Hobby Jajan

Hobby Jajan
8. Si Pengirim Surat Tak Terduga


__ADS_3

Seperti biasa saat hendak pulang sekolah aku selalu duduk di samping pos satpam.kali ini setelah berpamitan pada Bapak, karena Bapak ada di sekolah masih merampungkan kursi2 yg di minta pak Alfian.


Hari ini pun si Dian masih menatapku seperti biasanya. Hatiku berdisco tidak jelas menanggapi tatapannya. Meskipun sesekali kedua temannya juga melihat ke arahku tapi itu terasa berbeda.


Kedua sahabatku pun tak kunjung datang. Berkali-kali kulongokkan kepala ke arah bangunan kelas 2 di samping tempat parkir itu dg gelisah. akhirnya kedua sahabatku muncul dari koridor Ruang guru.


" Loh kok kalian lewat situ sih " protesku tak menyangka mereka lewat koridor kantor.


" Emang kenapa " tanya Arini


" Ya gak papa kirain lewat biasanya, dr tadi aku ngliatinnya ke arah sana tau ! " aku memonyongkan bibir.


" Gitu aja kok diprotes ya May " Arini melengos kearah Maya


Maya hanya mesem


" Darimana sih kalian kok lama "


" Dari kantor lah. Tadi ngumpulin buku tugas disuruh Dian "


" O... Kalau kamu May "


" Tadi aku nganterin tasnya Ibu Yeti, soalnya abis ngasih tugas dia langsung keluar kelas di panggil pak Nadik "


" O !!! Gitu to "


Aku segera melangkahkan kaki bersama sahabatku untuk pulang. Sekilas ku tatap Dian tepat dimatanya. Dian tidak mengelak, Dia malah menatapku semakin dalam. Aw


" Aku gak sabar pengen cepet sampe kamarku " sambil beberapa kali menendang batu dijalanan lalu mengejarnya ketika batu itu menggelinding.


" Sabar, gak bakal ilang tuh suarat " celetuk Arini membuat aku malu


" Kalo kamu udah tau surat itu dari siapa , apa yg akan kamu lakukan Al " Maya membuat aku tertegun sejenak


" Belum kepikiran sih " jawabku sambil mengangkat bahu


" Menurutku langsung bales aja Al "


" Yeee kok kamu yg ngebet sih rin "


" hehehaha,,, Gemes auuuk ! " Arini mencubit kedua pipi bulatku


" Aawww ? " aku menarik wajahku berusaha melepaskan cubitannya


" Ya itu cuma saranku kok, kamu yg memutuskan "


" Iya Al, menurutku akan lebih baik kalau sudah jelas tanggapanmu pada pengirim surat itu " kata Maya lebih bijak


" hmm... "


***


Sampai dirumah aku langsung masuk kekamarku, kebetulan dirumah tidak ada siapa2.


' kemana juwita ' batinku tapi tak terlalu kupikirkan.


Kulepaskan sepatu dari kedua kakiku,lalu aku naik ke atas ranjang yg hanya setinggi 50 senti itu.


Aku menumpahkan semua isi tas sekolahku. Dan kukeluarkan dua lipatan kertas dari saku rok sekolahku.


Ku raih sebuah lipatan surat dari bawah tumpukan bajuku, kebetulan lemariku juga diletakan di atas ranjang tapi agak jauh dari kasur.


Kubuka surat itu lalu kucocokkan dg semua sample yg sudah kudapat, ada dua tulisan yg mirip yaitu milik Dian dan Andri. Tapi tidak 100 %, bagaimana ini


Karena tidak merasa yakin dan puas, aku berpikir keras mencari cara lain. Lalu terpikir alehku untuk membuka semua buku tugasku yg ada.


Bukankah setiap mengoreksi tugas selalu ditukar dg kelas lain pasti ada nama pengoreksi disana, ya benar.


Aku terus membuka buku demi buku memperhatikan nama2 pengoreksi di buku2 tugas itu.


Tibalah saat dimana aku terpaku melihat sebuah tulisan


Nama pengoreksi : Andi Gunawan


Kelas. : 2A


Benar. : 10


Salah. : 0


Namun yg jadi perhatianku, tugas yg dinilai bukanlah tulisanku. Melainkan tulisan yg sama dg tulisan nama pengoreksi itu.

