Hope Is You

Hope Is You
Thirteen


__ADS_3

Ian POV


Aku memejamkan mata begitu duduk dan bersandar di jok belakang mobil bersama papi, pukul 1:45 tadi pesawat yang kutumpangi dari bali landing di bandara Sultan Hasanuddin.


Lelah dan penat pasti beberapa hari di bali dengan sibuk kesana kemari mengurus proyek tapi aku tidak mempermasalahkan itu karna ini demi aku dan masadepan Atika dan keluarga kecil kami nanti. Membayangkan keluarga kecilku dengan Atika membuatku tersenyum, rasanya begitu bahagia hanya dengan memikirkan Atika akan menjadi istri dan ibu dari anak-anakku nanti.


Setegah jam perjalanan dari bandara kerumah dan akhirnya tiba di rumah besar tempat kulahir dan tumbuh. bi Mala, pembantu senior yang sudah kuanggap sebagai orangtua keduaku dirumah ini menyambutku begitu aku melangkah masuk ke pintu besar ini


"Mami mana bi?" Tanya ku begitu melihat bi Mala jalan tergopoh-gopoh ke arah ku


"Ibu lagi jalan sama teman-teman nya den. Tadi ibu pesan, kalo den Ian udah sampe rumah lansung hubungi ibu" aku hanya mengangguk mendengar penjelasan bi Mala, kemudian bi Mala masuk dengan membawa koper bawaanku.


Aku berjalan naik kearah kamarku sambil menekan tombol panggilan untuk menelfon mami


"Halo Ian sayang anaknya mami, udah sampe rumah?" Mami menjawab telfon diseberang dengan suara yang terdengan gembira


"Mami dimana? Kata bi Mala, mami nyuruh Ian nelfon, kenapa?"


"Oh iya, mami mau minta tolong jemput mami di MP dong"


"Loh supir mami kemana?"


"Tadi begitu mami sampe sini mami nyuruh pak Agus pulang soalnya mami mau dijemput sama kamu aja, sekalian ada sesuatu yang mau mami tunjukin sama kamu"


"Apalagi mi? Ian capek, ini baru aja mau istirahat. Mami tunjukinnya nanti aja kalo udah pulang ke rumah"


"Ayo dong Ian, bentar aja kok. Abis dari sini kita lansung pulang, kamu bisa istirahat. Yah?" Mami mulai dejgan sikap manja nya, dan aku gak akan bisa nolak kalo mami udah kayak gini


"Yaudah 15 menit aku sampe" aku mematikan sambungan telfon lalu bangkit dari tempat tidur dan mengganti baju dengan yang lebih casual lalu berangkat ke Mall yang disebutkan mami


Setelah memarkir mobil, aku berjalan menyusuri salahsatu mall terbesar di Makassar ini sambil menlfon mami untuk memastikan beliau ada dimana , dan setelah tau kalau dia ada disalah satu cafe andalan para ibu-ibu sosialita, aku menuju cafe tersebut dan menemukannya disalah satu meja, duduk bersama 2 orang perempuan, yang 1 usianya mungkin tidak berbeda jauh dengan mami dan yang satunya lagi masih muda, mungkin seusiaku


Aku menghampiri mereka dan mami menghentikan obrolannya dengan temannya lalu menyambutku dengan pelukan lalu mempersilahkan aku duduk di kursi kosong disebelah nya

__ADS_1


"Ini loh jeng, Ian-satu-satunya putraku sama mas Hardian" mami mulai memperkenalkan ku dengan temannya


"Ian, kenalan dulu sayang. Ini tante Siska temen arisannya mami, dan itu Selly putri sematawayang nya tante Siska dan om Ferdinan. Dia punya kakak laki-laki, namanya siapa yah Sell? Lupa tante"


"Bang Farrel tante." Jawab perempuan berwajah oriental dihadapan ku dengan senyuman


"Ah iya Farrel. Oh iya, Selly ini baru balik dari Aussy loh Ian, dia baru aja selesaiin S1 nya di sana" aku hanya menanggapi dengan senyuman dan sesekali mengangguk mendengar mami bercerita, perempuan didepanku ini baru saja selesai kuliah S1 berarti dia seumuran sama Atika ku, ah ingat Atika aku sudah benar-benar merindukan nya setelah beberapa hari LDR


"Oh ya jeng Siska, bukannya ada koleksi kalung permata yang baru yah ditoko nya?"


