "


kedua sahabatku memandangi surat itu beberapa waktu.


" Kayaknya ini tulisannya Dian deh Al ! " Arini mengutarakan dugaannya.

__ADS_1


" Iya apa Rin, jangan asal looh nanti salah orang " Maya mengungkapkan keraguannya.


" Iya nih, disini jelas tertulis namaku. Berarti surat ini memang ditujukan padaku. Tapi dari mana sumbernya ? Itu masalahnya. "


" Wah gak nyangka deh padahal kamu gembrot kayak gajah bengkak gini, tapi si pengagum rahasiamu ini benar-benar mengagumimu hahahha " Arini terbahak menertawakan aku


" Terus lah ! Ku remet-remet nanti mulutmu itu ! " seruku merasa kesal


Huh bukannya membantu malah meledek


" Gajah tu belum bengkak aja udah lebar, apalagi kalau bengkak. Huahahahha " Makin menjadi gelak tawa Arini dg ledekannya yg tambah parah.


" Arini !!! " aku mengangkat tangan siap menaboknya, dia langsung berjingkat dan membuat jarak dariku.


Maya hanya terkekeh melihat kelakuan kami. Ya memang seperti itulah kami.


" ok ok ... Aku yakin seyakin yakinnya Al, ini memang tulisan Dian. Aku pernah melihatnya menulis di papan tulis " Arini mulai serius membahas kegalauanku.


Tapi benarkah dia menatapku karena menyukaiku. Tapi kenapa tajam sekali, dan rasanya begitu dingin...


" ngalamun ya... " Arini menoel pundakku membuatku terhenyak.


" ah... enggak. " Tapi aku terdiam lagi. Sesaat kemudian aku mengatakan sebuah ide yg ku dapatkan saat pelajaran TIK tadi.


" May, Rin... Gimana kalau kalian bantu aku mendapatkan sample tulisan beberapa orang yang kucurigai "


" Memang ada yg lain yg kamu curigai salain Dian yg udah nyata-nyata selalu menatapmu dari kejauhn. " arini menegaskan ideku.


" Ada, akhir2 ini Tris ketua kelasku mendadak perhatian padaku. Gak berlebihan sih, tapi rasanya aneh "

__ADS_1


" Terus ? " maya ikut menyikapi ceritaku.


" Andri dan Erwan juga aneh. Mereka mendadak kepo sama urusanku. " terangku lagi.


" Wah banyak penggemar dong kamu " celetuk Maya dengan antusiasnya.


" Ciee banyak yang naksir... " huh Arini ini hobby sekali meledek aku.


" Jadi gimana mau kan bantuin aku mendapatkan sample dari tulisan mereka ber4 ?" aku sangat mengharap bantuan sahabat2ku.


" Baiklah. Tapi gak gratis ya... " Arini memberikan sebuah syarat.


" Terus mau mintak imbalan ? " aku mengernyitkan dahiku


" Iyalah. Kan gak gampang mendapatkan tulisan asli dari mereka. masa geratisan " celetuk Arini yg sebenarnya gak serius meminta imbalan. Dia hanya senang meledek sahabat2nya.


" Tau sendiri Al, Arini ini cita-citanya jadi pe-bisnis, jadi ya gitu apa-apa dijadikan bisnis hhheee " gantian arini kena ledekan dari maya. Tumben si polos ini ikut meledek, sudah menular rupanya kebiasaan Arini.


aku juga tertawa mendengar ledekan Maya pada Arini.


" ya udah kalo besok berhasil aku traktir makan es campur deh. " kataku dg mudahnya. Tentu saja meskipun ibuku sudah tak pernah memberi uang jajan tapi aku masih punya uang hasil curian kemarin. Aku baru menghabiskan 4 ribu saja tadi di kantin. Jadi aku masih punya sisa 16 ribu. cukuplah buat beli es campur 3 porsi besok.


" Deal ya " Arini mengulurkan tangan layaknya dua orang yg tengah menjalin persetujuan kontrak kerjasama.


Aku menyambut tangannya sambil meremas dg kuat " DEAL " Seruku.


" Awww " Arini manabok tanganku setelah aku melepas remasanku.


" Hihi... " aku hanya tertawa kecil

__ADS_1


Kami pun bangkit lalu mulai menlanjutkan perjalanan untuk pulang.


***


__ADS_2