
Kedua sahabatku belum datang saat Andi menghampiriku di pos satpam. Dia duduk di dekatku sambil tersenyum.
" Hay Alira "
" Eh Andi... ☺ " Aku tersenyum. Tapi eh kenapa ini kok kupingku terasa panas.
" Selalu nungguin dua temanmu disini, kenapa gak samperin aja di kelasnya trus langsung pulang deh "
" Mm... itu... Ya terserah aku dong Di " aku jadi salting sendiri.
" Pulang bareng aku yuk "
" Hah ! Emang kita searah ? " setauku kami memang tak searah
" Emang pulang bareng itu harus searah ya " sambil tertawa kecil
" Hehehe ya gak juga, gak tau ahh "
" Gimana mau gak "
Aku tak menjawab, hanya celingukan berharap kedua sahabatku segera datang. Anehnya mereka seperti hilang ditelan gedung sekolah.
Saat mencari-cari keberadaan sahabatku dengan mataku, aku malah menemukan tatapan mata seseorang. Lagi lagi dari tempat parkiran itu, Dian menatapku kali ini dengan ekspresi kecewa.
' Duh ! Kenapa dia kok kayak kecewa gitu ... Apa dia marah aku ngobrol sama Andi ' pikirku
Sesaat kemudian aku melihat Dian menatap kearah lain. Masih kearahku tapi aku tak menemukan nya dalam tatapanku. Aku menoleh kearah Andi di sampingku. Tapi dia menunduk saat aku menoleh kearahnya...
Aku melihat kearah Dian lagi tapi dia sudah menuju kearahku.
Dian melewatiku sambil menuntun sepedanya diikuti kedua temannya.
" Duluan ya " kata Andri sambil tersenyum kecil
Aku hanya mengangguk
' Tumben dia pulang sebelum aku pulang ' batinku
" Pulang yuk... " Andi mengagetkanku yg tengah memandangi kepergian Dian
" Ah ! Sebentar ya aku cari temanku dulu " melangkah kembali kearah kelas
" Mereka sudah pulang duluan "
__ADS_1
" Hah ! " aku menghentikan kaki dg bingung
" Kok bisa mereka pulang gak nungguin aku ? " aku menelan rasa kecewa pada sahabat2ku yg selama ini gak pernah meninggalkanku tanpa kabar
" Tadi mereka melihatku di dekatmu, lalu aku memberi kode agar mereka pulang lewat pintu cadangan ( pintu masuk lain selain gerbang sekolah ) "
" hmm ... Awas saja mereka "
" Jangan begitu, gak papa kan sekali2 kamu gak pulang bareng mereka "
" Lagian kamu juga ngapain ngode2 temanku gitu "
" Em... Ya gak papa "
" Ada perlu sama aku " aku melangkah dengan gontai menapaki jalan semen setapak demi setapak. ku akui aku sangat gelisah.
' Apa dia mau terang2an ya ' pikirku
" Gak penting sih, cuma mau minta beberapa saran aja "
" Hah saran ? " aku mengerutkan keningku tanda tak paham
" Jadi gini, aku ad tugas kelompok bahasa indonesia. Disuruh bikin lapaoran wawancara gitu. "
" Boleh tidak kalau aku wawancara Bapakmu "
" Bapakku ? Kenapa bapakku ? "
" Ya kan bapakmu itu tukang, jadi aku mau tanya2 seputaran pekerjaannya. Nanti aku akan kasih ke kelompokku hasil tanya jawabnya untuk dibuat sebuah laporan "
" Kok di kelasku gak ada tugas kayak gitu ya "
" Ada kok. Pasti ada nanti... Tapi mungkin beda tugasnya "
" O ... "
" Jadi gimana saranmu "
" Em... Nanti aku tanya bapak ku dulu deh, kalo mau besok aku kasih tau ya "
" Berarti besok kita pulang bareng ya. Kalo hari ini gak bisa langsung ketemu bapakmu berarti kita gak jadi pulang bareng "
" Apa ?! "
__ADS_1
" Idih serem amat kagetnya "
" Ya gak bisa gitulah, kamu harus tanggung jawab "
" Hah ! Tanggung jawab apa ? Orang belum ngapa2in juga " Andi serius sekali
" maksudku, kamu yg udah buat sahabatku ninggalin aku. Jadi sekarang kamu harus nemenin aku pulang "
" Emang sepenakut itu pulang sendiri "
" Ya kan ada sebab akibat dari ulahmu tadi "
" Oh gitu, ya udah lah aku anter sampe persimpangan ya "
" Ok "
Kami berjalan beriringan dg santai. Ah baru kali ini aku berjalan santai seolah tak ingin cepat-cepat sampai rumah. padahal biasanya aku malah suka lari larian bahkan kejar kejaran sama sahabatku.
Aku teringat tatapan Dian yg terlihat kecewa. ' Apa dian benar menyukaiku ' tanyaku dalam hati. Siapa sebenarnya yg ku sukai ? Dian atau Andi. Atau aku masih belum menyukai siapa pun.
" Nah udah nyampe nih. Aku pulang yah " kata Andi yg membuat aku sedikit terkejut. Ternyata aku sudh sampai di persimpangan menuju rumahku
" Ya udah pulang sana "
" Yee... Udah di temenin, bilang makasih kek ! " serunya sambil berbalik badan hendak meninggalkanku
" Iya Makasih ! " seruku dengan nada terpaksa. Tapi aku mendengar dia tertawa kecil walaupun tak mebalas ucapanku
" Huh sebel, tadi minta ucapan trimakasih, udah di kasih gak ada respon. Dasar cowok nyebelin " gerutuku
" Sudahlah mending aku pulang aja "
Aku pulang dengan hati yang datar. Sepertinya memang belum ada rasa apa pun yang tumbuh di hati ku. Aku masih lah aku yang biasanya. Alira yang riang, Alira yang tak punya beban, ya selain keinginan untuk beli jajan.
Sebelum sampai rumah aku sempatkan mampir di warung depan Sd untuk jajan.
Aku membeli mie instan merk SUPERMIE farian kuah, beli pilus merk RINDU 5 bungkus, permen karet 5 biji, dan es balon 2 biji.
Total 3 ribu rupiah. Aku membayar dengan uang 5 ribu rupiah. Kemudian pemilik warung memberi kembalian uang koin 5 ratus perak empat biji padaku.
Aku menenteng plastik asoy hitam berisi jajananku pulang dengan semangat.
***
__ADS_1
Sampek rumah pasti langsung mukbang jajan 😃😃