
Setelah kejadian hari itu, nyatanya Dian masih tidak ada perlakuan lebih terhadapku.
Sampai hari ini aku bahkan masih menjaga jarak dari Andi gara gara ucapannya.
Setelah ujian kenaikan kelas berakhir, dan rapot dibagi. Aku sangat senang naik ke kelas tiga. aku melewati masa liburan sekolah dengan tidak sabar.
Akhirnya hari yang kutunggu telah tiba, hari ini tanggal 07 Juli 2008, aku berangkat pagi pagi ke sekolah, aku merindukan dua sahabatku dan juga suasana di sekolah.
Pertama tama aku mendatangi tempat favoritrku yaitu pos satpam. Duduk di bangku rusak yang semakin reyot itu, sehingga mengeluarkan bunyi nyyiiitttt, krekkk, saat aku mendudukinya.
Kupandangi tempat parkir yang tidak lagi istimewa, karena semua yang terjadi disana hanyalah menggantung tidak jelas.
Hari ini aku tidak bersama dua sahabatku, ya mereka belum ada di persimpangan ketika aku lewat. Dan aku tak mau menunggu bukan tidak setia kawan tapi aku sudah sangat rindu dengan sekolahan ini.
" Pagi amat neng, jam segini sudah datang " sapa pak satpam bernama Pak Ares padaku.
" Eh pak Ares, emang ini jam berapa pak ? " tanyaku yang memang tidak tau jam berapa.
" Baru jam 06.15 neng "
" Waduh masih pagi kali ya pak, perasaan tadi udah terang benderang waktu Alira berangkat dari rumah pak "
" Kayaknya neng Alira ini udah kangen sekolah ya sampe sampe gak tau jam berapa berangkatnya " terkekeh kekeh
" Iya kali ya pak hehe " aku ikut tertawa
Tak begitu lama sendirian akhirnya siswa lain mulai berdatangan... Ada juga siswa siswa baru yang akan mulai MOS untuk masuk ke kelas satu.
Aku bukan anggota OSIS, makanya aku tidak mengurusi siswa siswa baru seperti mereka.
Aku hanya memperhatikan satu persatu siswa baru yang masih nampak asing bagiku.
Sedangkan yang sudah kukenal tak ku hiraukan.
Aku masih setia duduk di pos satpam. Ya habis mau kemana lagi mau ke kelas belum tau kelas yang mana, karena pembagian kelas baru akan di umumkan hari ini juga.
Aku menoleh ke arah gerbang saat seseorang masuk mengendarai sepeda motor.
Aku sempat melongo, karena saat ini hanya orang orang berada yang bisa memiliki sepeda motor. Dan yang lebih membuatku menganga lagi adalah seseorang yang mengendarainya...
Dia terlihat sangaaaat tampan, lebih tampan dari terakhir kami bertemu. Dan terlihat lebih keren mengendarai sepeda motor itu. Dia siswa pertama yang mengendarai motor ke sekolah.
__ADS_1
Semua mata terpana pada kehadirannya. Semua memandang kagum pada sepeda motor yang dikenakannya. Sepeda motor merk Honda Supra x 125 warna Hitam dan Abu-abu.
Dia memakai jaket kulit berwarna coklat cream yang tidak di kaitkan resletingnya. Menambah kesan dewasa pada penampilannya.
Setelah menyetandarkan motornya, cowok itu membuka jaketnya lalu memasukkannya ke dalam jok motornya.
" Cuy, datang juga akhirnya " sapa Riki si ketua Osis baru.
" Iya cuy, kenapa ? " jawab Dian.
Ya cowok itu adalah Dian Susanto, cowok yang pernah membuatku GR beberapa bulan lalu. Ya meskipun belum sampai di tahap jatuh cinta.
Tapi melihat kemajuannya sekarang, aduuuhh hatiku jadi meleleh. Apalagi saat ini dia cowok terganteng di sekolah ini, karena yg lebih ganteng darinya sudah lulus.
DHEEERRR
😲
" Hiiih, kalian ! Ngagetin aja sih " sentakku setelah tau siapa pelaku yang membuatku terkejut
" Ha ha ha ha ha " Maya dan Arini tertawa bersamaan sambil memegangi perut.
Eh kemana sifat bercandaanku kok lenyap gitu aja.
