Hope Is You

Hope Is You
Eleven


__ADS_3

Author POV


Selepas keluar dari hotel, Atika mengendarai motornya tanpa berpikir arah nya, dia tidak ingin pulang saat ini, dia ingin menenangkan hati nya sejenak karena dia tau kalau dia pulang saat ini dia pasti akan ditanyai oleh orang rumah tentang Ian dan satu-satunya yang bisa ia lakukan pasti hanyalah menangis, dia tidak ingin membuat orang-orang yang dia sayangi ikut sedih dengan pengalaman buruk nya ini.


Atika masuk ke area parkir pantai, memarkir motor nya lalu berjalan gontai kedalam area pantai, sesampai di tepi pantai ia menjatuhkan diri terduduk dipasir sambil memeluk lutut dan menangis menyembunyikan wajah dilututnya, mengeluarkan segala kesedihan yang ia tahan selama 2bulan ini, 2bulan terbodoh yang pernah ia lalui dengan menunggu dan terus percaya pada orang yang dikiranya tulus menjalani 4tahun ini dengannya.


Isak tangisnya semakin keras terdengar apalagi dikesunyian pantai malam ini, hingga ia berdiri dan berjalan kearah hamparan air laut didepannya dan berteriak berharap bisa melegakan sesak didadanya


"Aaaaaarghhhhhhhh" tangisnya pun semakin terdengar "yang aku lihat sudah cukup menjelaskan semuanya,  dan aku akan menutup telinga dari apapun yang berhubungan denganmu hiks hiks. It's over! "


Ia kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan pantai, menuju motor yang ia parkir. Tanpa sadar ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan nya hingga ia menghilang bersama motor yang dikendarainya digelap malam.


• • •


Drrrtttt ddrrtttt


Getaran ponsel disampingnya membuatnya terpaksa membuka mata, Atika meraba ponsel lalu menekan tombol hijau pada layar ponselnya


"Halo?" Suara serak khas bangun tidur bercampur serak kelamaan nangispun masih terdengar jelas


"Halo? Bu Atika dimana? Ini udah jam berapa toko belum buka juga"


Atika menjauhkan ponsel dari telinganya dan menatap id penelpon 'Nindi' lalu melirik jam didinding kamar nya yang sudah menunjukkan pukul 08:25


"Ya ampun nin, sorry gue ketiduran. Ini gue lansung mandi trus ke toko yah"


"Woi, lu ingat ga sih ini hari apa?" Suara Nindi yang tiba-tiba berubah jadi tidak formal dan setengah berbisik membuat Atika mengerutkan kening


"Hari? Hari minggu kalo gak salah. Kenapa?"


"Astagah tika. Hari ini kunjungan pertama Supervisior baru pengganti pak Dayat, kok lo bisa lup.." ucapan Nindi tiba-tiba berhenti dan terganti dengan suara berat lelaki

__ADS_1


"Halo? Kamu kalo gak tiba di toko dalam waktu 20 menit, saya kasih kamu Surat peringatan" mata Atika terbelalak mendengar suara berat itu, baru saja ingin menjawab suara sambungan telefon terputus sudah mendahuluinya.


Ia dengan cepat berlari keluar kamar lalau menuju kamar mandi, secepat kilat menyelesaikan segala ritual mandi, pakaian dan makeupnya, sebisa mungkin tidak lewat dari waktu yang disebutkan oleh atasan barunya tadi, ia benar-benar lupa kalau hari ini hari pertama supervisior yang baru akan berkunjung setelah 2hari yang lalu supervisior lama nya-pak Hidayat, mengundurkan diri. Ini pasti gara-gara ia terlalu lelah menangis semalaman hingga ia begitu lelap tertidur hingga lupa jika ia masuk shift pagi hari ini.


Atika menatap pantulan dirinya di cermin, melihat matanya yang masih sembab lalu dengan cepat menggelengkan kepala agar tidak terus-terusan kepikiran tentang patah hati nya lalu segera berangkat ke tempat kerja nya dengan menggunakan motor Ayah walaupun sebenarnya jarak toko tempatnya bekerja tidak jauh dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki tapi Atika lebih memilih mengendarai motor agar lebih menghemat waktu dan tenaga


Atika memarkir motornya di samping mobil berwarna silver yang didekatnya juga sudah ada Nindi yang menatap nya sembari mengkode-kode kearah kanannya, ia pun mengikuti arah yang dikodekan oleh Nindi dan melihat laki-laki bertubuh tinggi, tidak kekar namun juga tidak kurus-sedang menatapnya tajam


Ia mengalihkan pandangannya dengan merogoh kunci toko yang ada didalam tasnya dan  segera membuka pintu toko yang masih terkunci, setelah terbuka mereka bertiga pun masuk, Atika dan Nindi bergegas masuk ke ruang karyawan untuk menyimpan tas di loker masing-masing


"Lo kok bisa sampe kesiangan gini sih? Abis begadang lo yah?" Nindi yang duluan membuka suara ketika berada didepan loker dan Atika hanya menjawab dengan gumaman


"Trus itu mata lo kenapa? Ko sembab gitu? Abis nangis? Kecapean nangis trus tidur kan?" Lanjut Nindi


"Iya semalam gue abis dari ru.."


