Hobby Jajan

Hobby Jajan
15. Peraturan Aneh Wali Kelas


__ADS_3

Maaf ya readers...


author lama gak up, soalnya minus kuota. Hehehe


Mulai yux


***


Masih gemeriuh sorak sorai anak anak di kelasku. Hanya aku yang diam seorang diri.


Kadang kadang hal seperti ini menjadi beban mental bagiku. Tapi gimana lagi, aku harus tetap tenang dan melanjutkan hidupku. Lagi pula tidak memiliki relasi bukan berarti krhidupanku akan terhenti kan?.


Malah kadang kadang aku merasa beruntung hidupku tidak di ribetkan dengan banyaknya relasi dan kebutuhan tidak penting demi sebuah gengsi.


Dalam kesepianku di tengah keramaian ini, ku keluarkan sebuah buku tulis baru. Belum diberi sampul coklat, dan covernya adalah foto pemain sinetron yang ramah dilayar televisi emak emak. Bertuliskan gleen alinsky dan chelsea olivia. 🤗


Tau nggak ? Aku rela keliling pasar cuma buat beli buku tulis yang covernya gambar actor. Gak peduli walaupun harus di tutup sampul coklat. Karena bisa dapat hukuman guru kalau sampi terlihat cover buku tulis yang gambarnya actor.


Aku membuka cover itu setelah senyum2 mengaguminya. Aku membuka pulpen merk standart warna biru. Awalnya aku bingung mau menulis apa. Mencatat pelajaran tidak mungkin. Lalu aku mencoba menggambar yang kubisa...


Aku menggambar bunga, ala akulah ya tentunya... Menurutku gambaranku itu udah paling bagus banget sedunia 😆.


Di lembar kedua, aku ingin menulis, kucoba menumpahkan isi hatiku di sana. Kutulis, kurobek, tulis lagi masih tak seperti harapanku, akhitnya kurobek lagi. Kemudian aku teringat sebuah lirik lagu. Lagu dangdut cover dari film genta buana.


Aku langsung menulisnya dalam lembaran bukuku,


**Judul: Rindunya hatiku


First:


Rindunya hatiku padamu kasih


Rindunya hatiku sudah tak tahan


Aku datang melamarmu


Kan kujadikan permaisuri oh kasihku oh sayangku


Kasihku sayangku aku bahagia


Kasihku cintaku hasrat membara


Aku bangga kepadamu


Jadilah raja dihatiku oh kasihku oh sayangku


Reff:


Sucinya cintamu meluluhkan hatiku 2x


Oh seluruh tubuhku bagai tak berdaya

__ADS_1


Cinta suci oh suci


Kita bina bersama


Back to first**


Aku tersenyum puas bisa menemukan kegiatan yang menghibur kegalauanku.


Aku membuka lembaran baru dan hendak menulis lirik lagu lagi, tapi sesorang telah berdiri tepat diantara pintu kelas. Aku kaget melihat siapa yang ada disana. Buk Ana, dia adalah guru bahasa Inggris khusus kelas 3.


Deghh


' jangan jangan buk ana wali kelas ini ' batinku


Semua langsung membenarkan posisi duduk mereka dan terdiam. Semua menunggu kelanjuatan apa yang akan terjadi.


" Sudah siap sekarang ? " kata buk Ana mulai bicara namun tidak ada yang berani menyahut


" Baiklah sepertinya sudah seperti sebuah kelas " katanya lagi lalu melangkah menuju meja guru.


Meletakkan tas jinjingnya di meja, membuka buku apsen dan membuka Ballpoint.


" Pertama saya mau absen dulu ya "


" Abiyan "


" Hadir "


Buk ana mendongak ke arah suara Abiyan


" Saya buk " kata Abiyan lagi sambil mengacungkan jari telunjuknya


" Oh, kamu yang bernama Abiyan ? "


" iya buk "


" Selanjutnya yang namanya saya sebut acungkan tangan ya ! , Adi putro " mendongak lagi


" Saya buk " melambaikan tangan


" Saya tadi bilang acungkan tangan, bukan lambaikan Adi ! "


" i- iya b- buk " Adi menjawab terbata karena tidak menyangka akan di protes


" Dasar Abg, kalian ini sudah besar ya, bukan anak anak lagi, harusnya kalian bisa membedakan dan memahami apa yang saya katakan "


' Busyet dah, ternyata benar juga rumor yang kudengar selama ini. Buk Ana itu Horror bingitz ' kataku dalam hati sambil menelan ludah yang serasa mengalir dalam ketegangan jiwa dan raga


Gimana gak tegang say, selama sekolah disini baru ini nemu guru yang salah sedikit saja protesnya panjang lebar.