"Iya dong. Mau liat-liat dulu gak?" Jawab tante Siska bersemangat


"Yaudah yuk, kita ke toko kamu dulu. Ah Selly, kamu temenin Ian dulu yah keliling atau kemana kek, tante mau ke toko mami kamu dulu"


"Oh iya tante" Selly hanya tersenyum menuruti permintaan mami kemudian mami dan tante Siska pun meninggalkan kami berdua di meja cafe ini


"Kata tante Diana, kamu baru pulang dari bali yah?" Selly, perempuan didepan ku ini lebih dulu membuka suara setelah hampir 5menit kami diam dan sibuj dengan pikiran masing-masing


"Iya, tadi baru aja tiba dirumah lansung disuru kesini sama mami katanya mau dijemput taunya masih pengen belanja"


"Yah lancar-lancar aja sih. Habis acara peresmian CEO nanti mau balik kesana lagi sekalian mau liburan sama seseorang"


"Seseorang? Siapa?" Tanya perempuan berambut kecoklatan itu hati-hati


"Calon tunangan gue!" Aku sedikit menekankan kata tunangan agar perempuan ini mengerti karena dari pertemuan ini sampai mami ninggalin aku berdua sama dia, aku merasa ada sesuatu yang aneh, seperti sesuatu yang sudah direncanakan, mungkin?


"Calon tunangan?" Tanyanya kelihatan dengan matanya yang membulat kaget


"O.ohh ja.jadi kamu udah punya ca.calon tunangan? Tante Diana kok gak cerita yah" Lanjut nya lagi sedikit gelagapan tapi masih dengan senyum dibibir nya.


"Emang harus dicerita? Kita kan bukan siapa-siapa?"


"Hm. Maaf aku duluan, aku ada perlu, nanti aku sampein ke tante Diana kalo kamu nungguin dia disini" perempuan itu lalu berdiri dan meninggalkanku dicafe ini. Sepertinya dugaan ku benar, pertemuan ini sudah direncanakan, mami dan temennya berniat menjodohkanku dengan perempuan ini.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa menit mami akhirnya menemuiku masihbdi cafe yang sama dengan tempat kami bertemu diawal


"Ayo kita pulang!" Hanya itu yang dikatakan mami kemudian berbalik dan berjalan didepan hingga tiba diparkiran pun beliau lansung masuk kemobil. Aku pun ikut masuk dikursi kemudi dan mulai menyalakan mesin mobil dan meninggalkan area parkir mall


"Kamu ngomong apasih sama Selly?" Mami mulai mengeluarkan suara setelah mobil melaju menjauh dari gedung mall


"Kenapa? Perasaan aku gak ngomong sesuatu yang menyinggung perasaan dia deh"


"Kamu kenapa bilang ke dia kalo kamu punya calon tunangan?"


"Loh salah nya dimana? Emang aku punya Atika, calon tunangan aku kan? Mami juga udah kenal dan setuju sama hubungan kami"


"Siapa yang bilang mami setuju?" Aku menepikan mobil lalu menatap mami


"Maksud mami apa?"


"Mami gak pernah bilang setuju sama hubungan kalian. Kamu sadar gak sih Ian, kamu itu satu-satunya putra mami-papi yang akan jadi pewaris tunggal Altar group jangan buat keluarga besar kita malu dengan menikahi wanita dari kalangan bawah yang pendidikan nya pun bukan di universitas ternama, orangtua nya yang gak punya 1perusahaan pun"


"Mi, sejak kapan mami jadi kayak gini? Seingat aku, dimalam mami dan papi ketemu sama Atika itu baik-baik aja, mami dan papi oke-oke aja, besok nya pun mami masih baik sama Atika bahkan mami minta Atika biat nemenin mami ke arisan. Atika buat salah apa sampai mami jadi berubah gini?"


"Gak ada yang salah. Mami cuma gak mau anak mami satu-satu nya dapat istri dari kasta yang beda jauh sama kita. Siapa yang tau kalo dia jalin hubungan sama kamu itu karena cuma mau dapat tempat di keluarga kita?"


"Kebahagiaan gak ada yang bisa jamin apalagi hanya dengan beda kasta mi. Aku udah kenal betul dengan Atika, dia bukan perempuan yang ngedeketin aku karena harta yang kita punya. Dia satu-satunya perempuan yang benar-benar tulus sama aku. Dan aku yakin aku bisa bahagia karena dia dan dia bisa bahagia karena aku"


"Yakin kamu? Kalo kamu tetap mau sama perempuan itu kamu akan kehilangan Altar dari nama kamu, semua fasilitas dan yang berhubungan dengan keluarga Altar bukan milik kamu lagi"


"Aku gak peduli! Aku akan telfon pak Agus buat jemput mami disini" aku melepaskan seatbelt dan keluar dari mobil meninggalkan mami


"Ian! Kamu akan menyesal karena lebih memilih perempuan itu daripada mami" teriak mami di belakang ku tapi aku tetap berjalan meninggalkannya sampai aku melihat mobil yang tadi kukendarai melaju dengan cepat dan tidak terarah. Mami mengendarai mobil itu padahal dia sama sekali tidak bisa mengendari mobil


"Mami!" Aku berlari berusaha mengejar nya hingga akhirnya terdengar suara debuman keras karena mobil itu menabrak pembatas jalan. Aku berlari semakin cepat ke arah kecelakaan itu terjadi dan cepat-cepat membuka pintu mobil berusaha mengeluarkan mami yang sudah tidak sadarkan diri.


🖤🖤🖤

__ADS_1


Enjoy HIU  😘🤗


__ADS_2