Hobby Jajan

Hobby Jajan
18. Drama Bedak Pupur


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Alira sudah bangun dari tidur nyenyaknya.


Alira menyambar handuk yang tergantung pada sebuah paku tertancap didinding kamarnya. Tak mengulur waktu segera melangkahkan kaki menuju kamar mandi.


Ibunya yang tengah memasak mendadak heran, ' Tumben sekali anak ini mandi pagi ' batinnya


Di dalam kamar mandi Alira nampak ragu menatap air di ember besar yng sudah ia siapkan. ' Pasti airnya seperti air es ' pikir Alira.


" Alira... " panggil ibunya dengan suara pelan.


" Iya bu... " sahut Alira dari dalam kamar mandi


" Kamu mandi ? " tanya sang ibu.


" Iya bu rencananya hehe " jawab Alira.


" Mandi kok gak ada suara airnya ? "


" Iya bu, lagi semedi dulu. Biar airnya gak ngelawan haha " Alira tergelak sendiri dengan jawabannya.


" Kalau niat mau mandi jangan pake surat Al-baqoroh kelamaan " canda sang ibu


" Enggak kok bu, ini cuma mau nge-hatam-in sekalian hehe "


" Keburu selesai jam sekolahnya dong "


" hhiii "


Tak lama kemudian terdengar suara air terguyur di iringi suara seperti sesak nafas dan desis keterkejutan.


" shhh ... Eeaaahhh dinginyaa haaah "


" Mandi pagi itu seger, bukan dingin... " kata sang ibu


" Kata siapa, orang ini mandi pakai air es. Untung gak beku nih Alira "


" Ya kata ibu lah, orang ibu tiap selesai masak pagi pasti mandi. Gak kayak kamu sebulan sekali baru mandi pagi. "


" Hehehe... dinginnya ini yang bikin males mandi bu.."


Setelah sepuluh menit, Alira keluar dari kamar mandi.


" huuufffrrr... Dinginnya... " katanya sambil mengeratkan handuk jumbo itu keseluruh badannya.


" Tu udah ibu bikinin teh panas, biar anget " kata ibu


" Makasih y bu " Alira tersenyum lalu menyeruput teh itu. " ffyuuu.. Masih panas bu "


" Kan udah ibu bilang teh panas, bukan teh anget "


" Hehehe, iya ya. yadah Alira pake baju dulu aja deh. "


Alira menuju ke kamar, dan mengenakan seragam sekolahnya. Kemudian memakai hand&body ke tangan dan kakinya. Mengoleskan parfum roll seharga 5000 an yang dia punya. Dan memakai bedak, ya hanya bedak bayi bertulis MY BABY sih.


Untuk apa sebenarnya semua itu. Selama ini bahkan mandi saja tidak perlu pakai sabun. Tiba tiba pagi ini dia memakai bedak segala.


Juwita yang mencium bau wewangian mengerjapkan matanya. mengangkat tubuhnya hingga kini terduduk dibtepi ranjang.


" Kok ada bau bau bayi ya " c3letuknya membuat Alira kaget


" Eh! Ish Ita ngapain sih nanya kok tiba tiba. Bikin terkejut aja ! " kata Alira sedikit sewot.


" Kamu pake bedak Al? " tanya juwita dengan ekspresi tidak percaya.


" Kenapa emang, gak boleh ? " sahut Alira


" hihihi " Juwita cekikikan " pasti gara gara cowok yang nganterin kamu kemaren kan? Kamu bela belain berdandan kayak gitu." komentar juwita


" Jangan ngasal kalau ngomong. Emang bedakan harus cowok alesannya? " Alira menghadap kesal kearah Juwita.


" Ya biasanya sih gitu " juwita manggut manggut membenarkan pendapatnya.

__ADS_1


" Tapi aku beda ya. Aku bukan cewek cewek kayak gitu. "


Juwita pun meninggalkan Alira yang masih memandangi wajahnya di dalam cermin.


" Mending aku mandi aja ah... Dari pada mules perutku liatin gajah jadi monyet putih hahaha "


" Hah, perasaan aku cuma pake dikit masa jadi kaya monyet " gumam Alira memperhatikan wajahnya yang lebih putih dari lehernya.


" Waduh, bisa malu aku kalau dilihat Dian kayak bayi gini bedakannya cemong cemong " Alira segera menghapus bedak diwajahnya menggunakan handuknya.


Setelah memastikan wajahnya sudah bersih Alira celingukan. " Duh... Gimana ini, aku gak bisa dandan lagi. Padahal aku pengen tampil cantik. " suara keputusasaan terdengar lirih " Ya sudahlah "


Alira keluar dari kamar menuju ruang tamu.


" Bu, kepangkan rambut Lira dong " mengulurkan sebuah kuncir warna merah muda dan sisir


Sang ibu tanpa basa basi mengambil sisir itu, lalu mulai mengepang rambut Alira yang terurai panjang hampir sampai ke bokongnya


Tidak butuh waktu lama kepangan rambut Alira sudah selesai di buat sangat rapi oleh sang ibu yang sudah lihai melakukannya.