" Alira Gustiro " mendongak lagi

__ADS_1


" Saya buk " aku mengacungkan tangan


Buk ana melihat ke arahku dengan tajam, busyet ngeri amat udah kayak pedang siap nebas batang leher rasanya.


Puas melihatku dia kembali mengabsen satu persatu sampai selesai, dan masih dengan suasana tegang yang sama.


Setelah selesai mengabsen.


" Baiklah, saya rasa kalian sudah paham kan?, saya adalah wali kelas kalian. Nama saya Ana Susana. Dan saya mengajar Bahasa Inggris khusus kelas 3 "


" Iya buuk... " jawab kami serentak


" Ada beberapa peraturan dan beberapa hal yang saya tidak suka "


" Pertama, saya tidak suka kelas yang kotor. Jadi peraturannya kelas harus dalam keadaan yang bersih dan rapi saat pelajaran saya."


" Kedua, saya tidak suka ada murid yang bercontekan. Jadi saya akan menukar pasangan sebangku kalian sesuai yang saya inginkan. Peraturannya, kalian harus duduk dengan siapapun yang saya sudah aturkan. Tidak boleh membantah atau memprotes keputusan saya "


Semua murid nampak pucat mendengar kata kata buk Ana.


Tentu saja, aku sendiri merasa was was, dengan siapa aku nanti akan di sandingkan, bukan di pelaminan tapi yah 😆.


" Ketiga, saya tidak suka bau kaos kaki, jadi peraturannya tidak boleh ada kaos kaki didalam kelas ketika saya mengajar atau ada keperluan lain di kelas ini "


Ya sekolah ini adalah sekolah pertama yang menggunakan keramik sebagai lantainya di daerah kami. Sehingga kami harus mencopot sepatu diteras untuk menjaga kebersihan lantai kelas dari tanah yg terbawa oleh sepatu.


Namun baru kali ini kami menemui peraturan tidak boleh memakai kaos kaki, atau bahkan menyimpannya dikelas.


" Jadi jika salah satu hal dan peraturan yang saya sebutkan tadi di langgar atau sengaja di langgar, saya tidak akan sudi masuk ke dalam kelas "


" Bagaimana, sudah paham ? "


" paahaam buuk " jawab kami serentak masih disertai rasa takut


" Kalau begitu saya akan mulai menata trmpat duduk kalian "


Dug dug dug


Jantungku berdetak kencang, gelisah, dan was was. Kurasa anak lain merasakan yang aku rasakan saat ini. Siapa yang mau coba dipisahkan dengan teman sebangku, huhu hu. Kalau aku sih gak punya teman sebangku, padahal di belakang juga ada anak laki2 yang duduk sendirian juga.


Buk Ana menukar teman sebangku menjadi lawan jenis, dan aku begitu terkejut ketika bu Ana memerintahkan Dian untuk duduk disebelahku.


' Apa apaan ini, kenapa harus cowok ganteng tapi gak jelas ini bagianku ' aku mengomel dalam hati


Aku nggak tau, apa yang kurasakan saat ini, aku kesal karena harus duduk sebangku dengan cowok yang sikapnya gak jelas padaku, tapi ada juga rasa beruntung karena suatu saat, cepat atau lambat aku akan tau bagaimana perasaannya padaku.


' Aku hanya tinggal tunggu saat itu yan ' batinku sambil melirik nya yang fokus menata buku buku barunya di atas meja.


' huh tak sedikit pun dia melirikku, apa sih sebenarnya yang ada di otaknya. Menyebalkan '


Perhatianku mendadak hanya tentang aku dan Dian, aku tak ingat lagi suasana kelas yang menegangkan atau bahkan menakutkan.

__ADS_1


Tiba tiba aku mengharapkannya sedikit saja melirik ku. Ah bapernya aku


***


__ADS_2