Maya dan Arini memeluk ku erat, sepertinya mereka sangat merindukan aku. Meskipun dipeluk berdua tapi badanku tetap bisa menampungnya. Hehehe kebayang ga sih betapa besarnya aku.
" Kok kamu makin gede sih Al " lirih Arini
" Hmm " aku hanya bergumam
" Kamu liburan kemana Al kemaren ? " Maya mulai kepo
" Ke tempat nenek ku laah " Aku mulai mengembangkan senyumanku
" Gitu dong senyum, kangen kangen malah di kasih cemberutan " Kan Arini, mulai deh hobby meledeknya kumat
" Iya lah sebel aja di kagetin, mau copot nih jantung " seruku sudah kuhiasi senyuman
Bel berbunyi dilanjutkan perintah untuk berkumpul di halaman sekolah.
Kami berbaris secara acak karena hari ini masih bebas belum terikat kelas.
__ADS_1
Siswa senior berbaris di sebelah kiri dan siswa baru berbaris di bagian sebelah kanan.
Ketua Osis memberi sambutan, dilanjutkan oleh pembawa acara yang membacakan susunan acara pada pagi hari ini.
Setelah sambutan dan pidato kepala sekolah tibalah saat pembagian kelas, " baiklah ketua osis akan membacakan satu persatu nama siswa yang sudah di susun dalam pembagian kelas " ucap pembawa acara bernama Rahmawati
ketua Osis membaca dengan nyaring nama nama siswa sesuai yang tertulis di dalam kertas yang di bacanya
Satu persatu siswa yang namanya disebut akan membentuk sebuah barisan yang berarti adalah barisan kelas barunya.
Aku harap harap cemas menanti giliranku.
Dimulai dari kelas 1A, 1B, 1C, 2A, 2B, 2C, dan sekarang giliran kelas 3
Kami bertiga saling bergandengan berharap mendapat jatah satu kelas.
Ketua osis membacakan daftar siswa yang masuk ke kelas utama 3A Dimulai dengan nama siswa bernama Abiyan, Adi putro, namaku disebut, Andi saputra, Anggiya, Dian susanto, Riki rahardi dan seterusnya sampai selesai, namun nama kedua sahabatku tidak disebut.
Aku melepaskan genggaman tangan kedua sahabatku, ku lambaikan tangan seraya berkata bye my bff ( best friend forever )
Aku memandangi teman sekelasku yang baru, beberapa diantaranya adalah teman sekelasku yg lama. Salah satunya adalah Andri
" Hay Andri... " Sapaku saat memasuki barisan
Karena badanku besar dan lebar aku harus merelakan berbaris di urutan paling belakang agar tidak menghalangi siswa lain. Yaah nasib lah jadi gajah melembung hehehe itu julukan dari adikku yang cantik si Juwita.
Aku juga bingung harus senang atau sebel karena satu kelas dengan Dian susanto dan Andi juga. Belum lagi semua isi kelasku saat ini adalah siswa siswa berprestasi. Bisa dibilang kelas unggulan, artinya aku harus belajar dengan keras agar tidak mendapat peringkat terakhir.
Saat pengumuman selesai aku melihat dua sahabatku bergandengan di barisan kelas yang sama.
Hufftt enak banget mereka udah pasti klop dengan teman sebangku, aku bahkan belum tau akan duduk sebangku dengan siapa.
Aku juga tidak mendapati satu anak pun yang bereaksi ingin sebangku denganku. Ah duduk sendiri juga gak papalah. Tapi kali ini aku harus bisa duduk di bangku depan. Kata hatiku mantab. bisa gak ya aku kembali bimbang.
Setelah barisan di bubarkan kami memasuki kelas baru kami semua anak berebut meja, aku hanya diam di sudut pintu tak bergeming.
Setelah semua anak duduk hanya ada satu meja yang kosong yaitu bangku paling depan dekat pintu kelas. Aku segera meletakkan tasku disana sambil bersorak dalam kalbu. YESSS doaku di kabulkan. Aku pun duduk dengan gembira meskipun tidak punya teman. Ya aku hanya duduk seorang diri. Dan bangku di sebelahku kosong.
***
Jangan lupa like dan komen ya besty... Bila bersedia beri saweran juga trimakasihhh
__ADS_1