How to Kill Romeo

How to Kill Romeo
2. Otaku


__ADS_3

"Loh kok baru pulang, Ki? Emang sekolahmu sampe sore ya" Tanya Ibu Kinan saat dia melepas sepatunya didekat pintu, dia mencium tangan ibunya dan beranjak ke kamar


"Kinan ada acara ekstra di sekolah Bu, dan kayaknya bakalan sering pulang telat deh besok-besok"


"Oh yaudah kalau kamu udah betah di sekolah baru, tapi jangan lupa kabari Ibu kalau pulang telat"


"Makan dulu sana, masak otak-otak bandeng kesukaan kamu"


Tring tring tring


Hara mengangkat ponsel yang berdering diatas meja makan, dia bicara pada seseorang di seberang sana


"Oh Bapak lembur lagi.."


"Iya, Kinan baru pulang"


"Iya.. Iya.."


Ibunya menutup sambungan telepon lalu beranjak ke dapur


"Kinan habis makan bisa minta tolong belikan kopi sachetan sama sabun colek di warung depan?"


"Iya Bu "


Setelah tidak mendapat salah satu barang yang akan dibelinya di warung langganan, Kinan berjalan ke ujung gang untuk membeli di Minimart seberang jalan. Begitu selesai membayar barangnya, Kinan keluar namun tiba-tiba seseorang menepuk bahunya


"Kinan ya? " Tanya seorang anak lelaki seumuran Kinan, dia berpenampilan rapi dan memakai kemeja batik, kedua sisi rambutnya ditata rapi kebelakang menggunakan gel, sementara bagian tengah yang agak lebih panjang dia biarkan agak berantakan, namun masih terlihat segar.


"Siapa ya" Karena Kinan memang tidak merasa mengenal cowok tersebut


"Gue Rendi, kita sama-sama di kelas XI Bahasa 1"


"Eh He he he maaf aku nggak ingat teman sekelas satu persatu, lagian tadi juga baru hari pertama masuk"


"Kinan plis tolongin gue hari ini" Tanpa basa-basi lagi Rendi menarik kedua tangan Kinan yang masih memegang kantong belanjaannya


"Minta tolong apa? " Sahut Kinan sambil menarik kedua tangannya, dia menatap sebal cowok didepannya


"Lo kan jago nyanyi, pasti bisa dong bawain semua lagu"


"Gak semua juga kali, lagian mau minta tolong apaan sih?"


"Gue minta tolong Lo ikut gue sekarang buat nyanyi di pesta" Rendi menyatukan kedua telapak tangan dan mengangkatnya setinggi kepala, Dia memohon

__ADS_1


"Ha? Yang bener aja, Ibuku lagi nungguin nih. Udah yah sampai jumpa besok"


Sebelum Kinan melangkahkan kakinya terlalu jauh dia segera dihadang kembali.


"Plisss Kinan ini soal harga diri gue,cuma bentar kok" Rendi membentangkan kedua lengannya sambil kembali memohon


"Tolongin gue ya?"


"Tapi Ibu lagi nungguin "


"Yaudah telpon aja nyokap lo sekarang, nih pake ponsel gue aja" Rendi menyerahkan ponselnya kearah Kinan karena tahu gelagat Kinan yang nggak bawa ponsel


"Ren! Lama banget sih buruan" Teriak seorang cewek dari balik kaca mobil yang sudah dia turunkan.


Kinan menoleh dan langsung mengenali, cewek itu Tika


"Ayo udah buruan masuk ke mobil" Rendi, langsung menyambar tangan Kinan dan menyeretnya masuk ke mobil sebelum sempat menelpon Ibunya


"Loh, Kinan?" Sapa Tika sedikit menyelidik


"Akhirnya bisa terselamatkan, Tik" Rendi menghela napas sambil memasang sabuk pengamannya lalu langsung menyalakan mobil


"Ren, jangan bilang kalau lo mau ngumpanin Kinan ya? "


"Yah daripada lo yang nyanyi, nggakpapa juga sih sebenernya, tapi kalau ada yang lebih expert kenapa enggak, Ya kan? Rendi mengedip ke arah Tika


"Di pesta nikahan ortunya Rendi"


"Ha?! " Pekik Kinan yang duduk di kursi belakang


"Udah gak usah kaget gitu, Hahahah ini hitung-hitung balas dendam katanya, nggak tau lagi deh ikutin ajah Ki, Ntar lo bisa minta kompensasi ke dia" Tika menoleh kebelakang dan mengawasi penampilan Kinan yang memakai hoody dan celana skinny


"Lo ke rumah gue bentar buat ganti baju ya, soalnya hotel tempat resepsinya searah biar nggak makan waktu"


Mobil melaju ke arah rumah Tika, sebuah kompleks perumahan dengan jalanan yang lumayan lebar.


