Hobby Jajan

Hobby Jajan
5. Surat Dari Siapakah?


__ADS_3

' Apa ini ' batinku saat tanganku memegang secarik kertas yang dilipat bentuk angsa dilaci mejaku.


Aku terpana tak dapat berkata-kata saat membaca tulisan yg tertera disana.


...Dear Alira Gustiro...


Maafkan aku yang hanya bisa mengagumimu dari jauh. Sesungguhnya aku menyukaimu dengan sepenuh hatiku.


^^^I LOVE YOU FOREVER^^^


WHATT!!!!


Aku reflek setengah berteriak. Beberapa orang disekitarku menatapku dengan pandangan penuh tanya.


" Ada apa sih Al " tanya murid cowok yang duduk tepat didepanku namanya Andri.


" Hehe sorry2 ngagetin y "


" Ada apa sih, blm ngerjain PR " tukas Andri makin penasaran.


" Ya gak lah, seorang Alira tu gak bakalan lupa ngerjain PR " jawabku sok-sokan.


" Terus kenapa tadi what-what " Erwan teman sebangku Andri ikut-ikutan penasaran.


" Apa sih kalian, KEPOO " Aku memasang mimik muka galak.


" Hu dasar cewek, tinggal jelasin aja ribet " gerutu Erwan.


Aku sejenak berpikir, tumben mereka perduli.


" Ada apa Al? " Nunung teman sebangku-ku yg baru masuk kelas sedikit mendengar kehebohan kami bertiga, dan ikut-ikutan kepo.


" Gk papa nung " aku berusaha menyembunyikan yg sedang terjadi padaku.


' Hari ini benar-benar aneh, Surat dari siapakah ini ' pikirku tak tenang. tapi kuperhatikan tidak ada gelagat yg aneh diantara teman2 sekelasku.


Belum puas aku menerka2 siapa pelakunya, Bu Siska sudah secepat kilat berada didepan kelas, Tris segera mengumpulkan buku PR kami semua.


Namun Tris mengambil buku tugasku paling terakhir, tapi meletakkan diurutan paling bawah yg artinya saat sudah dinilai bukuku akan berada paling atas.


Tapi aku tidak terlalu mempedulikannya, dalam pikiranku hanya bagaimana cara menemukan sipembuat surat ini.


Waktunya istirahat, Bu Siska telah kembali ke Kantor Guru.


Karena hari ini aku punya uang 20 ribu. Akupun melenggang dg riang menuju kantin.


Dari lapangan sekolah nampak sekali kantin yg masih sepi. Aku tetap melenggang riang sambil menyanyikan beberapa bait lirik lagu yg sedang populer tahun ini.


Lagunya adalah lagu2 cover dr lagu dangdut dan bollywood,,, sedang populer sekali lagu2 yg dikeluarkan Genta Buana dlm menghiasi film2 adaptasinya ( meniru film2 Bollywood ).


^^^Indahnya bulan tak seindah wajahmu^^^


^^^Manis madu tak semanis senyummu^^^


^^^Pandanganmu menembus jantungku^^^


^^^Belaianmu menghangatkan tubuhku^^^

__ADS_1


Aku terhenti tepat di depan pintu kantin, saat sepasang mata dg tajam menatap mataku. Aku terdiam dan terpaku.


DEGHH DEGGHH DEGGHH


Tiba-tiba jantungku rasanya akan jatuh ketanah, tatapan matanya begitu tajam menusuk relung hatiku. Seperti ada sebuah rahasia yg besar di dalam pandangannya.


' Apa dia melihatku saat mencuri uang bude Ijum '


Tiba2 pikiranku menghancurkan kebekuanku. Kulirik sekitar, hanya ada bude ijum yg sibuk meracik beberapa mangkuk jajanan kuah dan beberapa murid cowok serta tiga cowok yang salah satunya manatapku.


Saat aku mencoba menatapnya lagi, dia benunduk fokus ke makanannya.


' Huuhh... Apa sih maksud si Dian bersikap seperti itu ' aku menggerutu dlm hati sambil melihat-lihat jajanan mana yg kiranya akan kubeli.


***


Jam pelajaran terakhir adalah TIK


Aku sungguh tak fokus menyimak pak Alfian menerangkan pelajaran.


Aku memandangi kertas surat misterius itu yg kuselipkan di lembaran buku panduanku


Kuperhatikan setiap kata dan bentuk tulisannya. ' sepertinya aku pernah lihat tulisan seperti ini tapi dimana ya '


Pak Alfian menerangkan tentang bab copypaste dan fotocopy, segera otak cemerlangku mendapat sebuah ide.


