
Pagi-pagi aku bersemangat menyiapkan diri kesekolah. Tak lupa aku menyampaikan pesan pak Alfian pada Ayah saat sarapan.
" Pak, hari ini bapak sibuk nggak " tanyaku sambil memasukkan nasi kemulut
" Enggak. Ada apa Al " kata bapak yang sedang mengunyah makanan dalam mulutnya.
" Dapat pesan dari pak Alfian, Bapak diminta datang ke sekolah. Katanya mau minta tolong buatkan kursi untuk ruang TU " sedang mengambil minum karena sedikit seret.
" harus hari ini Al "
" Iya... Mungkin ! " sambil minum
Aku juga bingung, karena kemarin tidak bertanya pada pak Alfian. Apakah harus hari ini atau bisa dilain hari.
" lah bapak bisanya kapan ?"
" Ya... Hari ini juga bisa sih " kata bapak.
" La gitu kok pake bingung pak, kan tinggal berangkat sekalian bareng aku. " sambil makan lagi
Maksud hatiku biar bisa di bonceng naik sepeda motor. Sekali-sekali bolehlah berangkat sekolah gak pake jalan kaki.
" Iya deh, gitu jg boleh " kata bapak lagi sambil menghabiskan sarapannya.
Setelah selesai makan aku baru ingat ibu.
" Ibuk sudah berangkat kerja ya pak ? "
" Iya tadi sudah berangkat pas kamu masih mandi " bapak menenggak air putih langsung dari dalam botolnya.
" O " kataku sambil membulatkan mulut tak lupa kumanggut-manggutkan kepala.
" Juwita mana ? " kata bapak sambil melongok pintu kamarku.
" Mungkin masih semedi pak " jawabku
" Hush kamu ini " bapak Mengayunkan tangan kearahku.
" hehehe habis mau pake baju aja milihnya lama pak. Udah milihnya cuma pake mata gak pake tangan. Kayak orang semedi kan hahaha " aku tertawa mengingat kelakuan juwita.
Ketika mendengar aku menertawakannya, dia pun keluar dg wajah bersungut.
" Enak aja semedi, emang aku pendekar " kata Juwita membulatkan matanya
" Udah sih gak usah melotot gitu, gak melotot juga udah gede matamu. Entar lonjat keluar gimana hayo " aku malah meledeknya
" hmmm... " dia mengeram pelam lalu mengambil segelas teh yg sudah disiapkan Ibuk.
" Gak makan dulu ? " kata ayah melihat Juwita yg langsung meminum tehnya.
" enggak pak nanti istirahat sekolah aku pulang makan " kata juwita sambil meletakkan gelas kosong ketempat cuci piring.
" Gak pernah sarapan pagi entar jadi ikan asin lo kamu wit " aku semakin suka meledeknya
" Biarin ! Daripada melembung kayak balon " dia membalas ledekanku.
" Kamu ngatain aku balon " aku jadi kesal sendiri, aku yg meledek duluan malah aku yg dibikin kesal.
" Siapa yg bilang. Situ kali yg merasa balon " katanya sambil berjalan melewatiku dan langsung pergi sambil pamit pada Ayah.
__ADS_1
" Berangkat pak, Asalamualaikum " sambil berlalu
" Waalaikumsalam " kata Bapak sambil bersiap-siap
" Cepet pak, ntar aku telat loh "
" Iya, ini juga udah siap kok. Yok berangkat "
Kami keluar, Bapak mengunci pintu rumah lalu meletakkan kuncinya dicelah jendela. Tempat biasa menaruh kunci ketika semua orang rumah bepergian.
Bapak mengeluarkan motor dari rumah kecil disamping rumah pokok kami. Aku segera naik, dan motor itu melaju menuju sekolahku.
Dipersimpangan jalan tempat biasa kedua temanku menunggu aku minta bapak untuk berhenti.
Kulihat kedua temanku masih menungguku, aku jadi tak enak hati mau meninggalkan mereka.
" Aku jalan aja pak bareng temen-temen, kasian udah nungguin masa ditinggal " kataku sambil turun dari motor.
" Ya udah bapak duluan aja " kataku lagi.
Bapak pun melajukan motornya meninggalkan aku bersama teman-temanku.
" Tumben di anter ? " kata maya.
" Enggak, kan Bapakku mau ketemu pak Alfian "
" Oiya ya, kan kemarin bapakmu disuruh kekantor " kata Arini
" Aku yg disuruh kekantor, terus bapak disuruh datang hari ini. " kataku membenarkan ucapan Arini.
" Hahahhaha " kami bertiga tertawa
***
Tibalah jam istirahat, aku duduk ditepi teras kelasku menunggu kedua temanku.