" Makasih ya bu " ucap Alira senang.


Ibu mengangguk pelan sambil berkata, " Kamu pake bedak Al ? "


" Hmmm... Iya bu tadi, tapi udah Alira lap "


" Loh kenapa "


" Habis kata ita Alira kaya kethek bu " sambil manyun


Ibu hanya tersenyum mendengar penuturan putrinya. sang ibu berpikir pasti putrinya saat ini sudah mulai berubah kearah keremajaannya.


" Kalau Alira mau beli bedak, besok hari minggu ibu antar kepasar, gimana mau nggak ? "


" Emang boleh bu ? "


" Ya boleh dong " ibu membelai rambut kepang satu Alira dengan lembut.


" Loh kok udah gak ada monyet putihnya ? " juwita menatap lucu kemuka Alira


Alira hanya merengut sambil menundukkan kepala dan menghentakkan kaki kelantai


" Hahaha... Ih gitu aja marah, Tapi bagus lah kalu dihapus. Kamu lebih cantik kalau natural kok " ucap Juwita penuh keseriusan sambil meninggalkan mereka menuju kamar.


" Adekmu itu cuma usil. Nggak usah di ambil hati lah " ucap sang ibu lembut.


" Iya buk " jawab Alira


Ibu kedapur mengambil segelas teh panas tadi yang sudah menjadi hangat kuku sekarang.


" Nih minum dulu " ibu menyodorkan gelas teh kepada Alira


Alira menyambut dan meneguk habis teh hangat itu.


" Sarapan dulu baru berangkat "


" Nggak ah buk, males " jawab Alira tak bersemangat. " Alira berangkat sekolah aja deh buk "


Alira mencium tangan ibunya lalu mengucap salam.


" Asalamualaikum buk "


" Walaikumsalam " jawab sang ibu, menatap putrinya berlalu Dari pandangannya.


🌺🌺🌺


Sampai di pintu kelas, Alira melepas sepatu dan kaoskakinya meletakkannya di rak sepatu yang disediakan di teras kelas, lalu melangkahkan kaki memasuki kelas dengan agak lesu.


Dian yang sudah datang lebih dulu menatap Alira yang terlihat lebih cantik dari kemarin.


" Pagi Cantik... " sapa Dian dengan suara pelan takut di dengar anak lain

__ADS_1


" Pagi juga " jawab Alira tampak malu malu. Namun hatinya langsung merekah ketika dibilang cantik oleh dian


Dian langsung berdiri dan menggeser kursinya agar Alira dapat mudah menuju kursinya.


" Makasih " ucap Alira sambil mengedipkan satu matanya


" Iss... Genit kamu Al " ucap Dian yang sebenarnya menyukai kedipan itu.


" Tapi suka kaan .. " ucap Alira dengan PD nya.


Dian tersenyum manis tapi tidak mengiyakan. Selalu begitu tak pernah memberi kejelasan.


' Awas kamu yan. Aku akan membuat kamu berterus terang secepatnya. Kamu kira enak di gantung gak jelas begini. ' batin Alira sambil tersenyum licik ' Aku tau kamu suka sama aku, tapi kamu malu mengakuinya kan. Pasti karena aku yang gendut, jadi kamu terus menunda nunda kata cintamu '.


Alira duduk dengan manis, menunggu bel masuk berbunyi.


" Hari ini kita akan memilih ketua kelas, kamu pilih aku ya Al " ucap dian


" Ohya ? Ok deh " jawab Alira menyetujui permintaan Dian


Setelah bel masuk berbunyi, buk Ana pun tiba dikelas. menyerahkan selembar kertas kepada dian. " Salin di papan tulis ya " perintahnya sambil meletakkan spidol dimeja Dian.


Dian langsung mengambil spidol itu dan menyalin isi kertas itu ke papan tulis. Ternyata isi kertas itu adalah daftar mata pelajaran selama seminggu penuh.


Senin


Bahasa inggris


Agama islam


Selasa


Ipa/ fisika


Ipa / Biologi


Rabu


Matematika


Bahasa Indonesia


Kamis


Tik


Ips


Jum'at


Penjaskes


Pertanian


Sabtu


Kimia


Kesenian


Aku mencatat daftar itu di sampul buku bagian belakang. Memang sudah tersedia tempat mencatat daftar pelajaran disana.


Setelah semua selesai mencatat, buk Ana segera memberi tahu bahwa akan di adakan pengambilan suara untuk memilih ketua kelas.


" Jadi siapa saja yang akan mencalonkan diri ? " tanya buk Ana


Dian langsung mengacungkan jari. Ada Wahyudi juga dan satu orang lagi bernama Prasetiyo.


Tiba tiba entah ide dari mana, aku turut mengacungkan jari. Dian yang menyadari tindakanku menoleh dengan tatapan tajam padaku.


🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2