I Am Dragon

I Am Dragon
sesuka hati


__ADS_3

mampir barang siapa berminat ke cerita aku satu lagi terimakas



"Panas, hey kakek tua knapa harus di dalam ?" tanya Eiifer dan berlaku tidak sopan tetapi di balas oleh senyuman Master Xiels.


Jika murid yang lain mungkin saja Master Xiels akan menghukum nya.


Dia tau gimana sifat Eiifer, latihan saja harus di paksa apa lagi pake pake hukum.


"Kita akan berlatih di sini ya walaupun satu jurus ,itu pun belum tentu kau bisa menguasai nya.


Karena setiap jurus memakan waktu yang lama. "


Berlatih jurus pedang ,Master Xiels memakan waktu lima bulan satu jurus, tidak semua memiliki waktu yang bersama tergantung tingkat kesulitan nya dan kemauan nya.


"Apa berlatih pedang, di sini apa kau gila " kata kata yang menyakit kan kepada Guru yang.


Kesabaran Master Xiels sudah melewati batas.


"Diam lah bocah aku tau kau pasti tahan !" teriak master Xiels, mengingat tubuh Riifer yang begitu keras.


Murid murid nya yang lain akan di latih di gunung berselimut salju membuka baju kecuali perempuan.


Perempuan berlatih beladiri itu sangat jarang, karena kebanyakan perempuan membenci kekerasan .


Kecuali Memiliki tujuan atau alasan lain nya.


Panas ini tidak mungkin bisa membakar Eiifer, karena itu Master Xiels sangat yakin dengan rencana nya.


Sebenar nya ia bermaksud membawa nya melihat dunia agar pikiran suka membunuh nya berkurang atau jernih tetapi ketika ia mengingat tanggung jawab nya kepada murid lain nya maka ia mengurung kan niat nya.


"Ambil ini "


Master Xiels melempar kan pedang nya di tangkap oleh Eiifer.


Ia mengeluar kan senjata lain nya, senjata pribadi nya cuman dia yang bisa memegang nya kerena milik nya bukan apa.


Mereka berdua berdiri sejajar,


Master Xiels memperagakan sesuatu jurus yang sangat memukau .


Dan di ikuti oleh Eiifer.


Pertama tidak lancar, dengan kesabaran ia mengikuti terus menerus hingga matahari terbenam.


Master Xiels memgang Eiifer dan menuntut nya ke luar lubang.


Master Xiels memiliki jurus peringan tubuh sehingga tidak sulit bagi nya melompat ke luar lubang.


Seperti biasa mereka melakukan itu setiap hari sehingga 1 bulan berlalu Eiifer masih belum lancar menggunakan jurus itu.


Tetapi ini saat nya bagi Master Xiels kembali ke tempat murid nya yang lain memang di sana ada senior membantu hanya saja guru besar sangat di perlukan di situ.


"Ini ambil pelajari lah, aku akan mengetes mu ketika aku kembali, itu adalah kitab dua jurus" memberikan kitab dua jurus sebenar nya ini hanya lah salinan saja, sehingga tidak terlalu mengwatirkan bagi master Xiels jika kehilangan Nya.

__ADS_1


"Buku "


Deg..


Wajah tenang Eiifer menjadi pucat ketika menyadari ia tidak tau membaca tetapi ia sedikit lega ketika master Xiels mengatakan bahwa Kitab ini lengkap dengan gambar nya.


Master Xiels pergi meninggal kan murid nya.


ketika Eiifer berada di dekat Master Xiels sifat nya baik bagai murid biasa walaupun sering adu mulut, tetapi bagi Master Xiels memiliki murid seperti Eiifer sangat menyenang kan .


Eiifer duduk bersila ketika Bayangan Guru nya sudah hilang, tempat ini sangat sepi menurut nya saat master Xiels meninggal kan nya.


Ia hanya perlu melatih diri nya agar menjadi terkuat.


"Ia melihat isi buku itu sungguh menakjub kan gambar yang mengambar kan gerakan yang mudah di pahami oleh Eiifer.


Eiifer bangkir dari tempat duduk nya dan mulai mengikuti jurus itu ,sebelum jurus kedua maka ia harus melatih jurus pertama agar lancar


Satu bulan ia berlatih jurus pertama sudah lancar namun tidak sepenuh nya.


Hal yang tidak di ingin kan Master Xiels terjadi.


Eiifer mulai bosan, tanpa orang dan hanya di temani oleh tumbuhan dan hewan sangat mengesal kan.