"Ngobrolnya entaran aja. Itu diluar udah ada customer, kerjain kerjaan masing-masing dulu" sang supervisior baru memotong obrolan Atika dan Nindi dengan tiba-tiba muncul didepan pintu dengan raut wajah datar nya, Nindi pun bergegas keluar dan membukukan diri sebelum keluar melewati supervisior nya, Atika pun bermaksud sama ingin keluar melewati supervisior nya tapi langkah nya terhenti saat lelaki ber-nametag Faiz itu kembali membuka suara


"Kok si supervisior baru itu bisa tau gue abis nangis?"


"Dih ngaca dong neng, itu mata lo sembab, bengkak kayak abis kesengat lebah" jawab Nindi sambil terkikik melihat Atika yang kebingungan


"Emang separah itu sembab nya mata gue?"


"Gak juga sih tapi masih jelas kalo lo abis mewek. Emang ada masalah apasih? Cerita boleh kali"


"Semalam gue abis dari rumah.."


"Kalian berdua berhenti ngobrol dulu, kita briefing pagi mumpung customer belum rame" lagi, si supervisior memotong ucapan Atika yang sedang ngobrol dengan Nindi membuat 2gadis itu merungut sedikit kesal tapi tetap mengikuti perintah sang atasan.


"Sebelum nya kita perkenalan dulu, nama saya Faiz Ardhan kalian bisa panggil pak Faiz, seperti yang kalian ketahui saya pengganti pak Dayat yang kemarin resign" Faiz membuka briefing dengan perkenalan setelah Nindi dan Atika berdiri didepannya

__ADS_1


"Kamu, sebagai pejabat toko yang bertugas pagi ini, perkenalkan diri kamu dan crew-crew kamu beserta dengan jabatan"


"Saya Atika assisten Chief of store dan ini Nindi Crew senior yang bertugas pagi sama saya, shift siang nanti ada pak Galih Chief of store, Indra dan Fani crew store, dan ada satu orang yang lagi offday Dandi crew store juga"


"Oh iya tadi saya dengar kalian ngobrol pake lo gue, disini gak ada formalitas jabatan? Nindi? Kamu meskipun crew senior disini, tapi gak sepatutnya ngobrol tanpa formalitas ke bu Atika yang jabatannya lebih diatas kamu!"


"Baik pak" Nindi hanya menunduk takut bak anak ayam yang bertemu srigala. Nindi dan Atika memang sudah akrab bahkan sebelum bekerja ditempat yang sama karena Nindi merupakan teman bermain dan tetangga Atika di kompleks tempat tinggalnya yang lama sebelum pindah dirumah nya yang sekarang ini dia tinggali bersama orangtua dan adiknya.


"Oke brifing hari ini segini aja dulu. Nindi silakan kembali ke pekerjaan kamu, sekali-kali perhatikan barang yang udah kosong ambil digudang trus display kembali, dan Atika ikut saya ke kantor, saya mau cek laporan keuangan, brankas dan sales toko ini" setelah 15 menit melakukan briefing Faiz akhirnya mengakhiri dan Nindi kembali ke meja kasir merapikan meja kasir nya


"Bapak kedalam duluan aja boleh? Nanti saya nyusul soalnya mau kirim laporan sales semalam dulu ke pusat"


"Saya tunggu, jangan lama!" Faiz kemudian berbalik dan berjalan masuk ke pintu karyawan dan menghilang disana


"Tik, lo ngerasa gak sih supervisior kita kali ini lebih dingin, dan kayaknya lebih galak dari pak Dayat" Nindi setengah berbisik ketika Atika melewatinya menuju komputer disebelah meja kassa


"Bukan kayaknya lagi tapi emang galak. Pantesan waktu pertama liat dia tadi kayak gak asing gitu mukanya ternyata" Atika membalas ucapan Nindi dengan 1 tangan dikeyboard dan satunya lagi memegang mouse komputer


"Lo pernah ketemu? Dimana?"


"Sebelum kerja, gue pernah belanja di Alfimart daerah Urip sumoharjo gitu dan gue liat dia lagi marah-marah, crew dan chief of store nya diomelin gitu ama dia" jawabnya lagi sembari menyelesaikan kerjaannya di komputer dihadapannya


"Wahh. Kita jangan sampe kena omel nih. Padahal dia ganteng, postur tubuh yang pelukable gitu tapi sayang mukanya datar cuy, ck" Atika hanya geleng kepala melihat rekan kerja yang juga sudah dianggap sabahat itu


"Dah ah gue mau masuk dulu, takutnya ntar doi keluar lagi trus ngomelin kita beneran kan serem" Atika meninggalkan Nindi yang masih sibuk membersihkan area kassa sambil terkekeh


Atika membuka pintu bertuliskan "Selain Karyawan dilarang memasuki area ini" dan terlonjak melihat sosok tinggi berdiri menyilangkan lengan didada nya


"Kenapa? Masuk sana kalo saya ngomel serem loh" Atika menundukan kepala dan berlalu meninggalkan Faiz yang terus menatapnya datar


🖤🖤🖤

__ADS_1


Enjoy HIU  😘


__ADS_2