I Am Dragon

I Am Dragon
serba putih


__ADS_3

16


Tepat di gerbang besar ,tinggi nya sekitar 5 meter lebih ,sesuana sangar ramai,suara teriak kompak terdengar keluar gerbang itu,tidak ada satupun suara yang tidak kompak ,suara besar berteriak ,merintah setiap murid nya.


Eiifer dan yang lain nya berdiri tepat di depan gerbang itu ,menunggu gerbang di bukakan oleh pengawal ,dari kiri dan kanan gerbang di lengkapi oleh dinding beton besar ,putih kotor tetapi sangat kuat .


Tempat tempat pelatihan ini berdiri di atas bukit ,mengelilingi nya dengan dinding yang sangat besar dan panjang ,sudah di pastikan berapa murid di dalam nya.


"Buka pintu nya,master Xi datang! " Teriak lelaki di atas gerbang itu ,memerintah orang orang nya dan dalam sekejap pintu di buka kan .


Walau harus menunggu beberapa detik lagi .


Suara yang kompak tadi kini menjadi sangat keras di badingkan ,dengan yang tadi ,sesuana menjadi ramai.


Mereka semua masuk ,Jen dan anak anak yang lain nya selalu merasa gugup ketika masuk ke tempat ini .


Tetapi tidak bagi Eiifer ,dia berjalan mengikuti Master Xi Dengan santai ,beberapa langkah mereka masuk ,Eiifer di kejutkan oleh sesuatu yang tidak pernah di lihat nya .


Beribu ribu murid berdiri di sana ,memakai baju putih yang seragam ,berbaris yang sangat rapi ,mereka di bagikan menjadi dua kelompok .


Kelompok paling ujung kanan adalah pencinta bela diri kekuatan ,atau mereka sama sekali tidak memakai prantara hanya ada tangan ,kaki ,tenaga dalam jurus,pernapas dll.


Namun di sebelah ujung kiri ,lebih banyak dari kelompok ujung kanan.


Memakai pedang ,masing masing kelompok di ajar oleh Guru yang berpengalaman ,dan masing masing guru memiliki beberapa tangan kanan untuk membantu nya mengajar kan murid yang tidak terjangkau mata nya .


Namun suara kecil tapi kompak terdengar dari belakang rumah, anak anak yang bersama Jen berlari ke belakang sedangkan Jen bersiap berlatih atau bersatu dengan ujung kiri didepan Eiifer.


Tiba tiba semua murid itu membungkukan badan nya .


"Hormat bagi guru besar Xi " Ucap mereka tidak terlalu kuat tetapi kompak .


Dari sifat anak anak ini kita ketahui ,Master Xi adalah Orang yang paling di hormati di sini tetapi tidak berlaku bagi Eiifer .


"Kakek tua ,apa aku akan bergabung dengan mereka " Ucap Eiifer agak kuat .


Sehingga murid murid yang membungkukan badan nya tadi ,sontak menaik kan badan nya ,menatap Eiifer sengan tajam.


Siapa dia .....

__ADS_1


Tidak sopan sama sekali....


Cucu master Xi aja tidak berani tidak sopan dengan master Xi.....


Berbagai pertanyaan timbul di benak mereka ,tatapan yang tajam sama sekali tidak mengusik Eiifer .


"Groi kemari sebentar " Master Xi memanggil salah satu guru dari ujung kanan ahli bela diri tubuh .


"Salam master Xi ,apa yang bisa saya bantu " Pria itu membungkuk ,pria yang hormat di depan guru nya namun ,wajah sangar yang penuh luka sayatan sangat menakutkan bagi murid murid nya .


Bahkan mereka yang belajar pedang masih manaruh hormat ,kepada Groi ,


Tubuh yang keras,bagai pedang banyak yang mencoba melawan nya kerena meremehkan Groi ,bagi mereka Groi yang berlatih kekuatan tubuh tidak akan bisa menang melawan pedang .


Tetapi kenyataan berbeda ,saat ia menarik napas nya mengeluarkan tenaga dalam nya bahkan sedikit tinjuan pelan dapat menghancurkan organ dalam mereka ,tangan yang kekar sering kali membuat pedang patah .


"Aku ingin kau membawa Anak ini ke belakang tempat kumpulan anak anak ."


Master Xi menyadari walaupun kekuatan nya hebat namun umur nya sama saja dengan anak anak .


Anak anak akan pindah ke depan saat umur mereka lebih dari lima belas ,karena anak anak tidak memiliki tulang yang sama dengan senior yang berumur lima belas ke atas .


