I Am Dragon

I Am Dragon
kakek Boji


__ADS_3

"Kau bilang kau putri kerajaan, kerajaan apa " Tanya Eiifer kepada Sindy.


"Ee, kerajaan xudo, kerajaan Xudo berdiri di tengah tengah jalur perdagangan sehingga banyak orang orang menjual berbagai barang di sana sebelum memulai perjalanan baru. "Jawab Sindy sedikit pelan dan malu malu.


"Ooo, padahal aku tanya nama kerajaan mu tapi knapa kau menjelaskan nya " Eiifer menggeleng geleng kepala.


Membuat wajah Sindy menjadi merah,sebelum nya ia jarang berbicara ke pada siapa pun .


Kyaa....


Teriakan keras, membuat Sindy dan Eiifer menghentikan langkah nya ,mega berdiri sebentar dan kemudian melanjutkan perjalanan nya.


"Knapa kita tak menyelamatkan nya " ujar sindy tergesa gesa, saat berusaha mengejar Eiifer.


"Untuk apa menyelamat kan orang biar lah dia berusaha sendiri "ucap Eiifer acuh seperti tidak terjadi apa apa.


Sindy menatap Eiifer dengan marah, ingin sekali ia menarik lelaki di depan nya ini. Tapi bisa bisa dia yang tertarik .


Merasa kesal melihat Sifat Eiifer, Sindy memutus kan menghampiri dan menyelamat kan perempuan itu, ia berlari meninggal kan Eiifer.


Eiifer menatap nya lama. "Aneh."


Sindy berlari melalui lorong lorong gelap bangunan, dan tiba tepat di depan kakek tua berambut hitam, namun terlihat gagah dan mengangkat perempuan di bahu nya, perempuan yang cantik.


"Sindy " Kakek itu terkejut dan menurun kan perempuan di bahu nya.


"Knapa kakek berantam dengan Yeli? " tanya Sindy kebingungan dan melihat Yeli tertawa canggung.


"Sebenar nya.. aku gak mau ikut latihan bersama kakek tua ini tetapi dia memaksa ku " ucap Yeli dan menatap kakek tua itu dengan sinis.


"Hahahha " kakek itu tertawa sambil berjalan menghampiri Sindy.


Tiba tiba sesuatu bayangan hitam melesat cepat melalui udara menghantam kakek itu membuat kakek itu mundur beberapa langkah.


"Eiifer apa yang kau lakukan " Sindy terkejut saat. Mendapati laki laki di depan nya adalah Eiifer.


"Siiit diam lah aku akan menyelamat kan mu " mengeluar kan pedang kayu.


Sebelum melesat cepat ,melompat dan mengayun kan pedang nya.


Tak....


Pedang itu tepat mendarat di tangan kekar lelaki tua ini, ia tersenyum, semua ini kesalah pahaman.

__ADS_1


"Hahah kau tidak akan bisa membunuh ku dengan itu anak muda " Eiifer melompat mundur dan bersiaga, memperketat kuda kuda kuat nya.


"Eiifer ini ad-


"Pergilah! panggil kakek tua itu, aku tidak akan bisa membunuh nya jika dengan pedang sialan ini "


Menatap pedang kayu nya.


Sindy menggeleng geleng kepala,tidak tau harus berbuat apa.matanya melirik kakek itu, menyuruh kakek itu memperjelas dengan bahasa syarat.


Tetapi kakek itu menggeleng geleng kepala dan menyuruh Sindy pergi memanggil Master Xi.


Aura di dalam diri Eiifer manarik perhatian kakek itu ,dia ingin mengetes sampe mana kekuatan Eiifer.


Sindy menghela napas berat ,lalu pergi meninggal kan Mereka bertiga tanpa mengucap kan sesuatu.


"Baiklah kita bisa bertarung dengan puas kakek tua " Eiifer berlari kencang, menyeret pedang nya di tanah, dan mengayun kan nya.


Suatu gelombang besar, angin tajam keluar dari Pedang kayu Eiifer, melayang ke arah kakek itu.


Memberikan dampak yang besar, dinding rumah yang membatasi pergerakan mereka hancur seketika,


Kakek itu melompat, melayang di udara ,begitu juga dengan Yeli.