Jam pelajaran berakhir aku segera memasukkan semua bukuku kedalam tas, dan keluar paling dulu. Tepat di belakang pak Alfian.


Aku setengah berlari saat tiba-tiba.


Aku menabrak pak Alfian yang tiba-tiba saja berhenti diluar pintu. Pak Alfian yg kurus kepayahan menstabilkan tubuhnya yg hampir jatuh. Maklum badankku hampir sama dg sebuah truk hehe jadi siapapun yg bertabrakkan dgku pasti akan mental.


Sedangkan pipiku memerah menahan malu sekaligus takut kena marah.


Kulihat diteras ruang kelas 2A nampak dua orang cowok menatap kearahku dg serius


' Dian Susanto '


Aku memekik histeris dalam hati.


" Maaf pak, maaf Alira gak lihat bapak berhenti tadi, bapak gak apa-apa kan "


" Oh gak papa kok, bapak baik-baik saja. Lain kali lebih waspada ya... Alira "


" Iya pak " jawabku ragu-ragu.


Kulihat lagi dua cowok itu menghampiriku dan pak Alfian, ' mau apa sih mereka ' batinku jadi super kepo.


" Pak ini tugas kami tadi sudah selesai " Dian menyerahkan setumpuk buku tugas kepada pak Alfian.


" Oke bagus, langsung bantu saya bawa ke kantor ya Di "


" Oiya Alira juga ikut ke kantor sebentar ya bapak ada perlu "


Tanpa menjawab aku mengekor pak Alfian bersamaan dg Dian.


Sampai dikantor dian meletakkan tumpukan buku itu keatas sebuah meja yang ada papan nama Alfian Suharjo S.pd. Aku masih berdiri disebelahnya.

__ADS_1


Dian menatapku sambil tersenyum maniiisss sekali, kemudian berlalu dari sampingku


Rasanya jiwaragaku meleleh melihat senyumannya itu.


" Alira "


" Eh iya pak "


" Jadi begini bapak dengar ayahmu seorang tukang kann?"


" oh iya benar pak, ada apa ya pak ?"


" Kira-kira ayahmu besok sibuk tidak ya "


" Wah saya kurang tau lo pak, tapi ayah saya ada dirumah kok gak sedang bekerja "


" Besok ajak ayahmu kemari ya, saya ingin minta tolong buatkan beberapa kursi baru untuk mengganti kursi diruang TU. Sudah tidak layak pakai. Mengerti kan maksudnya "


" Mengerti pak, baiklah akan saya sampaikan sesuai perkataan bapak "


" Oke trimakasih ya Alira, kamu boleh pulang "


" Sama-sama pak, permisi "


" Iya silahkan "


' Pak Alfian ini gantengnya kelewatan, sayang sudah punya istri ' batinku. Lah kenapa aku jadi memperhatikan tingkat kegantengan seseorang. Sejak kapan. Ah ada apa dengan otakku ini.


Aku terkaget-kaget saat hendak menuju gerbang sekolah dimana Arini dan Maya menungguku.


Aku melihat Dian Susanto dan kedua temannya Andri dan Wawan masih diparkiran sekolah.


' Apa mereka menungguku ' tanyaku dalam hati.


' Ah kenapa aku jadi GR ' aku melangkah sambil mengusap wajahku dengan kasar. Kuhampiri kedua sahabatku lalu kami pun melangkah pulang.


" Kamu ngapain keruang guru Al " tanya Maya


" Iya bareng Dian lagi " Arini menimpali


" O gapapa kok " jawabku sambil senyum2 entah kenapa.


" Hayo ngakuuu.... " sentak Arini sambil berusaha menggelitiki perutku.


" Aih jangan gitu ah rin... " pintaku sambil menepis tangannya yg jail.


" Makanya cerita dong "


" Oke2, tadi pak Alfian cuma minta tolong buat ngajak bapakku kesini. Kalao Dian, masa kamu gak tau kan dia ngumpulin buku tugas. Dia kan ketua kelasmu to..." aku bersungut-sungut padanya.


" Hehehe... Kalo itu sih aku tau, sebenarnya aku cuma ngeledek kamu aja tadi hhhhaaaa ...." Arini terbahak-bahak merasa berhasil membuatku bete.


" Ihhh... Dasar Arinol " aku mengejar arini berusaha menabok bokongnya


Maya hanya tertawa sambil berlari juga mengimbangi kami.


***

__ADS_1


__ADS_2