
" Gila video nyanyi Lo sama nyokapnya Rendi viral nih!" Tika menggoyang-goyangkan ponselnya sembari menepuk nepuk buku di mejanya.
Jam pelajaran baru saja usai dan sebagian anak tampak memasukkan peralatan tulis mereka ke dalam tas masing-masing
"Hei si Kinan suaranya bagus banget, kalian udah lihat videonya belom? "
Seorang cewek yang sudah memakai jaketnya menatap penasaran ke arah Tika yang berteriak lalu serentak mereka memeriksa medsos di ponsel masing-masing
"Oh itu Kinan ya? gue pangling ajah, gak nyangka" Pekik si cewek yang berjaket tadi.
Kinan juga belum tahu kalau video dirinya bisa seviral ini, Kinan ikut senang karena itu tandanya Rendi nggak jadi dapat hukuman.
"Ki ikut ke tempat latihan teater ya habis ini?" Rendi tiba-tiba menepuk bahunya dari belakang. Hobi banget nih anak ngaggetin orang
"Kamu ikut teater juga?" tanya Kinan heran soalnya waktu dia diajak Tika dan Arif berkeliling, Rendi tidak tampak disana. Saat acara kondangan orang tuanya, mereka juga tidak bercerita.
"Udah jangan bengong, Rendi itu ketua ekskul seni budaya tahun ini tau! Dan yang Lo salamin kemarin di markas itu ketua tahun lalu" Arif yang entah dari mana datangnya tiba-tiba menambahkan begitu tahu raut kebingungan di wajah Kinan.
"Kebetulan aku lagi tahap awal buat ngumpulin bahan nih"
"Mau bikin apa?" tanya mereka serempak
"Karya ilmiah seni teater" jawab Kinan sumringah.
Mereka berjalan menuju tempat latihan anak-anak teater, sebuah bangunan besar yang terpisah dari deretan ruang kelas. Didalam Bangunan tersebut ada beberapa ruangan, dua diantaranya adalah ruang olaharga, ruang drama, dan ruang serbaguna.
Ketika sampai di ruangan yang dituju, Kinan disuguhkan dengan pemandangan ruang indoor lengkap dengan sound system, light panggung dan perlengkapan drama tertata rapi disudut ruangan, sementara di sisi lain adalah ruang make up. Mereka berjalan memasuki ruangan yang sudah ada beberapa anak disana. Seorang guru pembimbing berjalan masuk dari pintu di belakang mereka, anak-anak lain seperti sudah tahu kebiasaan mereka langsung duduk bersila dilantai diikuti Kinan dan kawan-kawannya
"Selamat sore Anak-anak"
"Selamat Sore Pak"
"Bapak mau ngasih pengumuman kalau sekolah kita akan ikut serta di pameran pendidikan se kota Narogong, setiap ekstra kulikuler wajib memberikan kontribusinya. Nah Bapak harap ekskul seni budaya tahun ini mampu menampilkan sesuatu yang berbeda, nggak yang seperti Bapak lihat sekarang kok malah makin suram ya"
"Mohon maaf pak, kami selama ini kesulitan setiap kali mengajukan proposal kegiatan"
__ADS_1
"Yah kamu dipikir yang bener dong kalau bikin proposal Ren"
Rendi tampak tersenyum malu lalu berbisik ke teman yang duduk disebelahnya
"Nanti secara teknisnya bagaimana biar Rendi yang jelaskan ke kalian. Bapak mau ada rapat soalnya"
Rendi bangkit menggantikan Bapak pembimbing yang sekarang tampak tergesa-gesa keluar ruangan
"Guys mohon perhatiannya, gue bakal ulangin lagi bagi yang belum tahu soal tim yang udah gue bentuk beberapa hari lalu, sebelumnya boleh berdiri disamping gue siapa ajah yang kemarin gue tunjuk"
Ada 6 orang siswa gabungan kelas X dan kelas XI yang sudah dipilih dalam tim untuk perform di pameran pendidikan nanti, Rendi menjelaskan panjang lebar soal konsep dan persiapan mereka.