Dan menghembus kan nya dengan kuat.


Mata kakek itu dan Yeli terbuka lebar, sesuatu yang merah menyambar mereka membakar sekitar nya. Merubah benda benda menjadi abu ,udara yang panas menambah keringat Kakek dan Yeli.


Untung nya mereka berhasil menghindar, selamat dari api itu.


"Anak ini tidak segan segan mengeluar kan jurus nya, bukan nya dia ingin menyelamat kan Yeli knapa ,seakan akan tidak peduli dengan sekitar nya " Kakek itu terkejut anak seusia nya dapat mengeluar kan api.


Wajah sangar Eiifer, jelas terlihat dia menatap tajam Yeli.


"Knapa kau ikut ikutan !kemarilah, aku ingin menyelamat kan mu berterimakasi lah !" melambai kan tangan nya mengisyarat kan agar Yeli datang ke tempat nya.


'Mungkin dia akan membawa kekacauan yang besar, Xiels cepat sedikit datang atasi murid mu ini ' Kakek itu sedikit menyesal, sekarang dia harus kabur agar bebas dari ganti rugi, ya itu akan terjadi jika Eiifer membiarkan nya lolos.


"Woeee, kau kemarilah, aku akan menyelamat kan mu "


Eiifer menjadi kesal dan menatap Yeli dengan dingin .


'Apa gitu cara orang menyelamat kan, ini orang bodoh atau gimana ' batin Yeli ,berdiam diri tidak menuruti kata kata Eiifer, melain kan menatap nya lama .

__ADS_1


"Woee, aku akan membunuh mu ! Tatapan ,tatapan itu mengejek ku kan " teriak Eiifer dengan lantang sebelum ia menarik napas, kini lebih lama dari yang tadi.


"Tunggu, tunggu kau ingin membunuh ku " Wajah Yeli di penuhi oleh keringat, tidak menyangka Eiifer ingin membunuh nya. Sedangkan di sisi kiri terlihat seorang kakek tertawa lantang , ya itu adalah kakek tadi.


Eiifer semakin kesal saat mendengar tawa Kakek itu, Eiifer menarik nya lebih lama dan...


Buar.......


Gelombang api besar menghantam mereka berdua membakar rumah rumah, dan menjalar dengan cepat kejadian ini seperti di kota sebelum nya.


Mereka berdua bersembunyi di baling dinding batu, mengintip Eiifer yang di penuhi oleh kemarahan.


"Lihat lah kau sudah membuat dia semakin marah ! Kita harus gimana " Ucap kakek itu, dia sedikit kesal seandai nya Yeli menurut.


Kakek itu tidak sadar bahwa dia lah sumber masalah nya, berkali kali ia menelan ludah, udara yang panas membuat tenggorokan nya kering.


***


Sindy berlari kencang melihat ke samping dan ke kanan, ia benar benar tersesat, sekarang bagai mana.


Keringat membanjiri tubuh nya ,cukup lama ia berlari ,kaki nya sudah keram .


Bukk..


Kaki nya tersandung batu. Sehingga seluruh badan nya terjatuh, terbentur dengan bebatuan.


"awww." Sindy merintih kesakitan ia berusaha membersihkan darah di kaki, dan sikut dan sedikit di dagu.


Bayangan hitam menutup cahaya sinar matahari, Sindy menoleh ke atas dan menemukan Master Xi.


Sindy bergembira sangking gembira nya, ia bahkan memeluk Master Xi melupakan rasa perih di luka nya.


"Guru, Guru besar !Eiifer berkelahi dengan kakek Boji "


"Apa benarkah! jika di biar kan lama lama ia akan mengamuk, di mana dia sekarang "


"Di san.....


Pandangan Sindy menjadi kosong, berbagai pertanyaan memenuhi kepala nya, saat ia berlari dengan tergesa gesa dan tidak melihat sekeliling, di mana pun dia sekarang mungkin tidak tau.


Sesuatu keberuntungan sebuah asap melayang di udara bersatu dengan awan awan.


"Pasti di sana " Master Xiels berlari dengan kencang menggunakan jurus peringan tubuh, meninggal kan Sindy.

__ADS_1


__ADS_2