I Am Dragon

I Am Dragon
pil ?


__ADS_3

"Eiifer ! " teriak Master xi dengan kemarahan yang membara ketika ia melihat salah satu murid nya di hajar habis habisan.


"Knapa kau melukai murid ku " amarah yang mengerikan bagi para murid nya tidak bagi Eiifer.


"He!, aku bisa saja membunuh nya seandai nya wanita ini tidak menghentikan ku ,wajah menjijikan nya itu, berlagak sok kuat cih. "


Semua diam termasuk murid murid utama Master Xiels, seandai nya mereka mendengar kan kata kata master Xiels mungkin saja kejadian ini tidak akan terjadi,sifat Eiifer benar benar Di luar dugaan.


Master Xiels menghela Napas sebelum pandangan beralih ke Jen Serta murid murid nya.


"jen apa Kau sudah mengerti knapa aku menyembunyikan nya " tatapan Laki laki tua sangat tajam.


Jen diam dan mengangguk ragu ragu.


"Baiklah, sekarang kalian pulang lah "


Mereka mengangguk dan melangkah kan kaki nya ke meninggal kan guru besar nya.


"Baiklah Eii-


Kata kata Master Xi terhenti,mata nya melebar kini ia benar benar marah.


Eiifer yang berdiri di samping nya pergi entah ke mana ,tanpa suara, tanpa jejak.


Wajah Jen lesu begitu juga dengan anak anak nya, perempuan sombong yang bernama Lia itu berdiri di barisan depan.


"He ,apa kalian tidak merasa kan Kalo Murid pribadi guru besar Xi menakut kan " tanya Lia.


Mereka semua diam tidak ada sautan menunggi beberapa lama masih tidak ada sautan ,Lia merasa geram "Aku tanya apa -


Ketika Lia membalik kan badan nya ia tidak dapat menyelesai kan kata kata nya.


Sesuatu seperti menganjal di tenggorokan nya walaupun tidak ada .


Karena merasa aneh melihat sikap Lia mereka setuju untuk melihat ke belakang.


Sama seperti Lia, mereka terkejut bukan main.


Eiifer berada di belakang mereka dari tadi dan tidak di sadari oleh mereka.


"Apa yang kau lakukan disini " Teriak Jen dan memajukan langkah kaki nya mendekati Eiifer hingga beberapa langkah lagi.


"Bisa kah kau menjauh sedikit " ucap Eiifer datar.

__ADS_1


Wajah Jen benar benar kesal jika saja Jen lebih kuat dari Eiifer mungkin saja dia sudah meremukan Kepala Eiifer.


"Kau!, apa master Xiels mengijin kan mu " tanya Jen dengan tangan menunjuk nunjuk wajah Eiifer.


"Belum, yang penting ayo kita jalan bisa bisa nanti kita tidak sampai ke sana " Eiifer melewati mereka berjalan dengan santai, kedua tangan di kepala.


Sekarang ia sudah berada di depan mereka, mau tak mau mereka harus mengikuti nya atau menjalani nya.


Ketika mereka ingin pergi suatu teriakan terdengan jelas dan sedikit bergema.


Seorang kakek tua belari pelan dengan napas berat nya, keluat dari mulut.


Dia berhenti dan memegang lutut nya saat sudah dekat dengan mereka.


"Eiifer. Knapa kau meninggal kan ku ,bukan kah aku bilang kau haruas berada di samping ku bla bla bla bla bla. " ceramah panjang akhir nya selesai juga mereka melanjut kan perjalanan mereka.


Mungkin di desa selanjut nya mereka akan istrahat, mengingat Master Xiels yang sudah kelelahan.


Bayang kan berlari dari tempat latihan nya memakan beberapa hari setelah itu menaiki gunung ,berlari mencari Eiifer keluar lobang masuk lobang dan turun lagi, sungguh melelah kan.


Mata Master Xi berhenti, saat mendapati dua anak anak bermain pedang pedang kayu,


Tak....


Tidak ada luka mungkin hanya benjolan tetapi anak itu tidak nangis melain kan tertawa dan kembali bermain lagi.


