I Am Dragon

I Am Dragon
pedang kayu


__ADS_3

Mereka berdua masuk ke dalam desa setelah selesai di periksa.


Tujuan mereka mencari penginapan untuk istrahat.


Di depan mereka berdiri sebuah rumah bertingkat dua tetapi lebar ,


Kyui nama penginapan nya jelas tertulis di pamplet nama nya.


"Kalian duluan masuk aku ingin mengambil sesuatu dan ingat jangan pergi ke mana mana tanpa seizin ku " master Xi pergi meninggal kan mereka.


"Baiklah anak anak kita masuk " ucap Jen dan mendorong punggung anak anak itu masuk.


Namun Eiifer di tinggal dan seperti tidak di anggap.


Dia hanya mematung di luar memandang Jen yang tidak memperdulikan nya 'Apa dia masih takut dengan ku "


"Ya terserah " Eiifer mengangkat ke dua bahu nya dan langsung masuk.


"Permisi apa masih ada kamar kosong " ucap Ramah Jen sembari menjumpai pemilik nya.


"Baik nyoya, kami hanya memiliki dua kamar yang lain nya sudah terisi " kata pemilik sambil melihat daftar buku nya.


"Dua kamar ya " Jen memegang dagu nya sesaat dia menatap Eiifer lalu kembali menoleh kepada anak anak.


"Baiklah kami akan pesan dua kamar "


Pemilik itu memberikan dua kunci di lengkapi dengan nomor kamar nya kepada Jen.


"1 keping emas nyonya "


Jen memasuk kan tangan nya ke katong kecil dan mengeluar kan satu keping emas.


Jen menyodor kan satu kunci kepada Eiifer, dan pergi meninggal kan nya.


jen ingin pisah dengan Eiifer karena bagi nya Eiifer memiliki sifat yang buruk.


Eiifer menatap lama kunci itu,


"Ini untuk apa "


Pemilik mendengar ucapan Eiifer dan sedikit tersenyum"pergilah ke ruangan nya bertanda nomor ini"


Eiifer menganguk dan pergi, cukup lama ia berkeliling dari lantai satu dan naik ke lantai dua, akhir nya menjumpai kamar nya tepat paling ujung.


Tepat di depan pintu ,Eiifer berdiri mematung.


"Bagai mana cara membuka nya " Eiifer mendorong Pintu tetapi tidak memasukan kunci.


"Apa ini! knapa gak bisa terbuka" Eiifer menggedor gedor pintu nya sehingga banyak orang keluar dari kamar . penasaran dengan suara yang di timbul kan Oleh Eiifer.


Jen menghampiri Eiifer dengan wajah yang kesal dan garang.


"Knapa kau selalu berbuat ulah, tidak bisakah kau berbuat baik " Jen benar benar marah.


"Ak-


"Jika kau selalu berbuat ulah pergi lah dari sini aku tidak ingin melihat wajah mu lagi " teriak dan Potong Jen tidak memberikan Eiifer berbicara dan mengibas kan tangan nya pertanda menyuruh Eiifer pergi.


Merasa kesal dengan wanita di depan nya Eiifer benar benar marah namun semampu mungkin ia menahan nya walau terlihat jelas di wajah nya.

__ADS_1


"Baiklah, jangan memarahi ku salah kan pintu nya tidak mau terbuka " ucap Eiifer dan pergi.


Dan tanpa di sadari Eiifer, kunci yang di genggam nya terjatuh ke lantai, Jen memungut nya .


"Ada apa dengan anak itu "


Eiifer pergi berjalan ke luar Penginapan beberapa langkah berjalan diri nya di kejut kan oleh master Xiels dan memebaw sesuatu di tangan nya.


"Untuk apa itu "Ucap Eiifer dan menunjuk nya.


"Berikan aku pedang mu " Master Xiels menyodor kan tangan nya dan menerima Pedang tajam dari Eiifer.


"Apa yang akan kau lakukan dengan pedang ku "Eiifer penasaran.


Rasa penasaran Eiifer semakin bertambah ketika melihat Master Xi senyum senyum tak jelas.


"Baiklah aku akan menukar pedang mu dengan pedang yang lebih baik "


Memberikan pedang, namu Eiifer menjadi kesal karena pedang yang di berikan nya ini adalah pedang kayu, pedang yang di gunakan murid pemula.


"kakek tua apa kau menipu ku, kembalikan pedang ku! " teriak Eiifer dan mencoba meraih Pedang Tajam nya.


"Itu tugas ku sebagai guru pake aja itu !turuti apa yang aku bilang "master Xiels mengangkat tangan nya tinggi agar tidak dapat di raih Oleh Eiifer.


Benar saja ia menyerah dan berdecak kesal.


"Cih, terserah mu aku ingin pergi berkeliling, katakan kepada murid perempuan mu agar tidak sembarang memerahi orang! " teriak Eiifer sambil berlari kencang.


Master Xiels berniat menghentikan nya namun Eiifer sudah terlanjur jauh, "Eiifer mudah mudahan kau tidak tersesat " menggeleng geleng kepala nya.


Master Xiels masuk ke dalam.


"Maaf nyonya, apa tadi ada perempuan dan beberapa anak anak memilih menginap di sini jika boleh tau No berapa kamar nya "tanya Master Xiels dengan ramah.