__ADS_1


mendadak aku jadi bingung, ' kok bisa ! Kenapa aku baru sadar sekarang' Selama ini aku tak pernah memperhatikan buku tugasku yg sudah dinilai.


"Jadi tugas ini diganti olehnya, pantas benar semua ... " aku berkata sendiri dg lirih


" Tugas apa sih Al " Juwita tiba2 saja sudah ada di sebelahku entah sejak kapan


" Eh, enggak kok. Kamu dari mana kok baru pulang "


" Dari rumah temen " melepas baju sekolah lalu menggantinya dg baju rumah.


" Temen yg mana "


" Kok kepo sih "


" Emang gak boleh "


" Enggak "


" Pelit "


" Biarin "


" Awas ya kamu kalo kepo masalh aku gak akan ku kasih tau " ancamku tapi bercanda


" Huuu ngancem "


" Kasih taulah dr rumah temen yg mana "


" Orang cuma mampir kerumah Lusi doang kok " duduk sambil monyong


" Lusi yg rumahnya di belakang sekolah "


" Iya "


" Itu bukan mampir, tapi niat "


" Hehehe "


" Ngapain main kesana "


" Ya di ajak lusi lah "


" ngerjain PR ? "


" Tugas kelompok "


" Enggak,, ih Alira apaan sih ! kayak wartawan tau gak. nanya mulu "


" Hehehe,,, " aku terkekeh


" Kalo itu apaan yg kamu tutupin "


Gantian aku yg di berondong pertanyaan


" Apaan, gak ada "


" Kertas itu tadi, surat kan ! "


Tebakannya benar tapi aku blm mengiyakan


" Surat apaan, cuma tugas kok "


" Heleh "


" Iya, ciyus " mengangkat dua jari


" Bulsit "


" Heh bahasamu "


" kenapa "


" Kayak orang gede aja "


" Biarin, temenku juga banuak yg udah gede "


" Hayo, t3men mana lagi yg gede "


" Adalah "


" O main rahasia2an ya sekarang "

__ADS_1


" Ih kamu yg duluan " menyunggingkan sebelah bibir


" Ya udah, aku ngaku nih. Bener ini surat dr seseorang "


" Nembak kamu ya "


" Nggak, cuma nyatain perasaan doang "


" Ish gak gentle deh "


" Iya sih, gak kaasih nama pengirim lagi. Nyebelin deh "


" Berarti kamu gak tau itu surat dari siapa? "


" Enggak, ini lagi cari tau "


" Trus ketemu "


" ketemu sih "


" Terus "


" Anehnya diluar dugaanku, tadinya aku pikir yg kirim surat itu Dian, soalnya Dian terus ngeliatin aku tiap ketemu "


" Terus "


" Kalo bukan Dian, mungkin 3 orang lainnya yg akhir2 ini kayak peduli sama aku "


" Terus "


" Ternyata bukan semua. "


" Terus "


" Kok terus2 mulu "


" Ya ceritanya jngan berenti2 dong lanjut terus biar gak terus2 " nyengir


" Ternyata yg kirim surat namany Andi anak kelas 2A "


" Wah, kamu yakin dia yg kirim Al "


" Iya, coba deh perhatiin "


Aku menunjukkan tulisan dibuku tugasku pd Juwita dg surat misterius itu. Juwita menyipitkan mata lalu mengangguk-angguk.


" Sama kan "


" Iya, persis "


" Aku aja gak tau kalau tugasku diganti jadi benar semua "


" Wah keren "


" Apanya yg keren "


" Kerenlah, aku juga pengen ada cowok yg perhatian gitu sama aku, so sweet kan "


" Hehhh masih kecil juga "


" Jangan ngatain aku kecil, tinggian juga aku dari pada kamu " berdiri sambil berkacak pinggang


" tapi gedean juga aku we3kk " berdiri sambil bersedekap


" hmmmm terserah deh " menjatuhkan diri keatas kasur


" Mau ngapain kamu wit "


" Tidurlah "


" Cuci baju dulu gehh, gantian "


" Kamu aja duluan, aku males "


" Dasar pemalas "


" Ssstt " menempelkan jari di mulutnya


Aku merapikan buku2ku lalu bergegas mencuci pakaian kotor milikku sendiri.


***

__ADS_1


KALAU ANDI SOSOK ORANG YG DIAM-DIAM MENCINTAIKU LALU DIAN ???


__ADS_2