Tangan master Xiels memegang jenggot panjang nya dan mengelus elus nya dari atas ke bawah.


Mata Master Xiels beralih dan melihat pedang Eiifer, terletak di punggung nya sesuatu terlintas di kepala master Xiels senyum nya melebar.


Dan tanpa di sadari nya, murid murid nya dari tadi memandangi Guru besar nya.


Membuat Master Xi batuk berdehem,


Sesampai di didesa .


kini desa nya lebih bagus dan lebih besar dapat di katakan desa ini lebih maju dari desa tadi bahkan mereka memilik dua penjaga pintu gerbang masuk ke desa.


Banyak gerobak mengantri setiap gerobak akan di periksa, obat obat keras sangat terlarang di sini bukan hanya itu saja bisa bisa mereka membawa barang yang mencurigakan, seperti ,pedang tanpa surat izin penjualan.


Cukup lama menunggu kini mereka berada di barisan ke dua, di depan mereka ada laki laki mencurigakan, wajah nya sangat cemas dia selalu melihat ke belakang entah apa mau nya.


Tiba saat nya laki laki itu di periksa, mereka semua memeriksa barang barang nya tidak ada yang mencurigakan, lalu beralih ke tubuh nya menepuk nepuk baju nya,memeriksa apa ada yang keras dan menonjol si situ.

__ADS_1


"Baiklah kau aman " laki laki besar itu tersenyum dan mempersilah kan pria ini lewat, tetapi ketika ia berjalan beberapa langkah kaki nya tersandung batu dan ingin jatuh.


Buru buru penjaga itu menangkap nya ia memegang perut dan punggung, laki laki yang jatuh itu seperti ke takutan ia buru buru berdiri dan menepis tangan penjaga.


"Kau tunggu "


Penjaga itu berjalan dan memegang pundak pria itu, penjaga ini sempat merasakan ada hal yang aneh saat dia memegang perut nya.


Wajah Laki laki ini sangat gugup dan berkeringat dan membalik kan badan dengan pelan.


Penjaga melihat seluruh tubuh Laki laki ini.


"Buka baju mu " ucap penjaga dengan pelan namun membuat pria di depan nya sangat gugup dan ketakutan.


Tidak mau, penjaga itu harus membujuk tetapi dia tetap tidak mau.


Merasa sangat mencurigakan penjaga itu membuka paksa baju nya, mengoyak kan nya sehingga terbelah menjadi dua.


Mata mereka terbuka lebar, termasuk mater Xi dan murid murid nya.


Sebuah benjolan petak terukit jelas di perut nya dan di lengkapi jaitan hitam.


Sudah di pastikan dia menyembunyikan sesuatu di balik kulit nya, laki laki itu ingin berlari namun cengkraman kuat di bahu nya membuat nya tidak bisa bergerak.


Penjaga itu menjatuhkan tubuh laki laki ini membuat nya terlentak, dengan wajah menghadap matahari.


Mengeluarkan piso dan perlahan lahan memotong kulit pria itu.


Waaaa..


Teriakan kesakitan namun ketakutan yang lebih besar, potongan terselesai kan terlihat sesuatu terbungkus kain dengan rapi, seakan akan ia sudah merencanakan ini dari awal.


Penjaga membuka bungkusan nya, benar saja ini adalah obat yang baru baru ini menyebar ke masyarakat dan sudah di larang, pil yang kecil berwarna putih, aroma nya begitu menyengat.


Beberapa orang menutup hidung nya.


Mereka membawa laki laki itu pergi bermaksud menjeblos kan nya di balik jeruji kayu.


"Knapa, emang nya knapa dengan obat itu " Eiifer terlihat kebingungan dan ingin mencari jawaban secepat mungkin.


Master Xiels melihat Eiifer yang lagi kebingungan,


"Itu adalah obat yang terlarang, awal nya itu hanya obat tidur atau penenang tetapi sesorang mencampur kan sesuatu sehingga membuat orang kecanduan, biasa nya orang yang memakai itu adalah orang yang ingin hidup tanpa beban"jelas master xi dan di balas anggukan oleh Eiifer.

__ADS_1


__ADS_2