
Aku bergabung dengan dua sahabatku dan Andi yang sudah menungguku.
" Tumben lama Al, biasanya paling cepet " cetus Maya, eh tumben ni anak bawel
" Masa sih " pura pura gak ngerti
" Ekhemm... " Arini ber dehem, aku menoleh ke arahnya, lalu dia memainkan alis nya naik turun.
Aku senyum simpul lalu melangkahkan kaki di ikuti mereka.
" Kok kamu diem aja ndi ? " Arini mencoba mengajak bicara Andi
" Habis aku jadi cewe tunggal nih " jawab Andi malu malu
" Hhhiiiii... Siapa suruh mau jadi cewe wkwkwk " sambung Maya
" Oiya boleh gak ya kalau aku ikut kerumah Alira " tanya Arini
" Kok nanya sama aku " Andi mengerutkan keningnya " tanya sama yang punya rumah no "
" Boleh ga " menatapku penuh harap. Ibarat di film kartun wajahnya akan seperti bayi yang menggemaskan hahaha
" Boleh dong, masa enggak. Maya mau ikut juga ? "
" Aku, gak ah aku banyak kerjaan di rumah " jawab Maya menolak
" Ya udah "
Andi nampak agak risih mendengar Arini akan ikut kerumahku.
Sampai di persimpangan 3, Maya menuju rumahnya, sementara kami bertiga menuju ke rumahku
" Gak pulang dulu Rin " tanyaku
" Gak deh langsung aja ntar kalau aku bosen aku bisa langsung pulang kok, tapi kayaknya sih bakalan betah " katanya penuh keyakinan
" Oya ? "
" Iya laah hehe "
" Udah sampe nih, masuk yuk " kataku saat sudah tiba di gerbang rumahku
Aku mempersilahkan Dua teman sekolahku untuk duduk Di teras yang hanya ada sebuah meja panjang di temani dua buah bangku panjang setiap sisinya.
" Tunggu sini ya aku panggil kan bapak dulu "
Aku masuk kerumah untuk mencari bapak, tapi tidak ku temukan
" Di mana ya bapak ? Tadi pagi katanya mau bantu Andi mengerjakan tugas sekolah " gumamku sambil bolak balik ke dapur sampai ku cek setiap kamar, tetep gak ada
Aku melongok dari pintu kamarku yang terhubung ke teras untuk memeberi tau mereka bahwa bapak gak ada.
" hey, tunggu sebentar ya bapakku lagi gak ada. Mungkin ke warung. Aku sekalian mau ganti baju dulu "
' Hemm... Kesempatan kan berduaan sama Andi ' batin Arini
" Iya " jawab mereka bersamaan
Keduanya saling menatap lalu tersenyum tipis
" Kamu udah bikin list pertanyaannya ndi ? " Arini basa basi padahal mau caper
" Udah lah "
" Kalo kelompokku besok baru mau ngerjain, soalnya yg mau di wawancara besok baru bisanya "
" O... "
" Idihh singkat banget tanggapannya "
" hehe habis lagi mikir mau nambahin pertanyaan lagi apa gak ya "
" coba aku liat sini "
Andi menyerahkan selembar kertas berisi deretan pertanyaan
Arini mengambilnya dan membacanya
22 April 2008
Siapa nama bapak
Apa pekerjaan bapak
__ADS_1
Di mana bapak bekerja
Kapan bapak bekerja
Sejak kapan bapak menekuni pekerjaan ini
Bagaimana kegiatan bapak saat bekerja
Apa tanggapan bapak tentang pekerjaan bapak
Apa keuntungan bapak dan yang mempekerjakan bapak
Pekerjaan apa saja yang bisa bapak kerjakan selain pekerjaan ini
Adakah keinginan lain atau cita cita bapak ke depan
" Mm... Siapa yang bikin pertanyaan " Arini masih memperhatikan kertas itu
" Aku lah masa Dian, dia kan ketua dia tugasnya cuma memastikan tugasnya dikerjakan oleh anggota kelompok, dan memastikan tugasnya benar sampai waktunya di kumpul "
" Notulisnya siapa ? "
" Nih " Andi memperlihatkan catatan di buku tugasnya
18 April 2008
Tugas praktek kelompok
Kelompok 1
Anggota ;
Ketua \= Dian susanto
Wawancara \= Aku
Notulis \= Anggiya
Pembaca berita \= Siti Karoma
" Loh kok kamu wawancaranya gak sama notulis sih "
" Biarin aja lah, besok baru aku kasih hasil wawancaranya ke dia, biar dia susun jadi berita ya kan "
" O... Gitu "
" Kan yg penting sama sama setuju rin "
" iya sih "
Keduanya tampak asik mengobrol saat Aku sengaja berlama lama di dalam kamar.