"Hahah,cuman kau yang berani menolak ayo cepat ." Groi memaksa nya menarik tangan Eiifer


"Tidak akan ,aku tidak akan mau berlatih dengan anak anak ,aku mau di sini." Teriak Eiifer menahan tarikan Tangan Groi.


Semua murid yang melihat itu tercengang mata mereka terbuka lebar .


Mereka sama sekali tidak berani melawan guru nya tetapi anak yang berumur sepuluh tahun di depan mereka menunjukan cara melawan guru.


Sayang nya kekuatan Groi lebih besar sehingga ia menggangkat Eiifer dan menepatkan nya di pundak nya ,walaupun Eiifer meronta ronta ,itu semua percuma karena lengan yang berotot dan kuat bagai baja menahan nya .


Master Xi melihat penjaga nya .


"Kalian kemarilah " Master Xi melambai kan tangan nya ,dan sontak serta refleks mereka langsung berlari menuju master Xi ,hormat membungkukan kepala nya bagi mereka menatap langsung mata master Xi sangat menakutkan .


"Sebaik nya ,kalian serahkan tiga orang itu ke penjara " Master Xi menunjuk tiga orang yang kalah di buat oleh master Xi dan yang lain nya .


Pengawal itu mengangguk dan berlari membawa mereka bertiga ,tidak ada satupun yang berani melawan kakek tua ini,

__ADS_1


Groi membawa Eiifer di pundak nya ,beberapa meter dari tempat tadi ke belakang ,sehingga mereka sangat cepat sampai .


Beberapa langkah lagi agar memasuki area latihan anak anak .


Terdengar suara nyaring ,dan tidak terlalu keras sangat kompak .


Anak anak jika berlatih mereka harus berteriak .


Groi membuka gerbang kecil itu .


Sehingga mereka yang sibuk berlatih tiba tiba terdiam ,merapikan posisi mereka dan hormat ,membungkukan badan nya .


"Hormat bagi guru Groi !!" teriak mereka sangat semangat .


"Haha baiklah ,angkat kepala kalian aku ingin memperkenal kan teman baru kalian " sebelum mengenail kan Groi terlebih dahulu membungkukan kepala nya sesaat kepada guru pengajar.


Mereka mengangkat kepala ,dan dalam sekejap pandangan mereka semua menuju Eiifer ,yang sibuk mencari entah apa ,mata nya melirik entah ke mana .


"Baiklah ,Kau bisa mengenalkan nama mu ,kebetulan aku juga bel -


"Ha ! Itu kau kita berjumpa lagi ! " Teriak Eiifer memotong kata kata Groi dan menunjuk Sindy ,sontak wajah Sindy menjadi merah ,tingkah nya menjadi aneh ketika pandangan orang orang mengarah ke pada nya .


Sindy yang pendiam hanya memiliki beberapa orang teman itupun adalah orang yang keluarga nya terpandang dan di hormati , bukan kerena Sindy tidak mau berteman atau memilih milih ,mereka lah yang lebih memilih tidak lebih memilih mendekati Sindy .


Sebuah tinjuan pelan mendarat di kepala Eiifer ,membuat Eiifer terdiam sementara perlahan lahan melihat ke samping .


"Kau ,knapa memukul ku gorila " Teriak Eiifer dan berniat memukul balik.


Tetapi sebuah telapak tangan menempel di kening nya dan tidak dapat meraih Groi .


"Kau bilang aku apa ? Grolila " Laki laki itu kesal baru kali ini ada yang melawan nya ,tetapi entah knapa sifat Eiifer ini membuat tertarik Groi.


"Grolila ! Grolila ,kau membiarkan ku berlatih di tempat anak anak ,dan sekarang kau memukul ku " Teriak Eiifer ,kesal dan agak marah ketika tinjuan nya tidak terjangkau ,saat telapak tangan Groi masih menempel di kepala Eiifer.


"Apa kau bilang ku bunuh kau." Groi mengangkat Eiifer ke udara dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas .


Lalu membenturkan nya ke lantai sehingga lantai nya menjadi hacur ,di tembus oleh kepala Eiifer .


Groi yang menyadari ini terkejut ,bisa bisa Eiifer mati ,Groi sama sekali tidak dapat menjaga emosi nya ,dan menjadi panik tetapi kepanikan nya berubah seketika.

__ADS_1


Saat Eiifer bangkit langsung meninju laki laki di depan nya ,sayang nya Groi mengelak sehingga tinjuan Eiifer mengenai guru yang mengajar anak anak itu dan terpental jauh.


__ADS_2