" Hallo Bestfriend " Arini datang sambil melipat kedua tangannya kebelakang.
" Gimana ? " aku tak sabaran menunggu hasil rencana sahabatku.
" TARAAA " Arini menyerahkan sebuah lipatan kertas
Aku mengambilnya tapi tak langsung membukanya.
" Ini beneran tulisannya Dian ? " kataku memastikan
" Iya. Tadi aku minta tolong sama dia untuk buatkan sebuah puisi. Kebetulan ada PR bahasa indonesia kami disuruh mengarang puisi, aku bilang sama dia kalau aku gak bisa. sedangkan dia kan jago bikin puisi. Aku bilang aku akan menyalinnya agar buguru tidak tau. "
" Dia percaya dan langsung menurutimu ? " aku setengah tidak percaya. Baik sekali dia pikirku.
" Iya. Dian itu memang baik, gak banyak tingkah. Rajin belajar, gak pernah bolos. Dan ... "
" Dan apa ? " aku penasaran
" emm... Dan banyak yg suka " kata Arini ragu-ragu.
" Maksudmu banyak cewek yg naksir "
" Hehe... Iya Al.... Tapi kamu jangan putus asa, setauku dia tidak pernah membuka kesempatan "
__ADS_1
" O " aku bingung mau berkomentar apa. Memang Dian itu kan Tampan, senyumnya manis ( eh tapi kapan aku lihat dia tersenyum, mengada -ada saja aku ini ) pintar, mungkin karena itu dia dipilih jadi ketua kelas 2A.
" cuman O doang " kata Arini ketika maya datang.
" Iya hehe habis apalagi ? "
" Bodo ah " seru Arini
" Gimana may, dapat ? " aku menanyakan tugas maya yg kusuruh mendapatkan tulisan Tris.
" Dapat nih. " Maya mengulurkan lipatan kertas padaku.
" Asli kan ? " kataku memastikan, sambik memasukkan kertas itu kesaku rok sekolahku.
" Asli dong, tadi pagi aku minjem buku catatannya lalu kusobek satu lembar yg tidak terlalu penting. Dia gak bakal tau deh pokoknya " tutur maya dg girangnya.
" Jadi kapan nih kita makan es campur " Arini menagih janjiku
" Ya ayok kalau mau sekarang " kataku
Kami menuju kantin, saat melewati kelas 3C tidak sengaja aku Melirik ke samping ruang TU yg tempatnya dibelakang bangunan kelas 3C Kulihat Bapak sedang memotong kayu dan merangkainya menjadi kursi. Tapi Bapak dibantu 3 orang, salah satu pegawai TU bernama mas Ir dan dua orang murid tapi gak jelas siapa.
Sesampainya dikantin aku segera memesan 3 porsi es campur.
" Bude es campur 3 mangkok ya "
Kami bertiga duduk di bangku paling dekat pintu. Supaya bisa memperhatikan sekitar kantin.
Belum lama menunggu pesanan kami telah disuguhkan. Kami pun melahap es campur itu dengan riang...
Nanti setelah pulang sekolah aku akan mencocokkan tulisan disurat itu dg tulisan2 yg sudah kukumpulkan, masih ada dua target lagi setelah ini pikirku.
Setelah menghabiskan es campur yg sangat menyegarkan itu, kami kembali kekelas. Dan bel masuk berbunyi segera memulai pelajaran terakhir hari ini.
Bu Any Guru Agama islam memasuki kelas, langsung memberi mandat agar Andri menuliskan beberapa ayat dipapan tulis.
Dikelasku cuma Andri yg tulisan arabnya paling bagus, dia bahkan bisa membuat kaligrafi.
Ketika Andri sibuk menulis dipapan tulis. Aku pindah ketempat duduknya.
" Ngapain ? " tanya Erwan.
" Biar jelas kalo dr sini " jawabku sambil menyalin tulisan dipapan tulis ke buku catatanku.
Saat kurasa tepat aku mengambil buku catatan Andri diam-diam tanpa diketahui Erwan.Kubuka lalu kusobek satu lembar catatan paling terakhir. Lalu kukembalikan buku itu ketempat semula.
" Wan, boleh pinjam buku IPSmu gak, tadi aku malas nyatet. " aku mulai melancarkan rencanaku pada Erwan.
" Boleh, besok bawa pas ada pelajarannya ya biar sekalian " tuturnya
" Ok " aku mengacungkan jempolku.
Erwan mengambil bukunya dr dalam tas lalu memberikan padaku.
Gampang amat ! Batinku
Setelah selesai mencatat aku kembali ketempat dudukku. Aku tersenyum menang.
***
__ADS_1