Master Xiels naik ke tangga tidak seperti Eiifer yang berkeliling dulu baru tau kamar nya,


Ia naik dan menemukan nya di paling pojok, no dua dari ujung.


Tok. Tok..


Master Xiels mengetuk pintu nya dan menunggu beberapa saat lalu di buka oleh Jen.


"Guru besar, ada apa " tanya Jen segan suara yang yang pelan.


"Tidak aku hanya memeriksa " master Xiels berniat meninggal kan kamar Jen namun ia menghentikan langkah nya saat mengingat perkataan Eiifer .


"Jen, Eiifer itu tidak tau apa apa ,saat aku memberikan buku dia terlihat gugup mungkin dia tidak tau membaca jadi tolong jangan asal memarahi nya "


Master Xiels pergi dan ingin memasuki kamar Eiifer, "Oh iya kunci nya ini mana " tanya Master Xiels .


"Ini" menyodor kan kunci dan di ambil oleh master Xi.


"Mudah mudahan dia tau membuka pintu ini " master Xiels tersenyum mengingat bagai mana bodoh nya murid nya itu.


Setelah master Xiels masuk,Jen terdiam mematung dia merasa bersalah.


'jangan jangan ia tidak tau membuka pintu '


Eiifer berjalan jalan cukup jauh menemukan beberapa pedagang menjual barang nya, memanggil manggil orang, bersikap ramah,

__ADS_1


"Hei nak apa kau mau apel hanya 16 perak " teriak Penjual ketika menemui Eiifer.


"Eiifer melihat lalu menghampiri nya,


"Boleh aku coba " Eiifer Menyodor kan telapak tangan nya.


"Baik, ini pasti enak " Menepat kan satu apel tepat di tangan Eiifer.


Eiifer menggigit nya dan. "Enak !"


Penjual tertawa lantang saat melihat raut wajah Eiifer.


"Bagai mana enakan, berapa yang kau ingin kan "


"Tiga,aku perlu tiga bijik " Eiifer mengangkat jari jempol, telunjuk serta kelingking, METALL.


"Baiklah anak muda " penjual memberikan Tiga buah apel dan menunggu sesuatu, uang bayaran nya.


"Paman itu apa "Tunjuk Eiifer dengan raut wajah terkejut.


"Tidak apa apa "


' aku sudah kebal sama trik yang satu ini nak jadi jangan berharap menipu ku "batin nya dan merasa bangga akan kemampuan nya yang tidak seberapa itu.


' Tidak berhasil ya, padahal aku tadi menyontek dengan anak anak ' Wajah kesal Eiifer terukir dengan jelas.


Eiifer memegang dagu nya dan melihat sekeliling.


Penjual sudah tau apa maksud Eiifer, pembeli yang begitu lama membayar sudah pasti ia tidak mempunyai uang namun Penjual ini ingin melihat sampai sejauh mana Eiifer bisa mengelabui nya.


"Kamu ! "teriak seeorang dari samping Eiifer, Eiifer menoleh terkejut dan melihat siapa gerangan.


"Kau! " Teriak Eiifer saat menemukan orang yang di hadapan nya ini adalah perempuan yang pemalu dan putri kerajaan sudah pasti Sindy.


"Siapa" wajah terkejut Eiifer berubah menjadi tanda tanya sedangkan Sindy merasa di permain kan.


"Hahaha,menarik " tawa penjual saat melihat kelakuan mereka berdua.


"Ada apa bukan kah seharus nya kau bersama perempuan tua itu " sedikit. Mengejek dan kesal denga perbuatan Jen tadi.


"Kami tadi di suruh sama Guru Jen agar mencari mu ,dan kami berpencar "


"Wahahahahaha, apa sekarang dia merasa bersalah katakan kepada nya aku mau pulang jika ia mau berlutut di depan ku ahaa" tawa puas Eiifer dan di tanggapi oleh Sindy dengan kesal.


"Aku ingin kesana tapi aku tersesat " ucap nya malu malu.


"Tersesat apa semudah itu kau tersesat, biar aku beritahu jalan nya di..... " Eiifer menghentikan kata kata nya, dia melihat sekelilinya dia benar benar tersesat.


Sindy tertawa kecil melihat sikap Eiifer


"Baiklah kita pergi bersama sama " Eiifer memegang tangan Sindy dan menarik nya pergi, sontak wajah Sindy menjadi tomat.


Tak...


Satu pukulan pelan di bahu Eiifer.


"Maaf nak bisa kau bayar Apel itu. " penjual menghentikan perjalan Eiifer.


Eiifer menoleh dan melihat Sindy "Aku mau minta tolong, bisa kau bayar kan Apel ku ini "

__ADS_1


"Baiklah " Sindy tersenyum dan memberikan uang bayaran nya, " Paman aku ingin belik 10 Buah apel lagi " Dengan super semangat Penjual memberikan nya 10 buah apel dan menerima kepingan dari Sindy di sisi lain Eiifer benar benar terkejut melihat Sikap Sindy.


Jujur awal nya Ia merasa Sindy menolak seperti Senior Jen namun prasangka nya benar benar salah.


__ADS_2