__ADS_1
Bapak yang di tunggu sejak tadi sudah datang menenteng kantong kresek warna hitam berisi jajanan dan minuman dalam kemasan gelas
" Eh kalian... Sudah lama datangnya. Maaf ya nungguin. Bapak habis kewarung beli cemilan buat kalian sambil ngobrol dan ngerjakan tugasnya " kata bapak sambil meletakkan kantong kresek itu ke atas meja
Andi menyalami bapak dengan sopan, di ikuti oleh Arini
" Repot repot pak nyediain cemilan segala " kata Andi berbasa basi
" Gak papa kok, anak bapak kan suka jajan nanti di kira pelit kalau ada temannya main ke rumah masa gak di sedia in apa apa "
" Hehehe ... Iya pak makasih ya pak "
" Jadi bapak bisa bantu apa nih "
" Ini pak Andi sudah buat beberapa pertanyaan, nanti Andi akan tanyakan ke bapak satu persatu ... Tapi bapak jawabnya jangan cepet cepet soalnya Andi mau mencatat jawaban bapak " Andi menjelaskan tugasnya pada Bapak
" O... Cuman gitu to " kata bapak manggut manggut
" Iya pak, makasih lo pak sebelumnya, bapak baik banget mau bantu Andi "
" Iya Andi ... Sama sama bapak kan punya anak juga , siapa tau kalau anak bapak ada tugas begini biar gak di persulit sama orang "
" Aamiin pak, jadi kita mulai sekarang aja ya pak "
" Boleh boleh "
Aku segera keluar saat mendengar lirih lirih suara bapak di teras. ' kayaknya bapak udh pulang deh ! ' Batinku
Aku melongokkan kepalaku untuk memastikan dugaanku lebih dulu, ' eh bener kan bapak udah datang '
' ya ampyuuun akrab bingit sih mereka kayak mertua sama mantu hihihi ' batinku lagi
Aku melotot dan langsung kaki kaki ku terbang dengan ringannya, melihat tumpukan jajan di meja tempat bapak dan kedua temanku sedang mengobrol.
Tanganku langsung menyambar salah satu bungkusan ciki bergambar mahkota, menekan dengan kedua telapak tanganku sampai terdengar suara blupp. Dan jajan itu terbuka, jemariku dengan terampilnya memindahkan isinya ke mulutku
" e e eh... Datang datang main nyosor aja " celetuk Andi
" hehehe " aku merenges menunjukkan gigiku yang bercampur kunyahan jajan
" Issshh tutup geh mulutmu, cewe kok makan nya gak di tutup "
Bapak dan Arini tertawa sambil mengacungkan jempol ke arah Andi
Aku menampol pundaknya, sambil terus makan jajanku. Sedangkan Andi meneruskan tugasnya. Aku dan Arini hanya sesekali berceloteh.
Sampai akhirnya semua jajanan itu habis tak tersisa
" hah kok bisa habis " aku terkejut sendiri saat menyadari jajan di meja yang di beli bapakku tinggal bungkusnya saja
" kamu ini ndok, masa gak di bagiin temen temenmu makan jajannya, piye to " bapak nampak malu akan kelakuanku yang parah kalo urusan jajan
" Udah gak papa kok pak, Lagian tugas Andi udah selesai nih. Andi harus segera pulang, takut dicariin budenya Andi "
' yaaah cepet banget see pulangnya ' lah lah lah kenapa ini kok aku seperti gak rela di tinggal pulang sama anak ini
' sadar Al dia cuma ngerjain tugas di rumahmu ini bujan melamarmu ck ck ck ' aku senyum senyum sendiri
" Hayooo mikirin apa tuh ? " Arini menepuk pundakku sampai aku berjingkat dihiasi tawa bapak dan juga Andi
" Eeehhhh siapa yang mikirin apa " aku balas menabok bokong Arini
" Ishh hobby banget sih nabokin bokong ku, panas tauk ! " kesel kayaknya ni bocah hahaha
" lagian ... "
" Ya udah kalo gitu Andi pamit ya pak " menyalimi tangan bapak
" Iya, jangan kapok maen kesini ya ndi.. " balas bapak
" Iya pak, insaAlloh ... Aku pulang dulu yah Al, thanks buat semuanya " tersenyum manis
'Yah ampuuun nambah imut aja ni bocah kalau senyum tulus begitu...'
'Eh dia kan inceran Arini,, sadar diri donkk nduttt...' ocehku pada batinku sendiri
" Aku pulang juga ya Al, sampe ketemu besok " Arini segera melangkah keluar dari rumahku di iringi Andi, weh serasi juga mereka kalau jalan berdua 🙄
Tiba-tiba seperti petir yang menyambar sebuah kalimat terngiang dalam benakku ' ingat ya jangan deket deket '
Waduh,, udah bar baru aku ingett! Menepok jidat lalu berlari ke kamar
Bapak yang melihat kelakuanku hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum
***
Maaf ya besty... Episode kali ini lumayan panjang... Soalnya mau nutup episode sebelumnya yang kata katanya cuma sedikit 🙏
Mudah mudahan gak capek bacanya,, n tetep beri akuh love, like and giftnya
Juga comentar saran saran buat kekurangan tulisanku 😘
__ADS_1