" Okeh setelah ini gue mau minta tolong lagi ke seseorang yang baru gabung dan mungkin video nyanyi viralnya udah kalian tonton teman-teman" Rendi mengarahkan pandangannya ke arah Kinan yang diikuti oleh beberapa anak, sontak Kinan tersipu malu
"Nggak usah berlama-lama lagi kita bakal minta dia buat nyontohin olah vokal dasar"
"Ha ngapain Ren?! Kita kan udah keseringan latihan vokal" Seru anak cowok kelas X tidak terima
"Iya kita udah keseringan latihan vokal, gimana kalo dia nyanyi ajah. Setuju nggak teman-teman?" teman disebelahnya ikut menyahut
Rendi mengangkat kedua tangannya tampak keberatan, dia menoleh ke Kinan yang kini justru berdiri dan berjalan ke arahnya
"Halo teman-teman saya sangat senang sekali bisa bergabung dengan kalian, tujuan saya sebenarnya adalah ingin membuat karya ilmiah tentang kalian anak-anak seni budaya khususnya teater, jadi kedepannya mohon bantuannya ya"
Rendi dengan sigap memberikan mic yang dipegangnya lalu duduk bersila dengan yang lain. Kinan bernyanyi akapela, seisi ruangan riuh sama seperti ketika dia pertama kali mengenalkan diri dan bernyanyi di kelas XI Bahasa.
Beberapa anak yang lewat pun terkesima, mereka ikut nonton sambil mengambil video dengan ponsel mereka
Setelah membawakan beberapa lagu yang diteriaki tak puas karena minta tambah lagi, Kinan hanya tersenyum menyudahi penampilannya, beberapa anak mendekat dan mengajaknya ngobrol
"Tik, Rip! Lihat gue dapet ini!!! " Rendi menggoyang-goyangkan lembaran kertas di muka sahabatnya
"Apaan sih?" Tika langsung meraih lembaran tersebut, kedua matanya tiba-tiba membelalak lebar saat membaca tulisan yang terpampang di kertas tersebut
"Woh serius ini asli Ren?" Tika membelalak ketika membaca tiket sebuah pertunjukan teater musikal dari The Takarazuka Revue Company
__ADS_1
"Reward dari bokap gue" jawabnya dengan bangga sambil berkacak pinggang
"Gue mau ngajakin kalian dan juga Kinan buat nonton ini"
"Serius?!" teriak Tika dan Arif bersamaan
"Wah Lo emang sahabat gue" Arif mengalungkan lengannya ke leher Rendi yang langsung ditepis Tika
"Enak ajah, ini kerja keras Kinan ama gue tau!"
"Ye masak sama sahabat sejati itung-itungan sih? "
"Udah ah, makin rame nontonya makin seru tau" Rendi merangkul mereka bersamaan.
Kinan yang menangkap keseruan mereka, berjalan menghampiri ketiganya
"Seru banget kayaknya?"
"Rendi ngajakin kita buat nonton The Takarazuka Revue Company, gue rasanya belum percaya, Ya ampun Kinan! gue tuh dari kecil pengen banget liat perform mereka
" Berarti kamu harus berterima kasih banyak sama Rendi" Sahut Kinan sambil ikut membaca tiket pertunjukan yang masih di tangan Tika. The Takarazuka Revue Company, grup teater terkenal dari jepang akan perform di Narogong sepertinya harga tiketnya lumayan mahal dan Rendi udah dapat 4 tiket sekaligus
"Eh Ren, serius ini?" Kinan bertanya untuk meyakinkan diri
"Ya elah, tadi Tika sekarang lo. Udah tenang ajah, kalian tinggal ikut ajah kesana. Gue tinggal dulu ngurusin tim gue ya" Rendi berlalu sambil menyambar kembali tiketnya yang masih di pandangi Tika sambil senyum-senyum
"Lo giliran jejepangan nomer satu"
Arif yang kebanyakan diam dan memperhatikan kali ini kembali menimpali
"Namanya juga suka, mau gimana lagi" sahutnya enteng
"Kalian masih ada kegiatan habis ini?" tanya Kinan
"Uhmm enggak sih, belum ada proyek soalnya, palingan juga latihan reguler kayak biasanya. Yuk gabung kesana lagi" Tika mengajak Kinan kembali bergabung dengan sekolompok anak yang sedang latihan bersama senior mereka, sementara Arif yang mengekor dibelakang sedang asik dengan game online di ponselnya.
__ADS_1