Dia berjalan melihat lihat ,ia berjalan ke arah puncak gunung.


Lobang yang sangat besar, masih di luar namun Eiifer masih bisa merasakan panas nya.


Ia kembali berjalan semakin lama semakin ke ujung.


Nelayan menjala ikan.


Anak anak berlarian saling mengejar penuh dengan kesenangan dan kegembiraan.


Para orang tua duduk sambil menyirup kopi di warung dan tertawa ketika melihat salah satu anak anak terjatuh.


Mata Eiifer dapat melihat itu sedangkan masa lalu orang saja dapat di lihat nya apa lagi ini.


Sedikit senyuman terukir di wajah nya, sesekali ia menyesal menganggu kedamaain masyarakat desa yang tentram.


"Sungguh membosan kan apa aku perlu ke bawah aja ya, hhe kakek tua itu tidak akan menyadari nya. "


Ia tersenyum jail dan mengusap ngusap telak tangan nya.


Ia berlari ke rumah mengambil pedang nya, tanpa basa basi ia turun ke bawah dengan kecepatan normal namun cepat di mata orang awam.


Sesampai di desa, pintu masuk nya tidak memiliki penjaga, seakan akan mereka yakin desa ini pasti damai selama nya.


Eiifer masuk menemukan berapa gerobak lewat mengangkut barang barang.


Di sebelah kiri terlihat barisan yang berjalan di pimpin oleh perempuan, sedangkan yang berbaris adalah anak anak seumuran nya.


Di barisan itu tidak sedikit anak perempuan yang ikut.


Mereka pasti ahli bela diri, terlihat jelas dari pedang di pinggang dan punggung.

__ADS_1


Mereka menarik perhatian Eiifer dan mulai mengikuti mereka dari belakang, sepintas dia seperti orang yang ikut berbaris.


Perempuan itu berhenti dan menatap ke belakang, begitu juga semua nya mengikuti tak lupa Eiifer mengikuti nya juga.


Perempuan itu berjalan pelan menuju tempat Eiifer, dan menatap Eiifer lama ketika sudah sampai di depan nya.


Eiifer terdiam dan terlihat sangat tenang.


"Apa yang kau lakukan di sini " ucap perempuan itu, sehingga Riifer salah tingkah.


"Ketauan ya, aku tertarik dan berniat mengikuti kalian tetapi tidak sebagai pengikut " tetap menjaga harga diri.


"hOoo menggum kan anak seusia mu sangat berani berhadapan dengan ku "


Tertawa sinis bermaksud menjatuh kan mental Eiifer walau tidak berhasil.


"Hajar penguntit ini guru " teriak Anak perempuan yang sedikit cantik semua teman nya seperti takut dengan nya, mungkin anak ini yang paling tinggi kekuasaan nya.


Kepala Eiifer berkerut kesal terhadap anak perempuan ini.


"Diam lah bocah, kubunuh kau ." teriak Eiifer dengan geram dan kesal.


"Knapa meneriaki murid ku " Wajah guru nya itu seperti orang sekarat, bibir atas nya naik mata nya sedikit cipit, sunggu jika orang lain nelihat mereka pasti tertawa.


Terbukti semua murid nya tertawa kecuali,


Gadis itu dan satu lagi anak perempuan cantik pendiam dan pemalu.


Eiifer mendekati nya.


Wajah perempuan pemalu itu berubah menjadi merah.


"Siapa nama mu ?"tanya Mega entah apa maksud nya.


"ss. Sindy"ucap nya gugup.


"Baiklah sekarang kau menjadi pengikut ku "


Sontak urat kepala mereka menonjol keluar, kesal terhada Eiifer.


Sudah membuat masalah, lalu mengutus kan seenak nya.


Wajah Sindy menjadi merah merona.


Hahahaha. ...


Tawa keras guru perempuan itu yang bernama Jen.


"Kau tidak tau siapa dia kan " menunjuk Sindy


"Emang siapa aku tidak pedu-


"Dia adalah Putri kerajaan, seandai ayah nya tau mungkin kau sudah mati sekarang " potong Jen dengan wajah sombong nya.


Eiifer terdiam sesaat dan nengalihkan pandangan nya, sekali lagi urat kepala Eiifer muncul dan keluar, tiba tiba semua anak yang pendiam tadi tertawa sinis terhadap Eiifer.

__ADS_1


Terkecuali Sindy hanya diam malu di tempat.


__ADS_2