Kinan dan Tika masuk ke rumah sementara Rendi menunggu di dalam mobil. Rumah Tika cukup besar, didalam hanya ada seorang pembantu rumah tangga yang tengah sibuk didapur, dia mengarahkan Kinan untuk naik menuju kamarnya, begitu Kinan memasuki kamarnya, yang terpampang disana adalah poster-poster anime yang tidak seberapa Kinan ketahui, action figure yang ditata rapi di lemari khusus disamping pernik-pernik lain dari negeri sakura, seperangkat video game, komik yang memenuhi sebagian besar rak bukunya bahkan spreinya bermotif Anime juga, lalu sebuah figure statue besar seorang pendekar berambut hijau, yang membawa 3 pedang diletakan di sebelah meja belajar yang menghadap tempat tidur. Kinan tidak begitu familiar dengan dunianya Tika, sepertinya Tika memang otaku akut. Tapi dia termasuk anak yang pandai menyembunyikan identitasnya sebagai penggemar jejepangan, disekolah dia tidak pernah menunjukan hobinya maupun asesoris yang dipakai di peralatan sekolahnya pun terlihat wajar, mungkin hanya teman-teman dekatnya saja yang tahu.


Begitu Tika membuka lemari bajunya, Kinan dibuat kaget untuk kesekian kalinya, disana tergantung baju-baju cosplay, sementara di bawahnya ada rak khusus sepatu dan asesorisnya. Kinan lalu memilih sebuah gaun simpel warna pastel dengan potongan bahu rendah dan sebuah cardigan rajut


Setelah Kinan berganti baju dan untungnya ukuran sepatu Tika sama seperti Kinan,


Tika mendandani Kinan dengan kecepatan kilat, lega karena bayangan wajahnya di cermin tidak nampak menor.

__ADS_1


"Kok sepi rumahmu Tik? "


"Papa kerja belum pulang, Mama lagi ke rumah abang gue, kangen sama cucu katanya"


"Oh"


Didalam mobil Rendi menyerahkan kertas berisi list lagu yang kebanyakan sudah familiar di telinga Kinan


" Ngomong-ngomong kenapa kamu minta tolong aku nyanyi di pesta nikahan ortu kamu sih? "


"Calon Ibu tiri gue penyanyi, dan Bokap nantangin buat ngundang temen gue yang bisa nyanyi (Rendi sekilas melirik Tika) Eh ralat yang jago nyanyi buat duet sama istrinya ntar, kalau penampilannya bagus gue bisa dapat reward kalau dia nggak puas gue dapat hukuman, kacau nggak sih"


"Emang reward apa Ren kok lo belom cerita ke gue? " tanya Tika penasaran


"Kalau penampilanku ntar jelek gimana?" Maksudnya kalau ternyata Ibu kamu itu nggak suka terus kamu dapat hukuman jangan salahin aku ya"


"Mending kalian keep dulu soal reward dan hukumannya, Kinan dengan amat sangat gue mohon bantuannya, ini soal harga diri"


"Hmmmm" Keduanya menghembuskan nafas pasrah


Mereka memasuki sebuah lobbi hotel bintang lima, menuju ballroom tempat acara sudah dimulai, Kinan meyakinkan dirinya sendiri bahwa kemampuannya harus bisa mengimbangi tampilannya di sebuah pesta pernikahan mewah malam ini, dan hal ini semacam cambuk pembuktian diri selain dari pada itu sebagai pertolongan antar teman.


Dan acara puncak pun dimulai, posisi Tika yang seharusnya bernyanyi malam itu digantikan oleh Kinan, Dia membuka dengan sebuah lagu All of Me dari John Legend yang langsung mendapat tatapan para tamu, mereka tampak terpukau dengan suara khas Kinan, beberapa saat kemudian mempelai wanita yang terlihat anggun turun ikut berduet bersama Kinan, dan inilah penentuan yang paling ditunggu-tunggu.


"Farah" Pengantin wanita menjabat tangan Kinan dengan ramah, parasnya ayu tampak jauh lebih muda untuk seumuran Mama


"Kinanti" Kinan tersenyum ramah


"Kita main medley ya sayang" Farah mengambil microphone  yang di sodorkan oleh si MC


Kinan mengangguk dan musik yang mengiringi sebuah lagu dari Mariah Carey pun melantun, 


Penampilan mereka berdua bagai duet profesional yang mengundang decak kagum dan tepuk tangan para tamu, apa lagi pas nada tinggi Kinan melengking dengan suara khasnya yang mendapat tepuk tangan seluruh tamu undangan.


Begitu acara selesai Rendi tak henti-hentinya berterima kasih kepada Kinan, mereka meninggalkan acara lebih awal karena harus mengantar Kinan pulang sesuai janji Rendi,


ditengah perjalanan mereka berhenti di sebuah Minimart.


"Gue top up dulu ya" Rendi melepas sabuk pengamannya diikuti Tika yang juga turun dari mobil


"Tunggu bentar ya Ki gue mau beli minum sekalian"


Kinan menunggu didalam mobil sambil menatap ke seberang jalan dari balik kaca jendela, pandangannya menatap sosok yang sedang membawa banyak barang, dia menenteng dua tas belanjaan besar. sebuah buket bunga menyembul dari salah satu tas belanjaannya, saat si pemilik membuka pintu kemudi, buket bunga itu tiba-tiba jatuh dan sebelum dia menyadarinya, mobil sudah bergerak menjauh. Buket bunga tersebut tergeletak dijalan, Kinan turun dari mobil mungkin alam tahu maksud Kinan, sebuah mobil melaju dan melindasnya.

__ADS_1


Yah rusak deh


Kinan memutuskan untuk menyebrang dan mengambilnya, yang dilihatnya adalah sebuah buket bunga lily putih yang sangat indah awalnya, mungkin seperti itu sebelum terlindas ban mobil dan berakhir mengenaskan, namun tak tahu mengapa Kinan memungutnya juga.


__ADS_2